• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Model Epidemik Penyakit Menular Chlamydia Di Jepang

Pengendalian penyakit menular membutuhkan alat perkiraan tentang dinamikanya dulu, kini dan ke depan. Misalnya, model matematika tentang wabah menular dapat mengukur perilaku umum (global) dan persebaran wabah dalam satu kelompok populasi sangat rentan, antara lain, berbasis perhitungan jumlah reproduksi dasar suatu infeksi (R0)— perkiraan infeksi tiap satuan waktu. (R0) dapat membantu para petugas kesehatan melihat dan memantau intensitas epidemi dan perkiraan penyebarannya. Jika R0> 1, wabah terjadi. Jika R0<1, infeksi biasanya mati (Society for Industrial and Applied Mathematics, 19/3/2019).

Tahun 2015, Toshikazu Kuniya dari Graduate School of System Informatics, Kobe University, di Jepang, membuat satu model matematika tentang persebaran chlamydia berbasis database tersedia heterogen menurut usia dan jenis kelamin. Kuniya meneliti 4 kasus khusus—model homogen, dua model jenis kelamin tidak bergantung usia, satu model jenis kelamin bergantung usia, dan dua model jenis kelamin bergantung usia—berbanding dengan hasil perkiraan R0  (Society for Industrial and Applied Mathematics, 19/3/2019).

Secra umum, Toshikazu Kuniya mempelajari perilaku global dari satu model epidemik multi-grup SIR dengan sruktur usia. Toshikazu Kuniya menggunakan model SIR untuk memperkirakan jumlah reproduksi dasar suatu infeksi (R0) terhadap wabah chlamydia (jenis bakteri parasit sangat kecil seperti virus yang membutuhkan proses bio-kimia sel lainnya untuk reproduksi) di Jepang. Sejak tingkat studi S2, Toshikazu Kuniya telah membuat model wabah infeksi dan saat ini berupaya mengembangkan model perilaku global wabah infeksi.

Suatu model SIR—pemodelan dasar epidemik berupa rentan, infeksi, pulih—merupakan satu model sederhana dan sangat basik matematika epidemologi. Model SIR membagi total penduduk dari satu daerah terkena penyakit menular ke dalam level rentan (susceptible), infeksi (infected), dan pulih (recovered). Chlamydia, penyakit menular seksual pria dan wanita yang dapat merusak sistem reproduksi wanita, menjadi endemik di Jepang sejak 2012.

Toshikazu Kuniya mempelajari perilaku global model epidemik multi-grup SIR dengan struktur usia untuk memperkirakan R0 terhadap wabah chlamydia (jenis bakteri parasit sangat kecil seperti virus yang membutuhkan proses bio-kimia sel lainnya untuk reproduksi) di Jepang. Sejak studi S2, Toshikazu Kuniya membuat model wabah infeksi dan mengembangkan model perilaku global wabah infeksi. Hasil riset Toshikazu Kuniya dirilis oleh SIAM Journal on Applied Mathematics edisi elektronik19 Februari 2019 (Kuniya, Toshikazu. (2019), “Global Behavior of a Multi-group SIR Epidemic Model with Age Structure and an Application to the Chlamydia Epidemic in Japan”, SIAM J. Appl. Math., 79(1), 321-340).

“I chose a multi-group SIR epidemic model with age structure because it is useful to handle the data with the heterogeneity (sex, age, position, etc.) of each person. The age structure enables us to consider the effects of the demographic age distribution's time variation and the age-dependency of each epidemic parameter. I think we can improve the estimation of R0 and other epidemic parameters by using a more detailed dataset subdivided according to the heterogeneity--for instance, sexual activity--of each individual. We can apply our theoretical results to more general cases with arbitrary numbers of groups,”

Hasil analisa Toshikazu Kuniya terhadap keempat kasus tersebut di atas menghasilkan perkiraan R0 antara 1,0148 dan 1,0535 untuk klamidia di Jepang. Hasil analisanya, struktur umur mempengaruhi nilai R0 lebih kuat daripada penerapan struktur dua kelompok.  Hal ini menunjukkan bahwa model persamaan diferensial biasa, lebih mudah digunakan mesi tidak memiliki struktur umum, daripada model persamaan diferensial parsial dengan struktur umur (Society for Industrial and Applied Mathematics, 19/3/2019).

“I have recently become interested in the application of epidemic models to their epidemiological considerations. I think the global behavior of epidemic models plays an important role in understanding infectious disease data in the long-time scale. Under the previous assumption, the disease transmission coefficient was independent of the state of infective individuals. In this study, we have weakened this assumption to be able to consider the disease transmission coefficient's possible dependence on the state of infective individuals. By virtue of this, we can model the disease transmission from male individuals to female individuals and vice versa,” ungkap Toshikazu Kuniya (Society for Industrial and Applied Mathematics, 19/3/2019). 

Oleh: Servas Pandur