• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Peluang Zona Kehidupan Berkembang Di Planet

Bethany A. Wootton dari University of Sheffield (Inggris) dan Royal Society Dorothy Hodgkin Fellow Dr. J. Richard Parker mengembangkan satu model (komputer) tentang zona yang dapat dihuni pada sekitar satu bintang dalam sistem planet tata-surya yang suhunya memungkinkan adanya air, dan perubahan-perubahan pasangan-pasangan bintang (sistem binari) di jagad-raya. Kedua ahli itu menggunakan simulasi komputer untuk membuat model interaksi antara bintang-bintang muda dalam kelompok-kelompo bintang di galaksi serta mengkalkulasi pengaruh dari proses kedekatan bintang satu sama lain terhadap sistem binari (Royal Astronomy Society/Science Daily, 6/3/2019).

“The search for life elsewhere in the universe is one of the most fundamental questions in modern science, and we need every bit of evidence we can find to help answer it. Our model suggests that there are more binary systems where planets sit in Goldilocks zones than we thought, increasing the prospects for life. So those worlds beloved of science fiction writers -- where two suns shine in their skies above alien life -- look a lot more likely now,” ungkap Bethany A. Wootton (Royal Astronomical Society, 6/3/2019).

Bethany A. Wootton dan Richard J. Parker menemukan bahwa perjumpaan satu pasangan bintang (sistem binari) dengan satu bintang ke-3 lainnya mungkin menekan atau menghimpit pasangan bintang tersebut, sehingga memperluas zona yang dapat dihuninya (habitable zone). Hasil riset dan kajian kedua ahli ini dirilis oleh jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society: Letters, edisi awal 2019 (Bethany A Wootton, Richard J Parker,  “Enlarging habitable zones around binary stars in hostile environments”, Monthly Notices of the Royal Astronomical Society: Letters, 2019).

Zona dapat dihuni pada sistem binari—kadang disebut Goldilocks zone karena suhunya tidak begitu panas dan tidak terlalu dingin—sangat menentukan perkembangan kehidupan pada satu planet di jagad-raya. Jika satu planet berada di luar zona ini, maka pembentukan molekul-molekul dasar dan rumit bagi kehidupan, sangat sulit atau kecil kemungkinan dapat terjadi (Royal Astronomy Society, 6/3/2019).

Kira-kira 1/3 sistem bintang di galaksi, terdiri dari dua atau lebih bintang dan fraksi ini lebih tinggi ketika bintang-bintang masih muda. Jika posisi bintang-bintang ini cukup jauh jaraknya, maka luas Goldilocks zone sekitar bintang dipengaruhi dan ditentukan oleh radiasi dari bintang itu sendiri. Namun, jika posisi dua bintang semain berdekatan, maka zona Goldilocks zone meningkat karena masing-masing bintang mengalami kehangatan tambahan satu-sama lain dan keadaan ini sangat mungkin merupakan zona tepat bagi berkembangnya kehidupan.

Dalam tahap pembentukan sekitar 350 sistem binari, Bethany A Wootton dan Richard J Parker menemukan bahwa sekitar 20 pasangan bintang mungkin saling berdekatan sehingga zona-zona kehidupannya (Goldilocks zones) berkembang. Dalam beberapa kasus, zona-zona dapat dihuni pada bintang-bintang yang terpisah jauh, sebetulnya saling-tumpang tindih, sehingga meningkatkan kemungkinan setiap planet orbit sekitar satu atau lebih pasangan bintang di zona tepat bagi berkembangnya kehidupan (Science Daily, 6/3/2019).

 

 

Oleh: Servas Pandur