• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Strategi Ekonomi Milenial Berakar Budaya Bangsa

Rabu (20/2/2019) pada Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Balai Latihan Kerja (BLK) Tahap I Tahun 2019 di Puri Agung, Hotel Grand Sahid Jaya (Jakarta Pusat), Presiden RI Joko Widodo merilis data program Balai Latihan Kerja (BLK) dan bonus demografi Negara RI. 

“Mengenai BLK Komunitas, kita ini telah mencoba untuk memulai dengan jumlah yang sangat sedikit, hanya 50 di 2017...2018, oke tambah lagi menjadi 75. .. kemudian tahun ini (2019, red) kita akan bangun insyaallah 1.000 BLK Komunitas. ..kita nanti di 2025-2030 ini memiliki yang namanya bonus demografi....Tapi jangan sampai yang produktif ini, tidak memiliki keterampilan yang memiliki kualifikasi yang baik. Jadi, tujuan dari BLK Komunitas itu ke sana,” papar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 20/2/2019).

Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) (2011-2016) melihat bahwa tantangan sosial-ekonomi Negara RI jelang dan pasca Pemilu tahun 2019 ialah ketersediaan lapangan kerja bagi generasi milenial yang sangat siginifikan jumlahnya dalam struktur demografi Bangsa Indonesia saat ini dan ke depan; karena itu, Pemerintah (Negara) harus aktif menyediakan lapangan kerja dan strategi ekonomi generasi milenial yang berakar pada budaya Bangsa untuk kesejahteraan Rakyat dan keadilan sosial.

 

“Tantangan ekonomi kita jelang dan pasca Pemilu ialah ketersediaan lapangan kerja bagi generasi milenial; karena kita belum banyak menggunakan jasa SDM generasi milenial yang sangat siginifikan pertumbuhannya dalam struktur demografi Bangsa Indonesia saat ini; maka Pemerintah (Negara) harus terlibat aktif memberdayakan ekonomi generasi milenial dalam suatu strategi sosial-ekonomi milenial yang berakar pada budaya bhinneka Bangsa Indonesia,” papar Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, alumnus S-1 Fakultas Teknik Universitas Indonesia (1979), CES dari Ecole Nationale des Travaux Publics de l'Etat (ENTPE) (1981-1982) di Paris (Perancis), dan S2 (DEA) dan S3 (doktor) dari École Centrale Paris (1982-1986) di Perancis, kepada Staging-Point.Com (5/4/2019) di Ruangan President Lounge, Menara Batavia. Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

 

Lebih rinci Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji menguraikan strategi ekonomi milenial berbasis budaya Bangsa Indonesia. “Strategi ekonomi milenial harus dimulai oleh Pemerintah (Negara) dari pemberdayaan sosial-ekonomi generasi milenial berakar pada budaya Bangsa Indonesia sendiri. Dasar dan arahnya yaitu (1) generasi milenial sudah terkoneksi dengan pelbagai varian-varian pilihan kultur dan peradaban dunia; (2) generasi milenial tidak boleh menjadi korban permainan orang luar (asing) di Negara RI; (3) Bangsa Indonesia sangat majemuk dan menghargai perbedaan; sehingga pembangunan ekonomi berbasis budaya-budaya Bangsa dapat menghasilkan pemerataan sosial-ekonomi; (4) ciri khas ke-Indonesia-an harus tampil dalam produk-produk ekonomi milenial kita; sehingga daya saing produk kita lebih tinggi karena memiliki ciri budaya khas Bangsa Indonesia; sentuhan budaya menjadi ciri pembeda produk-produk Bangsa kita dari produk negara lain; (5) generasi milenial tetap menghayati, merawat, dan berakar pada budaya-budaya Bangsa Indonesia; (6) generasi milenial tetap merawat sumber-sumber alam lokal sebagai bahan baku bagi produk-produk Bangsa Indonesia. Ini dasar dan arah strategi ekonomi milenial yang berakar pada budaya bhinneka kita dan sumber-sumber alam Negara RI,” ungkap Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji.

 

Senin pagi (18/12/2017) pada acara Entrepreneurs Wanted! (EW!) di  Gedung Sasana Budaya Ganesha Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Presiden RI Joko Widodo merilis peluang digital-economy lima tahun ke depan bagi generasi milenial. “Ke depan digital economy memberikan kesempatan kepada anak muda. Lima tahun ke depan ada peluang 130 miliar dolar AS di Negara kita,” papar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 18/12/2017). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS, 2018), jumlah generasi milineial (lahir stahun 1983-2000/2001) Negara RI mencapai 90 juta jiwa. Jumpah penduduk usia 20-40 tahun (produktif) Negara RI tahun 2020 berkisar 83 juta jiwa atau 34% dari total 274 juta jiwa penduduk RI.

 

Senin (12/11/2018) pada acara Silaturahmi dengan Peserta Kongres Indonesia Millennial Movement Tahun 2018di Istana Kepresidenan Bogor (Jawa Barat), Presiden RI Joko Widodo merilis ke-bhinneka-an Bangsa Indonesia. “Indonesia juga sama seperti negara-negara lain, hanya bedanya negara kita ini berbeda-beda, negara kita ini warna-warni, negara kita ini beraneka ragam. Berbeda suku, berbeda agama, berbeda ras, berbeda adat, berbeda tradisi. Beda dengan negara-negara lain yang hidup di satu daratan. Kita ini hidup di 17.000 pulau, 514 kabupaten dan kota, 34 provinsi, tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” papar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 12/11/2018). ***

Oleh: Fens Alwino (Jakarta)