• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Cara Baru Ultrasonik Cegah Thrombosis

Profesor Georgy Th. Guria, Dmitry A. Ivlev dan tim riset dari Moscow Institute of Physics and Technology (MIPT) dan Russian National Research Center for Hematology (NRCH) di Rusia menemukan cara baru ultrasonik (ultrasonic approach) mencegah thrombosis—penggumpalan darah di pembuluh darah vena atau arteri, yang menghambat aliran darah. Hasil riset dan penemuan ini dirilis oleh jurnal PLOS ONE edisi elektronik Februari 2019 (Dmitry A. Ivlev, Shakhla N. Shirinli, Konstantin G. Guria, Svetlana G. Uzlova, dan Georgy Th. Guria , Control of fibrinolytic drug injection via real-time ultrasonic monitoring of blood coagulation, PLOS ONE, February 27, 2019).

“We have chosen ultrasound as a method for blood coagulation monitoring, since it is noninvasive and allows measurements in deep-lying large blood vessels, in which thrombus formation is most dangerous,” ungkap Dmitry Ivlev, mahasiswa MIPT dan peneliti pada NRCH (Moscow Institute of Physics and Technology, 6/3/2019).

Kolaborasi tim riset itu menguji kemampuan cara ultrasonik baru guna kontrol secara real-time terhadap fibrinolisis (fibrinolysis) dalam kondisi-kondisi aliran (darah). Pemantauan ultrasonik dilaksanakan desain sistem in virto eksperimen khusus. Agen-agen fibrinolitik disuntik otomatis pada tahap pembekuan darah (blood clotting) yang ditentukan secara ultrasonik. Disolusi gumpalan atau pembekuan darah dalam sistem itu diteliti melalui cara-cara pemantauan ultrasonik (Dmitry A. Ivlev et al/PLOS ONE, 27/2/2019)

Hasilnya menunjukkan bahwa daya-tahan pembekuan atau gumpalan darah terhadap fibrinolisis – pemecahan enzimatik fibrin dalam gumpalan darah –meningkat signifikan selama 5 (lima) menit pertama sejak pembentukan gumpalan-mikro primer. Efisiensi lisis gumpalan sangat bergantung pada konsentrasi agen fibrinolitik dan penundaan injeksinya (Dmitry A. Ivlev et al, 27/2/2019).

Metode ultrasonik dapat mendeteksi tahap awal pengentalan atau pembekuan darah

(blood coagulation).  Sehingga intervensi farmakologis tepat waktu, masih dapat mencegah pembentukan gumpalan makroskopik dalam sistem eksperimental itu. Hasil riset dan eksperimen ini membuktikan bahwa metode ultrasonik dapat memantau thrombosis secara real-time dan menyediakan koreksi farmakologis awal terhadap komplikasi-komplikasi trombotik dalam praktik klinis (Dmitry A. Ivlev et al/PLOS ONE, 27/2/2019).

Dalam praktek klinis modern, thrombolisis dilaksanakan, jika thrombi dalam pembuluh darah, mengancam keselamatan dan kehidupan pasien.  Prosedur trombolitik berisiko tinggi, karena dapat menyebabkan perdarahan akut (acute bleeding). Kadang-kadang perlunya trombolisis sangat mendesak, misalnya pada infark miokardial (myocardial infarction) dan stroke. Dalam kasus-kasus ini, waktu onset-to-treatment (skala waktu sejak serangan atau gejala hingga pengobatan atau perawatan) merupakan batas waktu kunci bagi efisiensi terapi thrombolitik. Karena itu, riset, penemuan dan penggunaan teknik diagnosa dan pantau awal terhadap pembentukan thrombus merupakan hal sangat penting dan bermanfaat (Moscow Institute of Physics and Technology, 6/3/2019).

“...due to the progress in the field of compact ultrasonic sensors, our work opens new prospects for creation of wearable devices for timely medical assistance to patients with a high risk of thrombosis,” papar Profesor Georgy Th. Guria, ahli fisika sistem kehidupan pada MIPT dan kepala lab riset NRCH di Rusia (Moscow Institute of Physics and Technology, 6/3/2019). 

Oleh: Servas Pandur