• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Jejak Sejarah Pengaruh Manusia Terhadap Alam

Jejak pengaruh manusia terhadap alam di planet Bumi, sangat tua dan mendalam, yang dapat ditemukan pada fosil-fosil tulang binatang, kerang, sisik dan tanduk di situs arkeologi. Fosil-fosil di bebagai situs arkeologi dapat mengisahkan jejak pengaruh manusia terhadap lingkungan selama ribuan tahun. Misalnya, jejak manusia berburu, memelihara dan mengangkut satwa liar, mengubah lansekap dan menghadapi perubahan-perubahan alam seperti perubahan suhu dan permukaan laut. Kini jejak-jejak itu tersedia secara digital melalui platform data akses terbuka baru  ZooArchNet, yang menyediakan catatan jejak hewan di seluruh database biologis dan arkeologis (Florida Museum of Natural History, 13/5/2019).

“Making these specimen records accessible digitally helps provide a long-term perspective on current biodiversity crises, such as animal extinction and habitat loss, and could lead to more informed conservation policies.... If we're interested in really understanding the long history of human-animal interactions and environmental change, these records are key". "They fill a gap between paleontological and modern records and reconstruct biodiversity baselines from the earliest periods of human history,” ungkap Michelle LeFebvre, postdoctoral associate pada Florida Museum of Natural History dan penulis utama studi ZooArchNet (Florida Museum of Natural History, 13/5/2019).

ZooArchNet menghubungkan data biologis spesimen hewan purba di VertNet dan database keanekaragaman hayati lainnya dengan informasi arkeologis terkait dalam database budaya seperti Open Context. Koneksi interdisipliner ini memungkinkan penelitian keanekaragaman hayati yang kaya data penting untuk memahami dampak pengaruh manusia terhadap lingkungan (Science Daily, 13/5/2019).

“Factoring that history into current studies of biodiversity can provide ancient lessons about how and why people make certain decisions about using their environment. Why do people hunt some animals to extinction and domesticate others? What motivates them to shift from sustainable environmental uses to ones that decimate landscapes? The human component provides that side of the equation - an essential piece of the puzzle when trying to solve modern environmental problems,” papar Kitty Emery, co-principal investigator ZooArchNet dan associate curator akeologi lingkungan pada Florida Museum of Natural History (Florida Museum of Natural History, 13/5/2019).

Studi ilmiah tim ahli itu melibatkan co-author Wallis, Laura Brenskelle dan Jessica King dari  Florida Museum, John Wieczorek dari Museum of Vertebrate Zoology pada University of California, Berkeley, Sarah Whitcher Kansa  dari Open Context dan  Archaeological Research Facility pada UC Berkeley dan  Eric Kansa dari Open Context. Hasil studi ilmiah itu dirilis oleh jurnal PLOS ONE edisi 2019 (Michelle J. LeFebvre, Laura Brenskelle, John Wieczorek, Sarah Whitcher Kansa, Eric C. Kansa, Neill J. Wallis, Jessica N. King, Kitty F. Emery, Robert Guralnick, “ZooArchNet: Connecting zooarchaeological specimens to the biodiversity and archaeology data networks”, PLOS ONE, 2019).

Studi ilmiah ZooArchNet itu didanai oleh University of Florida Office of Research,  UF Informatics Institute dan Florida Museum. VertNet mendapat dana dari National Science Foundation. Open Context didukung oleh Alexandria Archive Institute dengan data arsip dan jasa-jasa preservasi dari  University of California yang didanai oleh National Endowment for the Humanities dan sponsor lainnya di Amerika Serikat (Science Daily, 13/5/019). 

Oleh: Servas Pandur