• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Simulasi Misi Lacak Kehidupan Di Mars

Biologic Analog Science Associated with Lava Terrains (BASALT) pada Badan Penerbangan dan Antariksa (National Aeronautics and Space Administration/NASA) di Amerika Serikat, melibatkan geolog, mikrobiolog, ahli genetik, insinyur, dan astro-biolog dari berbagai Negara guna meneliti melalui simulasi komunikasi, ilmiah, logistik, dan operasional misi pengiriman astronot meneliti kehidupan di planet Mars. Program ini antara lain melibatkan tim ahli dari McMaster University, NASA, di Amerika Serikat (McMaster University, 6/3/2019).

Hasil riset itu dirilis oleh jurnal Astrobiology, edisi awal Maret 2019 (Allyson L. Brady, Shannon E. Kobs Nawotniak, Scott S. Hughes, Samuel J. Payler, Adam H. Stevens, Charles S. Cockell, Richard C. Elphic, Alexander Sehlke, Christopher W. Haberle, Greg F. Slater, Darlene S.S. Lim, “Strategic Planning Insights for Future Science-Driven Extravehicular Activity on Mars”, Astrobiology, 2019)

Tim ahli itu membuat simulasi kondisi-kondisi misi ke Mars dalam beberapa skenario praktek lapangan pada medan sangat sulit—keterbatasan waktu, sumber daya, dan kesulitan komunikasi-- mirip kondisi planet Mars di Craters of the Moon National Park Monument and Preserve,  Idaho dan Hawaii Volcanoes National Park, Amerika Serikat. Daerah ini kaya basal, batuan halus mirip batuan di Mars. Selama ini, para ilmuwan berupaya mendapatkan sampel-sampel petunjuk penting kehidupan di Mars (McMaster University, 6/3/2019).

Dengan dukungan dana dari Canadian Space Agency, Allyson L. Brady, mahasiswi pasca-doktoral School of Geography & Earth Sciences, McMaster University, meneliti penanda-penanda kehidupan organik mikrobial pada zona kaya basa dan batuan halus di Craters of the Moon National Park Monument and Preserve (Amerika Serikat). Dalam proyek ini, Allyson L. Brady meneliti bersama penasihatnya, Greg Slater (Science Daily, 6/3/2019).

“When astronauts finally go to Mars, we need to identify the best place to potentially find evidence of life and to target the kind of basalt rock samples which may contain a lot of organic material, for example. There will be many, many limitations on Mars so we need to consider the best way to conduct research and gather samples including getting timely feedback from science experts on Earth,” ungkap Allyson L. Brady (McMaster University, 6/3/2019).

Brady dan Ilmuwan NASA memperhitungkan tantangan komunikasi planet Mars dan Bumi, misalnya, pengiriman informasi dari Mars yang berjarak jutaan kilometer ke Bumi. Ilmuwan itu, misalnya, menguji berbagai bentuk komunikasi transmisi video dan foto, suara, teks, dan piranti lunak lainnya dari peneliti lapangan yang berperan sebagai astronot. “There can be a significant delay, as long as 20 minutes, between an astronaut on Mars and the team on earth. So we are working to optimize operations so astronauts don't have idle time and the flow of information continues,” ungkap Allyson L. Brady (McMaster University, 6/3/2019).

Saat ini, NASA menyiapkan serangkaian misi awak ke Mars tahun 2030-an dengan target utama pendaratan tim ahli di planet Mars. Program riset BASALT dipimpin oleh Ames Research Center pada NASA di Silicon Valley, California, Amerika Serikat (Science Daily, 6/3/2019). Sejak tahun 1958, NASA melaksanakan program ruang-angkasa sipil, khususnya riset dan aeronotika ruang-angkasa. 

Oleh: Servas Pandur