• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


4 Nilai Strategis Pembangunan Infrastruktur Negara RI

Kamis pagi (16/8/2018) di Depan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Dewan Perwakilan Daerah di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara (Jakarta Pusat), Presiden RI Joko Widodo merilis data pembangunan infrastruktur 4 (empat) tahun terakhir.

“Tol laut terus kita kuatkan konektivitasnya dengan pembangunan dan pengembangan pelabuhan, yang dari tahun 2015 sampai 2017 sudah mencapai 477 lokasi. Antara tahun 2015 sampai 2017, sudah terbangun jalur kereta api yang panjang akumulatif-nya sekitar 369 kilometer spoor rel kereta, sudah terbangun 11 bandara baru, dan 397 kilometer jalan tol yang sudah operasional. .. Begitu juga saat Pemerintah membangun waduk, bendungan, dan irigasi agar petani-petani di seluruh Indonesia dapat melakukan panen lebih dari satu kali, yang akan membantu Bangsa Indonesia mencapai ketahanan pangan,” papar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 16/8/2018). 

Menurut Dr. Ir. Putut Marhayudi MM, Kepala Subdirektorat Penyiapan Kebijakan Investasi Infrastruktur, Direktur Bina Investasi infrastruktur Dirjen (Direktorat Jenderal) Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) bahwa empat sasaran strategis dapat diraih dari pembangunan infrastruktur dan Visi Indonesia 2045 di Negara RI akhir-akhir ini yakni nilai dan manfaat sosial dan ekonomi untuk Rakyat, nilai dan manfaat lingkungan, serta daya-saing Negara RI sejak awal abad 21.

“Pemerintah RI telah merilis Visi Indonesia 2045 dalam tiga tahap, tahab ke-1 2015-2025, tahap ke-2 2025-2035 dan tahap ke-3 2035-2045; fondasi dari ketiga tahapan ini ialah pembangunan infrastruktur. Sejumlah sasaran dan nilai strategis dapat diraih dari pembangunan infrastuktur saat ini yakni (1) meningkatkan daya-saing Bangsa dan Negara RI sebagai negara maju dengan negara-negara lain; (2) secara sosial, membangun konektivitas masyarakat Bangsa Indonesia; konektivitas antar-wilayah Negara RI untuk persatuan Bangsa Indonesia; penguatan maritim dan mengurangi kesenjangan antar-wilayah Negara RI; (3) secara ekonomi,  meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui pertanian, industri, dan jasa produktif. Selain itu juga untuk meningkatkan ketahanan pangan, dan energi; dan (4) sisi lingkungan, antara lain, arsitektur ramah-lingkungan dan mengolah kembali limbah konstruksi  melalui sistem beton pracetak,” papar Dr. Ir. Putut Marhayudi MM menyelesaikan S2 Master of Bussines Administration di Washington University, Amerika Serikat (AS) dan S3 Pengelolaan SDA dan Lingkungan di Institut Pertanian Bogor (IPB) kepada Staging-Point.Com, Sabtu (13/4/2019) di Lt. 10 Gedung Psikologi Universitas Persada Indonesia, Jln. Diponegora, Jakarta Pusat.

Senin (27/3/2017) pada Rapat Kerja Nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Ballroom Hotel The Ritz Carlton (Jakarta), Presiden RI Joko Widodo merilis tiga tahapan pembangunan nasional menuju Visi Indonesia 2045. “Tahapan pertama pembangunan infrastruktur ini betul-betul harus fokus dan kita selesaikan. Dengan inilah kita bisa memperkuat daya saing kita. Biaya logistik dan transportasi akan jauh lebih murah sehingga nantinya harga-harga juga bisa bersaing dengan produk-produk dari luar,” papar Presiden RI Joko Widodo (PresidenRI.go.id, 27/3/2017).

Dr. Ir. Putut Marhayudi MM melihat bahwa tantangan pembangunan infrastruktur di Negara RI saat ini terutama pembebasan lahan. “Satu dari tantangan pembangunan infrastruktur di Negara RI selama ini ialah pembebasan lahan untuk kepentingan umum. Akibatnya, proses pekerjaannya menjadi lebih lama. Solusinya ialah pendekatan kemanusiaan yang adil dan beradab; misalnya pemberian kompensasi yang adil bagi Rakyat, sehingga warga pemilik lahan puas dan Pemerintah puas. Sedangkan peluang bisnis infrastruktur kini dan ke depan ialah sektor beton pra-cetak; pasar Negara RI membutuhkan sekitar 40% beton pra-cetak; yang baru terlayani sekitar 15%,” ungkap Dr. Ir. Putut Marhayudi MM.

Jumat (4/1/2019) di Alun-alun Trenggalek (Jawa Timur), Presiden RI Joko Widodo merilis arah penggunaan Dana Desa Tahun 2019 dan realisasi Dana Desa tahun 2015-2018. “Dari Rp 187 triliun (tahun 2015-2018, red) yang telah disalurkan kepada Dana Desa di seluruh Tanah Air, telah terealisasi, jadi yaitu jalan desa sebanyak 191.000 kilometer jalan desa, posyandu ada 24.000 posyandu yang telah diselesaikan, PAUD ada 50.000 PAUD yang telah selesai dari Dana Desa, pasar desa ada 8.900 pasar desa. Pasar desa itu penting sehingga produk-produk petani, produk-produk nelayan bisa masuk ke sana dan bisa dijual baik ke kota, baik juga kepada konsumen langsung. Irigasi ada 58.000 irigasi yang telah dibangun dari Dana Desa di seluruh Tanah Air. Embung ada 4.100 embung yang telah dibangun dari Dana Desa,” papar Presiden RI Joko Widodo (Humas Setkab RI, 4/1/2019).

Oleh: Fens Alwino (Jakarta)