• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Peluang AI Singkap Misteri Fisika Quantum

“Could Artificial Intelligence Solve he Problems Einstein Couldn’t?”. Begitu Ethan Siegel menulis isu sains pada majalah Forbes edisi Rabu (2/5/2018). Ahli fisika Albert Einstein abad 20, telah meraih anugerah Nobel fisika atas karyanya tentang teori relativitas, special relativity, general relativity, hingga photoelectric effect dan statistical mechanics. Namun, masih banyak misteri fisika quantum sulit dipecahkan oleh Alber Einstein.

Kini fenomena fisika quantum, khususnya partikel-partikel kecil alam, dapat diurai dan dipahami melalui kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Begitu hasil studi mahasiswa doktoral (S3) sains komputer Yoav Levine, Or Sharir, Nadav Cohen, Ph.D, dan Profesor Amnon Shashua di Hebrew University (Israel) yang dirilis oleh jurnal Physical Review Letters edisi awal Maret 2019 (Yoav Levine, Or Sharir, Nadav Cohen, Amnon Shashua, “Quantum Entanglement in Deep Learning Architectures”, Physical Review Letters, 2019).

Fenomena fisika quantum termasuk topik sangat hangat fisika kontemporer akhir-akhir ini. Fokusnya ialah bagaimana partikel-partikel di alam dapat bersenyawa dan menghasilkan properti-properti unik, seperti konduktivitas listrik atau magnetisme. Fenomena ini sangat rumit. Karena jumlah partikel-partikelnya mencapai satu miliar lebih per gram dan begitu pula interaksinya. Namun, secara matematis, Yoav Levine, Or Sharir, Nadav Cohen dan Amnon Shashua menunjukkan bahwa algoritma berbasis jaringan-syaraf inti (deep-neural-networks) dapat mengurai fenomena fisika quantum (The Hebrew University of Jerusalem, 12/3/2019). 

Algoritma-algoritma itu, yang sama dapat menyajikan pengenalan wajah dan suara pada komputer kita, dapat pula dipakai untuk lebih memahami perilaku quantum alam. “What we have here is nothing short of extraordinary: a leading physics journal publishing computer science research. This cross-pollination has created a new and important tool that will help us understand the quantum nature of the world around us,” ungkap Shashua, lead-author studi ilmiah ini (The Hebrew University of Jerusalem, 12/3/2019).  Revolusi teknologi awal abad 21 berbasis AI dan pemahaman fisika quantum ini bakal memicu revolusi pola pikir, pola hidup, dan pola kerja, hingga energi dan transportasi di dunia sejak awal abad 21. 

Oleh: Servas Pandur