• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Bahan Pupuk Dari Limbah Air Susu Sapi

Tim ilmuwan Michael "Iggy" Litaor et al (2019) di Tel Hai College dan MIGAL Institute di Israel membuat pupuk fosfor (phosphorus fertilizer) dari air limbah susu (dairy wastewater). Tim ilmuwan itu mengambil unsur-unsur air limbah (wastewater) yang berkarakter tidak umum atau lazim dan menggunakan sisa-sisa makanan yang berasal dari proses membersihkan air minum yang mengandung unsur aluminium (American Society of Agronomy, 15/5/2019).

“The material left after purification, called aluminum water treatment residue, is normally taken to a landfill to be buried. We changed this material by mixing it with dairy wastewater rich with phosphorus and organic matter. We then found it can be just as good as common fertilizers,” ungkap Michael “Iggy” Litaor, ketua tim riset itu (Kaine Korzekwa / Crop Science Society of America, 13/5/2019).

Dalam studinya, Litaor dan timnya mencampur residu pengolahan air aluminium dengan air limbah susu. Air limbah susu berasal dari limbah mencuci ambing sapi sebelum diperah dan dari pendinginan sapi selama musim panas. Unsur-unsur limbah ini mengandung banyak fosfor karena deterjen yang digunakan saat membersihkan kandang sapi dan limpasan urin sapi. Campuran limbah ini menjadi pupuk (fertilizer) melalui proses kimiawi. Reaksi-reaksi kimia terjadi antara fosfor, aluminium, dan bahan organik, yang menghasilkan potensi pupuk. Litaor dan timnya kemudian menaruh potensi pupuk dalam selada untuk melihat hasil kerjanya. Hasilnya, Litaor dan timnya menemukan potensi pupuk itu sama seperti pupuk biasa (American Society of Agronomy, 15/5/2019).

“This experiment clearly showed that we can use aluminum refuse to recapture phosphorus from dairy wastewater and use it as fertilizer. We showed that the water treatment residue can take phosphorus from the wastewater and put it in soil that doesn't have much phosphorus. This may offset somewhat the mining of this non-renewable resource,” papar Michael “Iggy” Litaor (Kaine Korzekwa / Crop Science Society of America, 13/5/2019).

Manfaat riset Michael "Iggy" Litaor dan koleganya dapat melampaui daur ulang unsur limbah. Karena menggunakan terlalu banyak pupuk yang tersedia secara komersial di ladang, dapat merusak kualitas air di sekitarnya. Jika metode pembuatan pupuk ini dipraktikkan secara luas, Litaor melihat kemungkinan membangun tanaman di samping perusahaan susu dengan banyak sapi. Karena limbah air susu sapi dapat memberi banyak pasokan fosfor (American Society of Agronomy, 15/5/2019).

Perusahaan dapat mengolah sisa-sisa pengolahan air susu sapi untuk menghasilkan pupuk. Metode ini dapat digunakan oleh peternakan besar atau dijual ke pihak lain. Tahap penelitian lanjutan adalah meneliti penggunaan sisa pengolahan air yang mengandung zat besi, karena banyak tanah juga kekurangan unsur ini. Bahan pupuk juga tidak mengandung bahan hormon dan antibiotik (American Society of Agronomy, 15/5/2019).

“I also want to find an investor who will support us taking this idea to the marketplace. After many years of research on phosphorus in wetlands, streams, and rivers, I decided to look for an efficient means to recycle the element using wastes we were already producing,” ungkap Litaor. Hasil riset ini telah dirilis oleh jurnal Soil Science Society of America Journal. Riset dan studi ilmiah Litaor dan koleganya didukung oleh United States-Israel Binational Agricultural Research and Development Fund dari Amerika Serikat dan Israel Department of Agriculture dari Israel (American Society of Agronomy, 15/5/2019). 

Oleh: Servas Pandur