• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Peluang Transplantasi Sel Induk Sembuhkan Pasien HIV

“A step closer to an HIV cure!” Begitu rilis pers IciStem, International Collaboration bidang riset dan pengobatan HIV (human immunodeficiency viruses) melalui Stem Cell Transplantation, awal Maret 2019. Karena tidak ada peningkatan (rebound) HIV pada dua pasien HIV yang berhenti menjalani pengobatan HIV, setelah keduanya mendapat transpalansi sel induk atau sel punca (stem cell transplants) untuk pengobatan terhadap penyakit hematologis (darah). Kedua pasien di London (‘London patient’), Inggris dan Düsseldorf (‘Düsseldorf patient’), Jerman, itu tercatat pada program IciStem, International Collaboration yang memandu dan meneliti pengobatan HIV melalui Stem Cell Transplantation (University of the Witwatersrand, 5/3/2019).

Begitu hasil riset kolaborasi sejumlah ilmuwan, antara lain, Profesor Annemarie Wensing,  Honorary Full Professor pada Wits Reproductive Health and HIV Institute (Wits RHI) dari University Medical Center of Utrecht (Belanda) dan Professor Monique Nijhuis, Honorary Full Professor pada HIV Pathogenesis Research Unit (HPRU) di Faculty of Health Sciences, University of the Witwatersrand di Johannesburg (Afrika Selatan).

“Although delta32 donors are primarily found in Caucasian people, the London patient long-term remission case gives important insights into the potential mechanisms of cure and should fuel development of strategies that can be more broadly applied,” ungkap Profesor Annemarie M.J. Wensing (University of the Witwatersrand, 5/3/3019).

‘Pasien London’ dan ‘Pasien Berlin’ menjalani transplantasi sel induk sebagai bagian dari pengobatan kankernya. Sel-sel donor yang ditransplantasi itu telah memiliki satu cacat gen (CCR5delta32mutant) sehingga tidak ada pintu masuk (entry gatekeepers) sarana bagi HIV menginfeksi sel. Sejauh ini, hanya Timothy Ray Brown—‘Berlin patient’ tahun 2008—telah menjalani pengobatan HIV (Science Daily, 5/3/2019).

Meskipun Brown memiliki riwayat HIV, namun virus HIV itu tidak pernah pulih dan ia sembuh dari HIV selama 12 tahun. Sel transplantasi dari donor CCR5delta32, sangat mungkin melindungi sistem kekebalan tubuh Brown yang juga menjalani kemoterapi (chemotherapy), iradiasi total tubuh (total body irradiation) dan transplantasi sel induk. Selama satu dekade, hal ini menjadi teka-teki bagi ahli-ahli HIV di seluruh dunia.

Riset awal 'pasien London' dan 'pasien Düsseldorf' dipresentasikan pada Conference on Retroviruses and Opportunistic Infections (CIROI) di Washington (Amerika Serikat) 4-7 Maret 2019. Profesor Ravi Gupta dari University College London dan University of Cambridge mempresentasikan potensi penyembuhan HIV setelah transplantasi sel induk kepada 'pasien London';  Dr. Björn Jensen dari Universitas Düsseldorf menemukan kemungkin sama tentang kesembuhan 'pasien Düsseldorf' (Science Daily, 5/3/2019).

‘Pasien London’ belum mengalami peningkatan HIV selama 18 bulan sejak berhenti minum obat antivirus HIV dan menjalani transplantasi sel induk.  ‘Pasien Düsseldorf’ berhenti menjalani pengobatan HIV selama 3,5 bulan, dan terindikasi bebas HIV. Kedua pasein menjalani transplantasi sel induk (a single transplant) dan pernah menjalani kemoterapi kanker yang ringan dan tanpa radiasi. Kedua pasien ini tercatat pada program IciStem, International Collaboration yang memandu dan meneliti pengobatan HIV melalui Stem Cell Transplantation yang didukung oleh AmfAR (American Foundation for AIDS Research) Research Consortium on HIV eradication (ARCHE) Research Grant (The Science Daily, 5/3/2019).

IciStem adalah konsorsium dari panel ahli hermatologi asal Eropa dengan pengalaman di bidang prosedur allogeneic SCT, ahli penyakit infeksi, virolog, dan imunolog khususnya tropisme, reservoir dan penyembuhan dari HIV-1.  AmfAR didirikan oleh Dr. Mathilde Krim, dokter Dr. Joseph Sonnabend, dan aktivis Michael Callen, dan berkantor pusat di New York City dan Washington (Amerika Serikat) dan Bangkok (Thailand).

 “To be clear, this is not an option yet for people with HIV, even in very rich countries, but it is a major step forward. This is incredibly exciting, as it furthers our understanding of the complex immunology of HIV and should get us closer to a cure. Wits' collaboration with Utrecht has been a delight and we have the combined expertise of Wits and Utrecht to do innovative work and conduct translational research that is published in top medical journals,” papar Professor Francois Venter, Deputy Executive Director, Wits RHI.

IciStem memiliki program riset penyembuhan HIV setelah transplantasi sel induk. Lebih dari 22.000 donor dengan kelainan gen CCR5delta32 yang langka, telah diidentifikasi dan saat ini 39 pasien yang terdaftar di IciStem, telah menerima transplantasi (ICISTEM, CROI 2019).

“We are using our experience from previous local autopsy studies and the tools developed in IciStem to perform rapid and in-depth post-mortem sampling through minimally invasive autopsies on recently deceased HIV-positive patients who were virologically suppressed or unsuppressed. The London patient is the second HIV-positive man considered to be in prolonged remission after a bone marrow transplant from a CCR5 negative donor. This represents a critical moment in our search for an HIV cure. It reaffirms our belief that one day it will be possible to cure HIV infection with a safe, cost-effective, and easily accessible strategy,” papar Profesor Maria Papathanasopolous, SHIP principal investigator dan direktur HPRU pada Department of Molecular Medicine and Haematology, University of the Witwatersrand (University of the Witwatersrand, 5/3/2019).

Hasil riset itu dirilis oleh jurnal Nature edisi Maret 2019 (Ravindra K Gupta, Sultan Abdul-jawad, Laura E McCoy, Hoi Ping Mok, Dimitra Peppa, Maria Salgado, Javier Martinez-Picado, Monique Nijhuis, Annemarie M. J. Wensing, Helen Lee, Paul Grant, Eleni Nastouli, Jonathan Lambert, Matthew Pace, Fanny Salasc, Christopher Monit, Andrew Innes, Luke Muir, Laura Waters, John Frater, Andrew M. L. Lever, S. G. Edwards, Ian H. Gabriel & Eduardo Olavarria Ravindra K Gupta, Sultan Abdul-jawad, Laura E McCoy, Hoi Ping Mok, Dimitra Peppa, Maria Salgado, Javier Martinez-Picado, Monique Nijhuis, Annemarie M. J. Wensing, Helen Lee, Paul Grant, Eleni Nastouli, Jonathan Lambert, Matthew Pace, Fanny Salasc, Christopher Monit, Andrew Innes, Luke Muir, Laura Waters, John Frater, Andrew M. L. Lever, S. G. Edwards, Ian H. Gabriel & Eduardo Olavarria, “HIV-1 remission following CCR5Δ32/Δ32 haematopoietic stem-cell transplantation,” Nature, 2019). 

Oleh: Servas Pandur