• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Ukur Varian CO2 Langka Dengan Laser Spektroskopi

Kini untuk pertama kalinya, 4 (empat) varian molekul langka CO2 (karbon-dioksida) dapat diukur secara simultan dan sangat tepat (exteme precision) dengan menggunakan satu alat laser baru (novel laser instrument) yakni cepis pengukur berbasis laser-spektroskopi (laser-spectroscopy). Jenis geothermometer baru ini sangat berguna bagi riset-riset ilmiah misalnya penelitian kondisi-kondisi iklim dalam rentang sejarah planet Bumi (University of Heidelberg, 20/5/2019).

Cepis baru geothermometer itu diciptakan dan dikembangkan oleh Ivan Prokhorov, Tobias Kluge, peneliti pada Heidelberg University di Jerman, Dr. Christof Janssen dari French National Centre for Scientific Research (CNRS) di Paris (Perancis)--riset kolaborasi ahli asal Jerman dan Perancis bersama ahli fisika lingkungan asal Universitas Heidelberg (Jerman). Hasil riset dan penemuan tim ahli itu dirilis oleh jurnal  Scientific Reports, edisi Mei 2019 (Ivan Prokhorov, Tobias Kluge, Christof Janssen, “Optical clumped isotope thermometry of carbon dioxide”, Scientific Reports, 2019).

“This method has therefore proven to be a particularly robust and unique physical thermometer in geophysics and climatic research. We are already looking towards the future and working on developing ways to measure even rarer and so far inaccessible isotope variants, enabling quantitative measurement of even more complex biogeochemical processes,” ungkap Dr. Tobias Kluge, ahli fisika isotopologi di Institute of Environmental Physics, Heidelberg University (University of Heidelberg, 20/5/2019).

Cepis baru itu membuka peluang pengukuran suhu selama pembentukan karbonat-karbonat pengikat CO2 dan fosil-fosil karbonat yang benar-benar independen dari parameter-parameter lainnya. Penemuan baru ini juga sangat bermanfaat. Karena saat ini, sains sedang mempelajari distribusi blok-blok (blocks) yang membentuk atom karbon dioksida guna lebih memahami siklus geokimia dan biogeokimia utama serta proses iklim di planet Bumi. Pengetahuan tentang fase hangat antar-grasial dan dingin glasial dalam sejarah Bumi terutama berbasis metodologi ini. Analisis distribusi isotop karbon dioksida juga digunakan untuk karbonat-karbonat—tempat mineralisasi CO2 (Science Daily, 20/5/2019).

Satu pendekatan baru melibatkan penelitian distibusi isotop antara varian-varian berbeda dari molekul yang sama, khususnya varian molekul langka. Baru beberapa tahun belakangan ini, terbuka peluang pengukuran komposi atom CO2 dan karbonat dengan menggunakan spektroskopi massa presisi-tinggi. Sehingga pembentukan suhu karbonatnya bisa langsung disimpulkan dari kelimpahan relatif banyaknya varian dari satu molekul (Science Daily, 20/5/2019).

Untuk mengukur varian CO2 langka dengan presisi tertinggi-- lebih besar dari 1 banding 20.000— Ivan Prokhorov  et al (2019) menggunakan laser inframerah untuk pertama kalinya sebagai suatu terobosan teknis mendasar. Dalam studi percontohan sistem hidrotermal yang berbeda di Parit Rhine Atas, Ivan Prokhorov  dan koleganya menggunakan instrumen laser baru untuk menentukan, berdasarkan CO2, suhu umum yang berkaitan dengan air tanah setempat (Science Daily, 20/5/2019).

“The measured temperatures were also consistent with the results of simultaneous mass spectrometric analyses,” papar Ivan Prokhorov, penulis utama karya ilmiah itu, yang meraih doktor pada sekolah Pasca Sarjana Heidelberg Graduate School of Fundamental Physics di Ruperto Carola dan sekarang terlibat dalam penelitian bersama The National Metrology Institute of Germany (PTB) di Braunschweig (University of Heidelberg, 20/5/2019).

Teknologi baru ini, menurut Dr. Christof Janssen, dapat segera melampaui presisi spektrometri massa dan mempersingkat waktu pengukuran (Science Daily, 20/5/2019). Sedangkan keunggulan lain teknologi berbasis instrumen laser ini adalah akses langsung ke variabel suhu.

Oleh: Servas Pandur