• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Data Zona Tropis Pasifik Kunci Perkiraan Suhu Bumi

Panas planet Bumi akhir-akhir ini meningkat. Begitu pula pemanasan Bumi karena efek rumah kaca akibat ulah-manusia, meningkat. Panas Bumi pada dekade-dekade mendatang, masih menunjukan ketidakpastian relatif besar. Perubahan-perubahan alam skala besar pada zona tropis Pasifik adalah kunci keberhasilan memperkirakan iklim planet bumi (Helmholtz Centre for Ocean Research Kiel (GEOMAR); Science Daily, 21/5/2019).

Begitu hasil riset dan kajian tim ahli dan peneliti asal Jerman dan Australia yang dipimpin oleh tim ahli asal GEOMAR Helmholtz Centre for Ocean Research Kiel, Jerman. Kesimpulan riset itu mengusulkan, perlunya lebih  banyak data observasi tentang iklim di zona tropis Pasifik (Helmholtz Centre for Ocean Research Kiel (GEOMAR), 21/5/2019). Secara khusus perubahan-perubahan iklim alamiah sangat kuat di zona tropis Pasifik dalam skala waktu dekade atau puluhan tahun adalah kunci bagi perkembangan iklim planet Bumi pada masa-masa akan datang. “We know about strong natural climatic variations in the tropical Pacific for a long time. Furthermore, climate forecasts on time scales of decades show a relatively large spread. In our study, we wanted to find out to what extent there is a connection,” papar Dr. Mohammad Hadi Bordbar dari GEOMAR Helmholtz Centre for Ocean Research Kiel, ketua studi ilmiah itu (Helmholtz Centre for Ocean Research Kiel (GEOMAR), 21/5/2019).

Hasil penelitian tim ahli itu dirilis oleh jurnal Nature Communications edisi Mei 2019 (Mohammad Hadi Bordbar, Matthew H. England, Alex Sen Gupta, Agus Santoso, Andréa S. Taschetto, Thomas Martin, Wonsun Park, Mojib Latifm, “Uncertainty in near-term global surface warming linked to tropical Pacific climate variability”, Nature Communications, 2019).

Tim riset itu juga melibatkan ahli asal University of New South Wales (Australia) dan merancang studi ilmiah dengan tiap model iklim berbeda. Tim peneliti itu memulai simulasi-simulasi model dengan berbagai kondisi awal yang  mencerminkan perubahan-perubahan alami di wilayah tropis Pasifik. “The results clearly show that a
significant fraction of the large spread in climate forecasts has its origins in this region,” papar Profesor Dr. Matthew England asal University of New South Wales (Helmholtz Centre for Ocean Research Kiel (GEOMAR), 21/5/2019).

Menurut tim peneliti itu, informasi lebih lengkap tentang keadaan awal lautan, khususnya data bawah permukaan laut, secara signifikan dapat meningkatkan perkiraannya. “In the scenario we studied, the predicted spatial patterns of surface temperatures are very dependent on the initial state of the Pacific Ocean.  The available observation data  from the Pacific are in many areas only patchy, therefore, the results of the various simulations show such a strong spread,” ungkap Prof. Dr. Mojib Latif asal GEOMAR, co-author studi ilmiah itu (Helmholtz Centre for Ocean Research Kiel (GEOMAR), 21/5/2019).

Oleh: Servas Pandur