• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Ahli Bio-Fisika Singkap Cara Sel Kanker Menyebar

Jing Liu, assistant professor pada Department of Physics, Indiana University-Purdue University Indianapolis School of Science (IUPUI) dan koleganya di Amerika Serikat, meriset dan mengkaji cara sel kanker payudara menghasilkan kekuatan, menyebar (metastasizes) dan bergerak dari satu situs tumor melalui tubuh manusia dan kemudian masuk ke tulang-tulang pasien. Untuk itu, Jing Liu dan koleganya mempelajari mekanika migrasi sel di satu lab pencitraan dan biofisika IUPUI. Karena mekanika migrasi sel mungkin dapat menjelaskan cara sel-sel kanker menghasilkan kekuatan dan menyebar dari satu situs tumor primer melalui tubuh pasien dan kemudian masuk ke dalam tulang-tulang pasien (Fangjia Li, et al, 2019).

Hampir 30% kanker payudara menyebar ke organ-organ tubuh lainnya dari pasien, dan tulang-tulang termasuk organ tubuh paling sering dimasuki oleh sel-sel kanker payudara. Ahli fisika berupaya menyingkap cara sel-sel kanker menyebar ke tulang dan organ tubuh lain pasien. “From a physics point of view, all the cell migration is driven by force. We really want to discover the force architecture of a cell and deliver the biomechanical and biophysical explanations toward cellular activities. The major focus of our lab is developing imaging methods to physically interpret cancer biology. We are working with mathematicians and engineers to develop a mathematical model and physical model of the cell migration,” papar Jing Liu (Indiana University-Purdue University Indianapolis School of Science, 5/6/2019).

Riset kolaborasi itu melibatkan ahli matematika, ahli biologi, dan ahli fisika guna menghasilkan suatu model fisika guna menjelaskan cara sel-sel kanker menghasilkan kekuatan dan bergerak dari satu situs primer tumor ke organ-organ tubuh lainnya dari pasien. Selain Jing Liu, ahli biomedis lain juga terlibat dalam karya ilmiah itu antara lain Hiroki Yokota, profesor teknik biomedis di IUPUI dan co-koresponden penulis karya ilmiah ini (Science Daily, 5/6/2019).

Hasil riset dan penemuan tim ahli bio-fisika itu dirilis oleh jurnal Scientific Reports, 2019 (Fangjia Li, Andy Chen, Andrew Reeser, Yue Wang, Yao Fan, Shengzhi Liu, Xinyu Zhao, Rahul Prakash, Divya Kota, Bai-Yan Li, Hiroki Yokota, Jing Liu, “Vinculin Force Sensor Detects Tumor-Osteocyte Interactions”, Scientific Reports, 2019).

Sensor ketegangan berbasis transfer energi resonansi Forster (Forster resonance energy transfer-based tension/FRET) memantau dinamika-dinamika gaya selama pergerakan sel. Sensor ini, dilengkapi molekul-molekul FRET, menjadi pegas pengukur sejumlah kecil kekuatan yang dihasilkan oleh sel kanker melalui adhesi fokal dan mendorong sel bergerak. Saat sel kanker bergerak, pegas mengembang; peneliti mengukur kekuatannya dengan memantau perubahan interaksi FRET (Science Daily, 5/6/2019).

Tim ahli UPUI itu memantau pergerakan sel-sel kanker dan menemukan bahwa ketika sel kanker berinteraksi dengan dan sangat dekat dengan satu sel tulang, sel kanker menunjukkan ketegangan rendah dan pergerakan lambat. Tim peneliti itu berharap bahwa penemuan ini dapat menjadi petunjuk cara mengendalikan dan akhirnya menghentikan migrasi sel kanker ke organ-organ tubuh pasien. Penemuan ini juga membantu ahli biologi kanker untuk mengetahui pengaruh satu obat atau perawatan lainnya terhadap pergerakan sel-sel kanker di dalam organ tubuh pasien (Science Daily, 5/6/2019).

 “This gives us a more precise measurement of how fast the cell is moving and where the cell will go to. The basic idea is to use imaging as a method to see some of the physical parameters in cancer biology. Instead of only being able to look at millions of cells at time, technology has enabled us to examine a single cell. When the system is going smaller and smaller, the physical parameters inside the biological system become more and more useful and more and more important,” ungkap Jing Liu (Indiana University-Purdue University Indianapolis School of Science, 5/6/2019). 

Oleh: Servas Pandur