• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Peluang & Tantangan Program Kuliah Napi

Para nara-pidana (napi) di penjara, membutuhkan waktu lebih lama daripada mahasiswa/i umumnya untuk penyelesaikan karya atau studi ilmiah (coursework); upaya program kelas perguruan tinggi berbasis penjara agar napi peserta program dapat meraih gelar dan berkarya produktif dan kreatif pasca pembebasannya, mungkin dapat berhasil, namun menghadapi banyak hambatan atau kendala. Begitu hasil riset Profesor Lois M. Davis, PhD, et al (2018) asal RAND Corporation dan RTI International di Amerika Serikat (AS) yang meneliti selama 5 (lima) tahun sejak 20153 program pendidikan kelas perguruan tinggi berbasis penjara di North Caroline, AS (RAND Corporation, 22/5/2019).

“The program we evaluated was given high marks by both the participants and the prison officials who were involved. But an overarching lesson is that it takes time to implement a prison and community-based program that has many partners and targets a population that has diverse needs,” ungkap Lois Davis, ketua penulis studi ilmiah itu dan peneliti senior bidang kebijakan pada organisasi riset nirlaba RAND Corporation di Amerika Serikat (RAND Corpoation, 22/5/2019).

Beberapa tahun belakangan ini, program kelas perguruan tinggi (college) berbasis penjara berkembang di Amerika Serikat. Targetnya, pengurangan residivisme dan meningkatkan peluang sosial-ekonomi para napi pasca pembebasannya dari penjara (Phys.org, 22/5/2019) Misalnya, RAND Corporation (2018) memperbarui dan memperluas kajian awalnya (Lois M. Davis, Robert Bozick, Jennifer L. Steele, Jessica Saunders, Jeremy N. V. Miles, Evaluating the Effectiveness of Correctional Education : A Meta-Analysis of Programs That Provide Education to Incarcerated Adults, RAND Corp, 2013) tentang  efektivitas program pendidikan sosial-ekonomi para napi.

Hasil riset dan kajian RAND Corporation itu menemukan bahwa napi peserta program ini memiliki peluang pengurangan sekitar 13 poin persentase risiko kembali ke penjara (residivis) dan tiap investasi 1 (satu) dollar AS investasi pada program pendidikan ini dapat mengurangi biaya penahaman masa datang sebesar 4 (empat) – 5 (lima) dollar AS. Proyek riset ini didukung oleh Laughing Gull Foundation dan Vera Institute of Justice di Amerika Serikat.  (RAND Corporation, 22/5/2019).

Studi ilmiah itu mengkaji program pendidikan Pathways from Prison to Postsecondary Education tahun 2013 di penjara negara bagian North Caroline, Amerika Serikat. Program ini didukung oleh sejumlah lembaga di Amerika Serikat. Penjara itu menawarkan napi program kelas perguruan tinggi (college classes) selama 2 (dua) tahun terakhir masa penahanannya. Targetnya, para napi peserta program itu dapat meraih gelar atau sertifikat.

Program pendidikan napi itu diikuti oleh sekitar 201 siswa napi pada 6 (enam) penjara; para siswa (napi) diajarkan oleh instruktur dari perguruan tinggi setempat. Sebanyak 150 peserta menyelesaikan program itu dan beralih ke kelas-kelas community colleges jika mereka telah dibebaskan dari penjara (tahanan). Peserta harus setuju dibebaskan dari penjara dan masuk ke satu dari komunitas pendidikan di North Caroline (Amerika Serikat)—jasa pendukung membantu transisi peserta ke community colleges di North Caroline, Amerika Serikat.

Tim peneliti RAND dan RTI mengkaji kadar keberhasilan dan adopsi program para napi ini dengan mewawancara lebih dari 70 pemangku-kepentingan, partisipan dan staf program guna mendapatkan data. Hasil evaluasinya, antara lain, program itu masuk akal dari sisi pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM); namun, kurang ideal karena peserta tidak dekat dengan dukungan keluarga.

Tim peneliti RAND dan RTI juga mengajukan usul bahwa peserta program memiliki waktu lebih lama guna meraih gelar atau sertifikat pendidikan umumnya sebelum dibebaskan dari penjara dan memudahkan peserta mengikuti pendidikan paruh waktu jika peserta telah dibebaskan dari penjara; peserta pendidikan berbasis masyarakat juga sebaiknya tinggal dekat dengan keluarganya atau dukungan lainnya; perguruan tinggi dan penyedia pendidikan berbasis masyarakat menjadi bagian dari perencanaan (RAND Corporation, 22/5/2019). 

“The North Carolina Pathways Program offers valuable insights into the success and challenge of implementing a prison-based postsecondary education program intended to help participants continue their education upon release. These lessons can help guide other states that want to undertake such efforts,” ungkap Michelle C. Tolbert, co-author studi ilmiah itu dan peneliti pada RTI International, lembaga riset nirlaba di North Caroline, Amerika Serikat (RAND Corporation, 22/5/2019). 

Oleh: Servas Pandur