• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Perkiraan Klinis Jalan Cepat Orangtua Pasien Kanker Darah

Seberapa lambat atau cepat orang-orang usia tua yang mengidap kanker darah, dapat berjalan sejauh empat meter, mengandung informasi penting seluruh kesehatannya dan perkiraan daya-tahan atau survivalnya atau masuk rumah sakit bukan karena pemeriksaan rutin, tanpa memperhitungkan faktor usia, jenis kanker atau perawatan lainnya. Pola hubungan ini paling kuat pada orang-orang yang limfoma non-Hodgkin (non-Hodgkin lymphoma) (American Society of Hematology, 5/6/2019).

Begitu hasil riset Michael A. Liu dan koleganya yang dirilis oleh jurnal Blood edisi 5 Juni 2019) (Michael A Liu, Clark DuMontier, Anays Murillo, Tammy Hshieh, Jonathan F Bean, Robert J Soiffer, Richard M Stone, Gregory A Abel and Jane A Driver, “Gait speed, grip strength and clinical outcomes in older patients with hematologic malignancies”, Blood, 2019).

Riset itu melibatkan banyak ahli yaitu  Michael A. Liu dari Dana-Farber Cancer Institute;  Clark DuMontier dari Beth Israel Deaconess Medical Center, Veterans Affairs Boston HealthcareSystem, Harvard Medical School; Anays Murillo dari Dana-Farber Cancer Institute;  Tammy Hshieh dari Dana-Farber Cancer Institute; JonathanBean dari Spaulding Rehabilitation Hospital);  Robert Soiffer dari Dana-Farber Cancer Institute; Richard Stone dari DFCI;  Gregory Abel dari Dana-FarberCancer Institute; dan Jane Driver dari VA Boston Healthcare System, Amerika Serikat.

Data riset Michael A. Liu dan koleganya (2019) menunjukkan bahwa untuk tiap penurunan kecepatan berjalan 0,1 meter per detik, maka risiko meninggal, tiba-tiba masuk rumah sakit, atau masuk unit gawat darurat, meningkat masing-masing sekitar 22%, 33%, dan 34%. “The slower someone walks, the higher their risk of problems,” ungkap penulis utama karya ilmiah itu, Jane A. Driver, MD, MPH, associate director The Geriatric Research Education and Clinical Center di VA Boston Healthcare System, Amerika Serikat dan co-director The Dana Farber Older Adult Hematologic Malignancy Program di Amerika Serikat (American Society of Hematology, 5/6/2019).

Studi prospektif Michael A. Liu dan koleganya (2019) melibatkan total 448 orang dewasa yang mengidap kanker hematologi usia 75 tahun dan lebih tua yang melakukan konsultasi awal untuk perawatan kanker di klinik hematologi yang berafiliasi dengan Dana-Farber Cancer Institute di Boston, Amerika Serikat, periode 1 Februari 2015, dan 31 Oktober 2017. Peserta rata-rata berusia 79,7 tahun dan masing-masing menyelesaikan beberapa screening kognisi, kelemahan, gaya berjalan, dan kekuatan cengkeraman. Kecepatan berjalan diperoleh dengan menggunakan uji-kecepatan langkah 4 meter menurut National Institutes of Health. Pasien diminta berjalan dengan kecepatan normal 4 meter dan kecepatannya dicatat dalam meter per detik menggunakan stopwatch (Michael A. Liu, et al, 2019).

Memantau kecepatan berjalan seseorang, membantu untuk mengetahui  kelemahan fisik seseorang atau sakit orang usia tua, dan mengidentifikasi kondisi kesehatannya, yang tidak hanya berdasarkan usia saja. “There is an unmet need for brief screening tests for frailty that can easily fit into clinic workflow and predict important clinical outcomes. This test can be done in less than a minute and takes no longer than measuring blood pressure or other vital signs. Based on our findings, it is as good as other commonly used methods which take considerably more time and resources and may not be practical for many oncology clinics,” papar Jane A. Driver, MD, MPH (American Society of Hematology, 5/6/2019).

Ada pola hubungan antara kelambanan berjalan cepat (slower walking speed) dan kerapuhan daya-tahan fisik bahkan setelah disesuaikan dengan jenis kanker--penyakitnya agresif atau kurang agesif--, usia, dan faktor demografis lainnya, serta faktor kelemahan dan fungsional fisik lainnya. Kecepatan berjalan masih merupakan prediktor independen terhadap sakit atau kematian bahkan setelah memperhitungkan status kinerja fisik yang dilaporkan oleh dokter.

Selain itu, pasien dengan status kinerja fisik sangat baik yang dilaporkan dokter, dikelompokan ke dalam 3 kelompok kecepatan berjalan yakni kelompok berisiko atau lemah, pra-lemah, atau kuat. Subset 314 pasien diikuti selama rata-rata 13,8 bulan. Dari jumlah tersebut, hampir 20% masuk rumah-sakit—bukan perawatan rutin atau terskedul atau pilihan pasien, dan 16,8% masuk unit gawat darurat rumah-sakit emergency department (ED).

“Our study shows that performance status alone may not be good enough. Gait speed appears to be much better at differentiating patients who are at high risk. The standard of care is to stratify treatments based on patients' performance status, and while this works well in younger people, these results show that in older people we need to do more,” ungkap Jane A. Driver, MD, MPH (American Society of Hematology, 5/6/2019). 

Oleh: Servas Pandur