• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Molekul Pokok Penentu Perkembangan Sel Sehat

Rincian-rincian unsur biologi dalam perkembangan sel sehat (healthy cell) disingkap oleh kolaborasi peneliti Dr. Konstantina Skourti-Stathaki et al (2019) asal University of Edinburgh (Skotlandia) dan ahli biologi sel pada Max Delbruck Centre (MDC) for Molecular Medicine  di Berlin (Jerman). Hasilnya, proses sel-sel sehat berkembang, dikenali dari peran molekul-molekul pokok (R-loops) yang terbentuk selama perkembangan sel dan berperan penting selama proses perkembangan sel (University of Edinburgh, 7/3/2019).

“This new insight answers fundamental questions, opening new avenues for future research and possible routes towards drug treatments,” papar Dr. Konstantina Skourti-Stathaki, ketua studi ilmiah ini, dari Biological Sciences, University of Edinburgh (University of Edinburgh, 7/3/2019). Hasil riset ini dirilis oleh jurnal Molecular Cell (Konstantina Skourti-Stathaki et al. (2019), “R-Loops Enhance Polycomb Repression at a Subset of Developmental Regulator Genes”, Molecular Cell 73).  Riset ini didanai oleh Wellcome and European Research Council (ERC) (University of Edinburgh, 7/3/2019).

Penemuan tim ahli asal University of Edinburgh itu berbeda dengan dugaan sebelumnya bahwa R-loops, yang terbentuk dari bahan-bahan genetik pembentuk DNA (Deoxyribonucleic acid), membahayakan sel-sel. Hasil riset itu menemukan bahwa R-loops bekerja bersama dengan satu kelompok protein sel (Polycomb), mengendalikan gen-gen yang bermanfaat bagi pertumbuhan sel sehat manusia dan mamalia lainnya (Science Daily, 7/3/2019).

Selama 10 tahun, Dr. Konstantina Skourti-Stathaki meneliti eksperimen R-loops pada MDC “These genes are critical control programs in all animals and plants. The regulation of these genes is much more complex than we thought, and unexpectedly multilayered. We call these R-loops because there’s a third piece of RNA in between the DNA strands. Where R-loops – or the proteins that dissolve them – are missing, severe neurological diseases such as ataxias, a loss of motor coordination, occur. They’ve been my passion ever since I wrote my thesis,” ungkap Dr. Skourti-Stathaki, yang bekerjasama dengan ahli epidegenetik Profesor Dr. Ana Pombo sejak 2012 (Dr. Martin Ballaschk / MDC, 20/2/2019).

Gen-gen tersebut mengatur perkembangan dan fungsi masing-masing sel dalam tubuh manusia, misalnya membantu pengaturan, apakah gen-gen tersebut menjadi sel-sel syaraf atau sel-sel otot. Hasil riset ini menjawab pertanyaan mendasar biologi sel selama ini dan menyediakan informasi kondisi kesehatan jika proses-proses ini macet serta memandu riset baru obat dan perawatan kesehatan (Science Daily / University of Edinburgh, 7/3/2019).

Dari London (Inggri), Profesor Ana Pombo bergabung ke Berlin Institute for Medical Systems of Biology (BIMSB), Max Delbruck Centre for Molecular Medicine di Berlin (Jerman) untuk meneliti protein Polycomb yang mendalikan perkembangan gen-gen secara epigenetik. “The cell (Polycom group, red) is only waiting for a trigger to start reading these genes.The need for research in this field is huge, especially in humans and mammals. The Polycomb mechanism plays a role in cancer and even in neurological diseases such as schizophrenia,” papar Profesor Ana Pombo (Dr. Martin Ballaschk / MDC, 20/2/2019).

“We wanted to know if R-loops repress certain genes. And if these genes are also repressed by Polycomb at the same time, what happens then? Essentially, nobody was looking into Polycomb and R-loops simultaneously. We were the first to systematically investigate the function of R-loops and their connection with the Polycomb mechanism in undifferentiated cells. We’ve known about Polycomb for decades. And yet this wonderful group of proteins is always full of unexpected surprise,” ungkap Dr. Skourti-Stathaki (Dr. Martin Ballaschk / Science, 20/2/2019).

Kini perlu riset lanjutan peran R-loops terhadap penyakit misalnya gangguan syaraf-generatif seperti Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) dan perkembangan Fragile X, perkembangan sel otak, produksi obat gangguan syaraf, serta pengobatan sakit kanker, yang selalu dikaitkan dengan cacat protein Polycomb dan kelebihan produksi R-loops (Science Daily, 7/3/2019).

Universitas negeri University of Edinburg di Edinburgh didirikan tahun 1583. ERC adalah lembaga publik dan independen, penyedia dana riset ilmiah dan teknologi di Uni Eropa sejak 2007 dengan dana sekitar 13 miliar euro periode 2014-2020 dari program Horizone 2020 yang sebagian berasal dari anggaran Uni Eropa. Program Horizon 2020 mendanai sekitar 7000 hibah dan 42.000 anggota tim, termasuk 11.000 mahasiswa doktoral dan sekitar 16.000 peneliti post-doktoral (Nicholas Wallace/Science-Business, 20/3/2019). 

Oleh: Servas Pandur