• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Ammonium Sumber Nitrogen Awal Kehidupan Di Bumi

Profesor Aubrey Lea Zerkle, ahli ilmu Bumi pada School of Earth and Environmental Sciences di University of St Andrews, Amerika Serikat (AS) memimpin satu tim ilmuwan antar-negara—asal University of St. Andrews, Syracuse University and Royal Holloway, dan University of London—menemukan satu sumber makanan awal kehidupan di planet Bumi. Hasil riset ini dirilis oleh jurnal Nature Geoscience, 2019 (J. Yang, C. K. Junium, N. V. Grassineau, E. G. Nisbet, G. Izon, C. Mettam, A. Martin, A. L. Zerkle, “Ammonium availability in the Late Archaean nitrogen cycle,”, Nature Geoscience, 2019).

Tim ahli itu menyingkap pasokan unsur-unsur nitrogen dan fosfor yang secara langsung berdampak terhadap pertumbuhan atmosfer kaya oksigen dan kunci evolusi kehidupan awal di planet Bumi. Kehidupan di Bumi bergantung pada ketersediaan unsur-unsur pokok seperti nitrogen dan fosfor (Syracuse University, 21/5/2019).

Unsur-unsur nutrisi tersebut di atas, terdapat di mana-mana untuk semua kehidupan, yang berguna bagi pembentukan DNA (deoxyribonucleic acid), cetak biru kehidupan, protein—mesin hayat di Bumi. Unsur-unsur ini awalnya bersumber dari batuan dan atmosfer, sehingga ketersediaannya untuk kehidupan, telah berfluktuasi bersamaan dengan perubahan signifikan kimia lingkungan permukaan bumi dari waktu ke waktu-geologis (Science Daily, 21/5/2019).

Perubahan sangat dramatis dalam sejarah kehidupan di planet Bumi, terjadi usai evolusi fotosintesis oksigen. Evolusi ini menghasilkan perubahan mendasar di planet Bumi dengan menyediakan sumber karbon untuk biosfer dan dan sumber oksigen ke atmosfer; evolusi ini mencapai puncaknya dalam Peristiwa Oksidasi Besar (Great Oxidation Event / GOE) sekitar 2,3 miliar tahun silam (Science Daily, 21/5/2019).

Meskipun nutrisi sangat penting bagi kehidupan di planet Bumi, ketersediaan nitrogen dan fosfor pada fase pra-GOE tidak banyak dipahami, khususnya pasokan unsur-unsur ini mendorong dan / atau merespons oksigenasi planet. Tim peneliti itu menggunakan sampel batuan-batuan awet (well-preserved rocks) yang merupakan bukti awal fotosintesis oksigen 2,7 miliar tahun silam. Tim peneliti meriset dan mengkaji siklus nitrogen awal Bumi untuk mengurai umpan-balik tahap awal oksigenasi di planet Bumi (Science Daily, 21/5/2019).

Sampel batuan itu menunjukkan bukti langsung pertama dari pembentukan kumpulan besar ammonium di lautan sebelum GOE. Ammonium ini menyediakan sumber nitrogen yang cukup untuk bahan bakar biosfer awal dan produksi oksigen di planet Bumi. “Today we think of ammonium as the unpleasant odor in our cleaning supplies, but it would've served as an all-you-can-eat buffet for the first oxygen-generating organisms, a significant improvement on the dumpster scraps they relied on earlier in Earth's history,” ungkap ketua tim peneliti Profesor Aubrey Lea Zerkle asal School of Earth and Environmental Sciences di  University of St Andrews (Syracuse University, 21/5/2019).

Selain membantu para ilmuwan lebih memahami peran siklus nitrogen dalam oksigenasi global, penemuan baru ini juga menyediakan umpan-balik nutrisi lainnya selama evolusi kehidupan awal di planet Bumi. “There is precious little rock available from this time interval that is suitable for the type of analyses we performed. Most rocks that are this old have been deformed and heated during 2.7 billion years of plate tectonic activity, rendering the original signals of life lost....It is becoming ever more clear that the game of nutrient limitation has tipped back and forth through Earth's history as life has evolved and as conditions have changed,” ungkap ahli geologi Christopher Junium, associate professor ilmu Bumi di College of Arts and Sciences, Amerika Serikat (Syracuse University, 21/5/2019).

Riset itu juga menemukan bahwa bukti oksigenasi atmosfer yang penting, tidak muncul hingga 400 juta tahun kemudian; artinya, beberapa nutrisi lain, seperti fosfor, tentu sangat penting dalam menentukan kecepatan evolusi di planet Bumi. Riset itu didukung oleh Natural Environment Research Council Standard Grant dan U.S. National Science Foundation di Amerika Serikat (Syracuse University, 21/5/2019). 

Oleh: Servas Pandur