• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Tiga Sungai Pengaruhi Lansekap Gen Etnik Han

Suku Han Tiongkok, suku terbesar di dunia saat ini, membentuk 91,6% dari orang Tiongkok awal abad 21. Hasil riset dan kajian Yu-Chun Li et al (2019) menemukan bahwa perbedaan genetik suku Han utara dan selatan di Tiongkok—populasi tiga sungai utama yakni Yangtze, Kuning dan Zhujiang—terutama disebabkan oleh kelaziman distribusi haplogroups D4, B4 dan M7 (haplogroups D4, B4 and M7) pada lembah ketiga sungai itu (Yu-Chun Li et al, 2019).

Penulis utama studi ilmiah itu Qing-Peng Kong dan tim risetnya dari Kunming Institute of Zoology di Tiongkok, meneliti dan mempelajari 4,004 mtDNA haplogroup yang menentukan varian-varian tiga generasi 21. 668 sampel DNA suku Han yang tidak terkait dan tersebar pada semua provinsi di Tiongkok. Hasilnya, lembah tiga sungai di Tiongkok tersebut membantu pembentukan keragaman genetik suku Han selama ini (Molecular Biology and Evolution (Oxford University Press/OUP), 21/5/2019).

Dari analisis DNA terhadap sampel-sampel DNA tersebut, tim peneliti itu menghitung distribusi geografis dan menggunakan DNA mitokondria, (yang hanya diturunkan oleh para ibu), juga mengeksplorasi struktur genetik ibu suku Han awal abad 21 berdasarkan klasifikasi yang berbeda, termasuk dialek bahasa, geografi dan lembah-lembah sungai di Tiongkok.

“Interestingly, the highest proportion of among-group variance (0.06%) was observed when classifying Han Chinese into seven groups according to river valleys, much higher than that between north and south (0.03%) or between different dialect groups (0.02%). When we excluded populations located across more than one river valley and focused on populations from the three main river valleys in China, i.e., Yellow, Yangtze and Zhujiang (Pearl) rivers, the highest proportion of among-group variance (0.07%) was observed, implying that more significant genetic divergence existed among Han populations based on river valleys,” ungkap Qing-Peng Kong, Ph.D (Molecular Biology and Evolution (OUP), 21/5/2019).

Analisis lebih lanjut terhadap 4.986 mitogenom, termasuk 218 sekuens-sekuens generasi baru, menunjukkan bahwa perbedaan genetik ini telah terbentuk selama Holosen awal dan mungkin hasil ekspansi populasi berbasis pertanian kuno di sepanjang Sungai Yangtze, Sungai Kuning dan Sungai Zhujiang di Tiongkok (Yu-Chun Li et al, 2019).

Hasil riset itu menyiratkan bahwa induk gen ibu populasi Han awal abad 21 tetap mempertahankan jejak genetik petani-petani awal Neolitik dari perbedaan aliran sungai-sungai itu; lembah ketiga sungai itu menjadi penghambat migrasi relatif yang memfasilitasi perbedaan genetik suku Han. Karena itu, tiga agrikultur kuno membentuk lansekap genetik suku Han di Tiongkok selama ini (Yu-Chun Li et al, 2019).

Hasil riset tim ahli itu dirilis oleh jurnal Molecular Biology and Evolution, 2019 (Yu-Chun Li, Wei-Jian Ye, Chuan-Gui Jiang, Zhen Zeng, Jiao-Yang Tian, Li-Qin Yang, Kai-Jun Liu, Qing-Peng Kong, “ River valleys shaped the maternal genetic landscape of Han Chinese”, Molecular Biology and Evolution, 2019). Proyek riset itu melibatkan kolaborasi sejumlah ahli dan peneliti yaitu Yu-Chun Li, Jiao-Yang Tian, Li-Qin Yang dan Qing-Peng Kong asal  State Key Laboratory of Genetic Resources and Evolution/Key Laboratory of Healthy Aging Research of Yunnan Province, Kunming Institute of Zoology, Chinese Academy of Sciences, Kunming; CAS Center for Excellence in Animal Evolution and Genetics, Chinese Academy of Sciences, Kunming 650223;  Kunming Key Laboratory of Healthy Aging Molecular Mechanism Study, Kunming di Tiongkok; dan Wei-Jian Ye, Chuan-Gui Jiang, dan Zhen Zeng asal Chengdu 23 Mofang Biotechnology Co., Ltd., Chengdu di Tiongkok.

Kong dan tim risetnya memberi tanggal pada pola-pola perbedaan genetis dalam bahasa Han Tiongkok, yang menunjukkan pertama kalinya muncul pada era Holocene akhir sekitar 10.000 tahun silam. Era ini sesuai dengan retret terakhir gletser Zaman Es, dan bertepatan dengan pertanian kuno pertama kali berkembang dan berpusat di Yellow (millet, atau tanaman sereal / biji-bijian), Yangtze (beras) dan sungai Zhujiang (akar dan umbi). Studi ilmiah ini menggunakan lebih banyak varian diagnostik dan lebih banyak sampel dari semua provinsi.

“Our study implies that the maternal gene pools of contemporary Han Chinese populations have retained the genetic imprint of early Neolithic farmers from different regions, thus highlighting the important roles of the three ancient agricultural traditions in shaping the genetic landscape of Han Chinese,” papar Qing-Peng Kong, Ph.D (Molecular Biology and Evolution (Oxford University Press), 21/5/2019). 

Oleh: Servas Pandur