• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Analisis 2,33 Miliar Halaman Wikipedia Singkap Keragaman hayati

Kini catatan page review atau akses ke Wikipedia dapat menyingkap keragaman-hayati di seluruh dunia; kepedulian orang dari berbagai zona terhadap lingkungan hidup dan planet bumi, serta spesies dan zona-zona yang sangat efektif sebagai target pelestarian lingkungan hidup; bahkan minat pengguna Wikipedia terhadap tanaman-tanaman (flora) dan fauna di berbagai negara, dapat tepantau melalui Wikipedia (University of Oxford, 5/3/2019).

Begitu hasil riset John C. Mittermeier et al (2019) dari Oxford Universitydi Oxford (Inggris), Ben-Gurion University of the Negev (BGU) di Beersheba (Israel), dan University of Birmingham di Edgbaston, Birmingham (Inggris), yang dirilis oleh jurnal PLOS Biology edisi 5 Maret 2019 (John C. Mittermeier, Uri Roll, Thomas J. Matthews, Richard Grenyer, “A season for all things: Phenological imprints in Wikipedia usage and their relevance to conservation”,  PLOS Biology, 2019).

Selama 3 (tiga) tahun, John C. Mittermeier et al (2019) merakit data-set 3,33 miliar halaman tentang 31.715 spesies pada 245 edisi (bahasa) Wikipedia. Tim peneliti itu menemukan tren musiman tentang minat orang dari berbagai negara terhadap banyak spesies flora dan fauna, yang tersebar dalam Wikipedia. Lebih dari ¼ spesies pada data-setnya menunjukkan tren musiman pagereviews pada Wikipedia.

“People are becoming increasingly detached from nature and as a result we didn't really expect their activity online to respond to patterns in the natural world. To see that online activity often correlates strongly with natural phenomena suggests that people are paying attention,” papar John C. Mittermeier, lead-author studi ilmiah ini dan mahasiswa doktoral (Ph.D) pada Oxford University di Inggris (Oxford University, 5/3/2019).

Jumlah dan waktu aktivitas internet melalui Wikipedia adalah cara tepat mengetahuai kapan dan bagaimana spesies-spesies musiman flora dan fauna hadir di berbagai zona dunia. Maka sangat mungkin mengukur perubahan-perubahan kehadiran dan jumlah spesies-spesies musiman itu hanya dengan melihat aktivitas internet tentang spesies-spesies pada Wikipedia.

Metode-metode itu dapat digunakan dalam kebijakan pelestarian lingkungan hidup dan program kerja lainnya seperti kampanye pendanaan program konservasi per musim. “Really widespread, accurate monitoring of all the world's species is still science fiction, unfortunately. But by using these big data approaches we can begin to shortcut some of the more difficult problems, and cut to the core questions in modern conservation: how is the world changing, for which species is it changing the most, and where are the people who care the most and can do the most to help,” ungkap Richard Grenyer, Associate Professor bidang Biodiversity and Conservation di University of Oxford (Oxford University, 5/3/2019).

Dengan menyelami pola musiman page review Wikipedia, tim peneliti itu menemukan beberapa tren menarik. Misalnya, minat musiman halaman Wikipedia sering mencerminkan pola musiman spesies-spesies flora dan fauna. Misalnya, halaman tentang tanaman berbunga cenderung memiliki tren musim yang lebih tinggi daripada halaman tentang pohon jenis konifera, yang kurang pasti musim berbunganya. Demikian pula, halaman tentang serangga dan burung cenderung lebih musiman daripada halaman banyak mamalia lainnya.

Di sisi lain, edisi bahasa Wikipedia menunjukkan pola musiman. Misalnya, Wikipedia berbahasa lintang utara Khatulistiwa seperti Finlandia dan Norwegia, memiliki minat musiman lebih tinggi tentang spesies-spesies fauna dan flora daripada edisi bahasa Wikipedia di lintang lebih rendah atau tanpa banyak siklus musiman seperti Thailand dan Negara Republik Indonesia (bahasa Indonesia) (Science Daily, 5/3/2019).

Oleh: Servas Pandur