• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Bakteri Dari Air Laut Obat Kanker Melanoma

Ahli kanker William Fenical, Ph.D;  James J. La Clair (Amerika Serikat), Profesor Dr. Leticia Costa-Lotufo (Brazil) dan koleganya menemukan cara baru melalui bio-kimia guna mengobati melanoma, jenis kanker ganas (kulit). Hasilnya, satu bakteri dari air laut sebagai cara baru pengobatan penyakit kanker melanoma. Hasil riset itu dirilis oleh jurnal ACS Medicinal Chemistry Letters edisi elektronik awal 2019 (Justin C. Hammons, Lynnie Trzoss, Paula C. Jimenez, Amanda S. Hirata, Leticia V. Costa-Lotufo, James J. La Clair, William Fenical, “Advance of Seriniquinone Analogues as Melanoma Agents”, ACS Medicinal Chemistry Letters, 2019). Riset ini didanai oleh National Cancer Institute, Taubman Foundation, dan Sao Paulo Research Foundation.

Pada melanoma, sel-sel kanker terbentuk dalam melanosit (melanocytes), yakni sel-sel yang mewarnai kulit manusia atau sel pigmen penghasil melanin pada kulit. Jika kanker kulit melanoma bermetastasi atau pindah ke bagian-bagian lain tubuh seseorang, prognosanya menjadi buruk dan pilihan pengobatannya terbatas. Karena beberapa jenis tumor melanoma (mutasi-mutasi gen BRAF melanoma) menunjukan resistensi terhadap terapi-terapi baru kemoterapi (American Chemical Society, 6/3/2019). BRAF adalah satu gen pada manusia (proto-encogene B-Raf dan v-Raf murine sarcoma viral oncogene homolog B) yang mengikat protein B-Raf (serine/threonine-protein kinase B-Raf) (Sithanandam G. et al, 1990:1775-1780; Sithanandam G. et al, 1992: 795-799).

Dalam suatu tabung uji-coba tahun 2014, tim peneliti itu menemukan bahwa eriniquinone—satu bahan alamiah yang terisolasi dari satu bakteri langka pada air laut—mampu dan melawan sel-sel melanoma. Jenis bakteri itu merupakan molekul kecil pertama dengan target protein-protein tertentu yang terlibat dalam penyebaran atau proliferasi kanker. Tim ahli itu mengidentifikasi unsur-unsur dan aktivitas bakteri itu dan memodifikasi bagian-bagian molekulnya agar lebih mudah dimurnikan dan dilarutkan dalam air sehingga lebih cocok sebagai obat. Kini tim peneliti itu berupaya menyempurnakan turunan seriniquinone guna meningkatkan kemampuan dan perlawanannya terhadap kanker melanoma (Science Daily /American Chemical Society, 6/3/2019). 

Oleh: Servas Pandur