• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Teknologi Cerdas Untuk Pertahanan Instalasi Negara

Laboratorium Angkatan Darat Amerikat Serikat (U.S. Army), Army Research Laboratory (ARL) sedang melakukan riset sistem komunikasi seperti jaringan-jaringan sensor-sensor atau Internet of Things (IoT) guna mendukung jasa-jasa pelayanan masyarakat dan pemerintahan, seperti pemantauan lingkungan atau optimalisasi arus lalu-lintas, serta pertahanan kota-kota cerdas di Amerika Serikat (U.S. Army Research Laboratory, 14/5/2019).

Secara khusus tim peneliti ARL dari U.S. Army Combat Capabilities Development Command (CCDC) meriset dan melakukan uji-coba bagaimana IoT dapat melengkapi kemampuan-kemampuan aset-aset militer Amerika Serikat (AS) dalam operasi-operasi perkotaan—dengan lingkungan infrastruktur-infrastruktur kota-kota cerdas (smart-cities) yang mendukung pertumbuhan atau perkembangan internet of battlefield things (IoBT) di Amerika Serikat. Riset ini juga mendukung upaya modernisasi Angkatan Darat (AD) Amerika Serikat (AS) guna menjamin kesiapan AD AS menghadapi perang atau perjuangan serta menang melawan musuh apa pun dan dalam kondisi apa pun.

“For IoBT systems to successfully utilize commercial IoT assets with minimal mission risk, expanded knowledge becomes necessary on the reliability and interoperability of commercial IoT protocols in urban environments,” ungkap Dr. James Michaelis, ahli komputer pada ARL.

Sistem IoT komersial berbeda dari sistem IoT militer. Sistem IoT komersial berbasis pengumpulan protokol-protokol komunikasi  untuk memfasilitasi konsumsi beragam data berdasarkan cakupan geografis dan jumlah data transmisi. Sedangkan fokus peneliti komunikasi pada AD AS ialah protokol komunikasi: Long Range Wide Area Network (LoRaWAN). Topik ini dipresentasikan oleh peneliti ARL pada IEEE 5th World Forum on Internet of Things (WF-IoT) dengan judul Leveraging LoRaWAN to Support IoBT in Urban Environments 15-18 April 2019 di Limerick City, Irlandia (IEEE, 2019).

Peneliti dan penyusun karya ilmiah itu melibatkan Dr. James Michaelis dari U.S. Army Research Laboratory Adelphi, Maryland (MD), Amerika Serikat; Alessandro Morelli dari Florida Institute for Human and Machine Cognition Pensacola, Florida (FD), Amerika Serikat;  Adrienne Raglin dari U.S. Army Research Laboratory Adelphi, Maryland (MD), Amerika Serikat; Deryck James dari U.S. Army Research Laboratory Adelphi, Maryland (MD), Amerika Serikat; dan Niranjan Suri dari U.S. Army Research Laboratory Adelphi, Maryland (MD), Amerika Serikat.

Sejauh ini, LoRaWAN telah meraih visibilitas di antara berbagai protokol komunikasi karena kebutuhan dayanya rendah dan mampu mengirimkan data dalam jarak jauh melalui infrastruktur-infrastruktur IoT. Dalam kondisi ideal, LoRaWAN berhasil dalam transmisi cepis IoT sejauh 10 km. Namun, pengetahuan LoRaWAN masih terbatas dalam data empiris tentang cakupan atau lingkupnya di lingkungan kepadatan infrastruktur perkotaan.

Untuk meneliti dan mengkaji peluang dan tantangan LoRaWAN, peneliti AL menggunakan pemancar IoT terpasang pada kendaraan guna melakukan tes komprehensif cakupan LoRaWAN di Montreal, Kanada. Hasilnya, jarak transmisi maksimum melintasi kawasan pusat bisnis Montreal andal dapat dibangun sejauh lima kilometer dari receiver. Jarak ini dicapai untuk tiga tingkat transmisi data LoRaWAN yang terpisah -- masing-masing mampu mengirimkan pesan perangkat IoT dengan ukuran berbeda -- pada pita 915 MHz industri, ilmiah, dan medis di Amerika Utara. Temuan ini membantu memperkuat keandalan LoRaWAN di lingkungan infrastruktur perkotaan yang padat.

