• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Reformasi Pendidikan Untuk Bangun SDM RI

Pada Sidang Kabinet Paripurna Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2019, Senin (12/02/2018),  di Istana Negara,  Presiden RI Joko Widodo yang didampingi oleh Wapres RI Jusuf Kalla, merilis arah Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2019. “Tahapan kedua setelah pembangunan infrastruktur di kerja besar kita adalah pembangunan sumber daya manusia. Kementerian-kementerian harus mulai merancang apa yang akan dikerjakan dalam kerja besar pembangunan sumber daya manusia,” papar Presiden Widodo (PresidenRI.go.id, 12/2/2018).

Menurut Dr. Ir. Erman Suparno MBA, MSi, anggota DPR RI (1999-2004; 2004-2009) dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (5 Desember 2005-20 Oktober 2009) bahwa modal dasar tata-kelola suatu negara-bangsa secara berkelanjutan selalu berbasis kekuatan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA); SDM Negara RI memiliki titik-lemah pada keahlian dan pengetahuan; maka solusinya ialah reformasi pendidikan guna menyiapkan SDM yang memiliki keahlian, ketrampilan dan teknologi guna mengelola modal-modal SDA Negara-RI khususnya pertanian, kehutanan, kelautan, peternakan, dan perkebunan.

“Modal dasar dan pokok tata-kelola suatu negara-bangsa seperti Negara RI ialah SDM dan SDA. Negara kita memiliki kekayaan SDA sektor pertanian, kehutanan, kelautan, peternakan dan perkebunan; namun, coba cek tenaga-kerja kita bidang-bidang ini, apakah mereka tenaga-kerja profesional? Apakah mereka memiliki pengetahuan dan keahlian (skill) memadai? Ini masalah SDM kita selama ini. Sehingga pengangguran masih berkisar 7 (tujuh) juta orang; kemiskinan turun ke level 9%, tapi jumlahnya masih sekitar 20 juta orang,” papar Dr. Ir. Erman Suparno MBA, MSi, alumnus S2 dan S3 dari FISIP Universitas Indonesia (UI) dan gelar MBA dan MSi dari Institute management of Newport University di Amerika Serikat (AS) kepada Staging-Point.Com  Jumat (7/4/ 2019)  di Ruangan President Lounge, Menara Batavia. Jl. K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kamis (15/3/2018) di Jakarta, Presiden RI Joko Widodo menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 Tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). PP No.10/2018 ini berlaku sejak 6 Maret tahun 2018. Sasarannya, antara lain, tercipta tenaga kerja profesional Sumber Daya Manusia (SDM) Negara RI, yang terampil, ahli, dan memiliki kompetensi daya-saing global serta memudahkan kerjasama dengan badan sejenis negara lain dalam rangka membangun saling-pengakuan kompetensi tenaga kerja masing-masing negara.

Kamis (16/8/2018) di depan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2019:APBN untuk Mendukung Investasi dan Daya Saing melalui Pembangunan Sumber Daya Manusia” (PresidenRI.go.id, 17/8/2018).

“Dalam periode 2014-2019, Pemerintah juga melakukan investasi melalui LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dengan memberikan beasiswa kepada sekitar 27 ribu mahasiswa dari seluruh pelosok Tanah Air untuk melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Perguruan Tinggi terbaik di dalam negeri maupun di luar negeri, serta membiayai 123 kontrak riset terpilih. Selain itu, juga ditujukan untuk membangun 1.407 ruang praktik SMK dan bantuan pelatihan atau sertifikasi 3.000 mahasiswa, memperkuat program vokasi yang lebih masif dan terintegrasi lintas kementerian, serta pembangunan sarana kelas dan laboratorium di 1.000 pondok pesantren,” papar Presiden RI Joko Widodo (PresidenRI.go.id, 17/8/2018).

Dr. Erman Suparno melihat strategi pembangunan SDM Negara-RI harus dimulai dari reformasi pendidikan yang dapat mencerdaskan kehidupan Bangsa dan mensejahterakan Rakyat Negara RI sesuai amanat Pembukaan UUD 1945.

“Pembangunan SDM Negara-RI harus kita mulai dari reformasi sektor pendidikan kita sejak usia dini hingga perguruan tinggi; meskipun kita memiliki hampir 5 ribu perguruan tinggi dan bonus demografi, namun out-put-nya tidak optimal di lapangan kerja; misalnya, banyak SDM bekerja tidak sesuai dengan jurusannya saat kuliah; tradisi perguruan tinggi hanya tes masuk, kuliah hanya mengejar target SKS, dan wisuda; para siswa atau mahasiswa/i kurang dilatih dan dididik keahlian, pengetahuan dan teknologi memecahkan masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan. Solusinya, perguruan tinggi bekerjasama dengan sektor industri dan jasa penyedia lapangan kerja serta Pemerintah guna menyiapkan SDM Bangsa kita yang memiliki keahlian, pengetahuan dan teknologi guna mengelola modal-modal SDA Negara-RI,” ungkap Dr. Erman Suparno, alumnus Teknik Sipil dari Universitas Muslim Indonesia tahun 1986. 

Oleh: Fens Alwino (Jakarta)