• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Pengaruh Kenaikan CO2 Terhadap Padang Rumput

Lebih mudah memperkirakan reaksi vegetasi terhadap kenaikan level konsentrasi karbon-dioksida (CO2) selama musim hujan. Misalnya, biomassa vegetasi pada padang-rumput meningkat sebagai reaksi terhadap kenaikan level konsentrasi karbon dioksida. Vegetasi pada padang-rumput selama musim semi basah meningkat sebagai reaksi terhadap kenaikan level karbon-dioksida. Selama musim semi, reaksi vegetasi terhadap kenaikan level konsentrasi karbon-dioksida, berdampak signifikan terhadap padang-padang rumput (University of Gothenburg, 6/3/2019). Jadi, curah hujan sangat mempengaruhi dampak karbon-dioksida terhadap padang rumput.

Begitu hasil riset kolaborasi ahli antara lain Associate Professor Mark. J. Hovenden dari Biological Sciences, School of Natural Sciences, University of Tasmania, Hobart, Tasmania di Australia; Sebastian Leuzinger, Ph.D, dari Auckland University fo Technology (AUT), School of Applied Science di Selandia Baru;  Simone Fatichi dari Institute of Environmental Engineering, ETH Zurich, Zurich di Swiss; Peter B. Reich dari Department of Forest Resources, University of Minnesota, St Paul, MN di Amerika Serikat; Louise C. Andresen, Ph.D, dari  Department of Plant Ecology, Justus Liebig University of Giessen, Giessen di Jerman dan Department of Earth Sciences, University of Gothenburg, Gothenburg di Swedia dan Shiqiang Wan dari College of Life Science, Hebei University, Baoding, Hebei di Tiongkok (Mark J. Hovenden et al, Nature Plants, 2019).

Mark J. Hovenden et al (2019) meneliti dan mengkaji reaksi vegetasi terhadap kenaikan level karbon dioksida di 19 lahan berbeda di Australia, Jerman, Selandia Baru, Swiss, Amerika Serikat, Tiongkok, dan negara lain. Melalui riset eksperimen-eksperiman lapangan, tim ahli itu meneliti reaksi vegetasi biomassa terhadap kenaikan konsentrasi karbon-dioksida.   “These grasslands have great importance for carbon storage. In general the response was an increase in plant growth of less than 10 per cent, but there were large variations,” ungkap Louise C. Andresen, Ph.D, peneliti pada University of Gothenburg dan satu dari peneliti studi ilmiah ini (University of Gothenburg, 6/3/2019).

Hasil riset itu dirilis oleh jurnal Nature Plants, edisi elektronik awal 2019 (Mark J. Hovenden, Sebastian Leuzinger, Paul C. D. Newton, Andrew Fletcher, Simone Fatichi, Andreas Lüscher, Peter B. Reich, Louise C. Andresen, Claus Beier, Dana M. Blumenthal, Nona R. Chiariello, Jeffrey S. Dukes, Juliane Kellner, Kirsten Hofmockel, Pascal A. Niklaus, Jian Song, Shiqiang Wan, Aimée T. Classen, J. Adam Langley, “Globally consistent influences of seasonal precipitation limit grassland biomass response to elevated CO2”, Nature Plants, 2019).

Faktor penting dalam riset iklim ialah seberapa semua ekosistem dapat mengakumulasi karbon akibat peningkatan konsentrasi atmosferik karbon dioksida. Zona-zona padang-rumput dan vegetasi serupa berperan penting dalam proses ini. Total zona padang rumput berkisar 29% permukaan lahan bukan es pada planet Bumi. Hasil riset tim ahli itu juga menemukan bahwa biomassa pada lahan musim kering sangat rendah meningkat, jika dibandingkan dengan biomassa pada lahan dengan musim hujan rendah (Science Daily, 6/3/2019).

“Vegetation on grasslands with a very wet spring season increased most with elevated carbon dioxide concentration. Elevated atmospheric carbon dioxide allows plants to save water. We found that both the extra carbon dioxide and better water household helped plants in dry ecosystems too,” papar Louise C. Andresen, Ph.D (University of Gothenburg, 6/3/2019). 

Oleh: Servas Pandur