Untuk mendukung uji-coba LoRaWAN, peneliti ARL menerapkan kombinasi arsitektur IoT dari ARL dan koleksi perangkat keras dan perangkat lunak komersial. ARL awalnya mengembangkan arsitektur pendukung integrasi aset komersial ke dalam sistem-sistem C2 lebih luas untuk mendukung sadar dan tanggap situasi dan kemampuan-kemampuan  mendukung keputusan dalam pusat-pusat operasi taktis perkotaan. Para peneliti menerapkan data dari uji-coba ke dua area tambahan penelitian -- analisis kesenjangan cakupan, yang menilai kondisi kemungkinan hambatan cakupan LoRaWAN dan cakupan laju data dan dampak laju transmisi data pada cakupan LoRaWAN.

Di sisi lain, pasca serangan American Airlines Flight 77 ke sisi barat Departemen Pertahanan (Pentagon) Amerika Serikat tahun 2001, Angkatan Darat AS mengeksplorasi 10 teknologi cerdas-cepat-tangkas dan stategis untuk menginovasi instalasi, termasuk penilaian otomatis sistem dengan tenaga kerja yang terbatas dan utilitas pemantauan untuk anomali konsumsi energi. Untuk menghadapi berbagai ancaman tehadap instalasi-instalasi pertahanan dan keamanan di Amerika Serikat, AD AS berencana membangun satu kekuatan teknologi cerdas-cepat-tangkas hingga tahun 2028 (HDIAC, 20/5/2019).

Misalnya, selama 18 bulan terakhir, divisi manajemen instalasi AD AS, mengkaji peluang dan tantangan konektivitas nirkabel 5G ke semua instalasi-nya. Instalasi Angkatan Darat melayani fungsi penting sebagai area pendukung strategis, yang merupakan bagian dari konsep multi-domain layanan. Area pendukung strategis menampilkan komunikasi yang sering antara komandan dan agen pendukung serta perumahan komponen perang yang penting seperti cyber, komando dan kontrol (Joe Lacdan, 20/5/2019).

“Installations are really part of the battle front. One of the things that you need to be concerned about: what happens when the grid goes down and there's no power on military bases or in the surrounding communities, which service the military bases,” papar Assistant Secretary pada Army for Installations, Energy and Environment, Alex Beehler (Joe Lacdan, 20/5/2019).

Fokus eksplorasi 10 teknologi cerdas (smart technolgies) itu juga melacak deteksi kesalahan, memasang termostat pintar, dan membuat kendaraan otonom. Angkatan Darat AS akan mengeksplorasi entri tanpa gesekan, yang memungkinkan akses instalasi yang aman dan efisien. Korps Insinyur Angkatan Darat AS juga sedang mempertimbangkan penggunaan Virtual Test Bed Installation, yang melibatkan kecerdasan buatan (Atificial Intelligence) menganalisis data fasilitas instalasi militer (HDIAC, 20/5/2019).

“The battle space is changing. Installations are part of the fight. They're critical to the Army's success. They are where the Army builds readiness, sustains the force, develops Army culture (and) supports our Soldiers and families … They are under constant attack,” ungkap Assistant Secretary pada Army for Installations, Energy and Environment, Alex Beehler (Joe Lacdan, 20/5/2019).

Kemungkinan ancaman terhadap instalasi Negara semakin meningkatkan pentingnya upaya modernisasi Angkatan Darat AS saat ini. Infrastruktur berisiko dapat merusak kemampuan operasional pangkalan. Untuk membantu memasukkan ide-ide baru untuk inovasi teknologi instalasi, Lt. Gen. Gwen Bingham, assistant chief of staff manajemen instalasi di Amerika Serikat bermitra dengan Pelatihan Angkatan Darat dan Komando Doktrin (Army Training and Doctrine Command)  untuk mendapat umpan balik dari para Prajurit di pusat pelatihan Angkatan Darat Fort Lee, Virginia; Fort Sill, Oklahoma; Fort Benning, Georgia; Fort Leonard Wood, Missouri; dan Fort Gordon, Georgia. Usia rata-rata Prajurit yang disurvei adalah 23 tahun (HDIAC, 20/5/2019).

Oleh: Servas Pandur