• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


25 Tes-Lab Medis Di Seluruh Dunia

Profesor Susan Horton, ahli kesehatan masyarakat pada University of Waterloo di Ontario, Kanada, dan koleganya (2019) meneliti dan mengkaji 25 tes-lab diagnosa sangat umum atau teratas pada lima rumah-sakit dari level menengah-bawah hingga level tinggi di Kenya, India, Nigeria, Malaysia dan Amerika Serikat. Sebanyak dua rumah sakit swasta dan 3 rumah sakit Pemerintah. Hasil riset ini sangat bermanfaat bagi Pemerintah khususnya untuk mengetahui dan memilih tes lab diagnosa yang sangat penting dalam rangka menyediakan sistem pelayanan kesehatan masyarakat (University of Waterloo, 22/5/2019).

“As countries around the world attempt to implement universal health coverage, their health care systems will require better, affordable and effective laboratory tests to guide diagnosis and treatment. One important implication is that the new Essential Diagnostics List issued by the World Health Organization (WHO) in 2018 is likely to be a powerful tool -- and given that most of the tests on our top 25 list were also included on the WHO list, these findings have the potential to inform plans for universal health coverage,” ungkap Profesor Susan Horton (University of Waterloo, 22/5/2019).

 Profesor Susan Horton et al (2019) menemukan bahwa tes lab diagnostik sama di seluruh dunia. Meskipun rumah-sakit pada kelima negara yang diteliti itu, berbeda dalam hal sistem kesehatan, level kelengkapan atau kemiskinan, dan prevelanse penyakit. Hasil riset itu dirilis oleh jurnal American Journal of Clinical Pathology edisi Mei 2019 (Susan Horton, Kenneth A Fleming, Modupe Kuti, Lai-Meng Looi, Sanjay A Pai, Shahin Sayed, and Michael L Wilson, “The Top 25 Laboratory Tests by Volume and Revenue in Five Different Countries," American Journal of Clinical Pathology, 2019).

Tim peneliti itu membandingkan volume tes lab dan harganya. Hasilnya, tim peneliti menemukan bahwa tes lab yang sama sudah lazim pada rumah-sakit ke lima negara tersebut. Untuk biaya atau harga jenis tes lab di setiap rumah sakit, para peneliti membandingkan tes biokimia sangat umum (glukosa darah), tes hematologi sangat umum (CBC), tes mikrobiologi sangat umum (kultur urin), dan tes histopatologi secara keseluruhan (bedah).

Hasil riset itu menemukan bahwa alaupun harga relatif bervariasi, harga tes biokimia paling rendah di setiap rumah sakit; harga tes hematologi dan mikrobiologi sekitar tiga kali lebih tinggi, dan harga tes histopatologi sekitar 15 kali lebih tinggi dari harga tes biokimia. .
Dalam hal volume, empat dari lima tes paling umum, sama pada empat rumah sakit, dan rumah sakit kelima memiliki tiga yang sama (University of Waterloo, 22/5/2019).

“Even though poorer countries have many more infectious diseases, while richer ones suffer more from non-communicable diseases like stroke, diabetes and heart conditions, the patterns of tests were surprisingly similar across these countries.The interpretation is that human biology is similar across the globe, which affects the type of tests needed,” ungkap Profesor Susan Horton, peneliti utama dari studi ilmiah itu (University of Waterloo, 22/5/2019).

Tim peneliti itu juga menemukan bahwa tes diagnosa TB hanya muncul pada 25 tes-lab teratas atau paling atas di satu rumah sakit, meskipun ada prevalensi penyakit ini di beberapa negara. Para peneliti itu memperkirakan bahwa tes tersebut dilakukan di luar sistem rumah sakit, seperti fasilitas khusus TB (University of Waterloo, 22/5/2019).

 

 

Oleh Servas Pandur