• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Cara Bakteri Serang Kekebalan Organisme

Tim riset dipimpin oleh Prof. Dr. Winfried Römer dari University of Freiburg dan Dr. Elias Hobeika dari Ulm University Medical Center di Jerman, menemukan cara bakteri mengaktifkan sel darah putih dan menyerang sistem kekebalan organisme. Hasil riset ini dirilis oleh Science Signaling, edisi elektronik awal 2019 (Wilhelm, Isabel; Levit-Zerdoun, E., Jakob, J., Villringer, S., Frensch, M., Übelhart, R., Landi, A., Müller, P., Imberty, A., Thuenauer, R., Claudinon, J., Jumaa, H., Reth, M., Eibel, H., Hobeika, E. & Römer, W., “Carbohydrate-dependent B cell activation by fucose-binding bacterial lectins”, Science Signaling, 2019).

Prof. Dr. Winfried Römer, Dr. Elias Hobeika dan timnya menemukan bahwa lektin BambL terikat ke residu karbohidrat dari reseptor antigen dalam suatu lingkungan terkendali dan artifisial sehingga mengaktifkan sel B. Stimulasi berkepanjangan dengan BambL cepat mematikan sel-sel darah putih. Proses ini hanya mungkin dalam sel-sel dengan reseptor antigen utuh. “We were surprised that a bacterial lectin initiates the strictly regulated antigen receptor signaling pathway,” papar  Dr. Isabel Wilhelm, first author studi ilmiah ini (University of Freiburg, 6/3/2019).

Hasil riset tim ahli itu menunjukkan bahwa suntikan lektin ke tikus menghasilkan respons imun dalam waktu tiga hari dengan peningkatan jumlah sel-B dalam limpa dan penurunan jumlah sel-B dalam sumsum tulang. Gejala-gejala menurun pada hewan dengan fungsi sistem kekebalan selama tujuh hari. “However, there may be a risk for immunocompromised patients if they are unable to build up an effective response to pathogens,” ungkap Dr. Ella Levit-Zerdoun, Ph.D, lead author studi ilmiah ini (University of Freiburg, 6/3/2019).

Penemuan ini membuka kesempatan riset lanjutan tentang efek patogen Burkholderia ambifaria pada manusia, langkah pencegahan, dan metode pengobatan. Spesies-spesies bakteri Burkholderia ambifaria termasuk kelompok strain bakteri yang  menyebabkan infeksi pada host immunocompromised (patogen hanya menyerang inang). Bakteri ini menghasilkan lektin, protein pengikat karbohidrat. Antara lain, lektin BambL mampu mengikat reseptor antigen sel-B (B-cell antigen receptor/BCR). Protein ini berada pada permukaan sel B dari sel darah putih (University of Freiburg, 6/3/2019).

Reseptor antigen terdiri dari satu variabel dan daerah konstan pembawa beberapa residu karbohidrat. Dengan wilayah variabelnya, reseptor antigen khusus mengikat antigen dan patogen. Dalam sel tersebut (sel B), reseptor antigen berfungsi sebagai tempat berlabuh molekul yang memicu proses pensinyalan dalam sel kekebalan. Sel-sel B diaktifkan dan matang menjadi sel B efektor (sel plasma), penghasil sejumlah besar antibodi melawan patogen (University of Freiburg, 6/3/2019).

Riset itu melibatkan ahli-ahli bidang riset sinyal biologis asal Centre for Biological Signalling Studies (BIOSS) dan Centre for Integrative Biological Signalling Studies (CIBSS), Spemann Graduate School of Biology and Medicine (SGBM) di University of Freiburg (Jerman), Max Planck Institute of Immunobiology and Epigenetics-- lembaga riset interdisipliner bidang imunobiologi dan biologi yang didirikan tahun 1961 di Freiburg, Jerman—dan Ulm University Medical Center di Jerman. 

Oleh: Servas Pandur