• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Teknik Laser Untuk Diagnosa & Analisa Karya Seni Rapuh

Pengetahuan ilmiah tentang cara perubahan bahan-bahan (materials) dari waktu ke waktu sangat dibutuhkan guna melindungi karya-karya seni (works of art) dari efek-efek penuaan. Baru-baru ini Profesor Patrizio Antici dan koleganya (2019) dari Institut national de la recherche scientifique (INRS) menciptakan cara diagnostik dan analitik baru konservasi budaya; cara baru ini berbasis pengetahuan ilmiah tentang laser-laser dan akselerator-akselerator partikel pada karya-karya seni. Hasil riset dan penemuan ini dirilis oleh jurnal Science Advances, edisi 7 Juni 2019 (M. Barberio, E. Skantzakis, S. Sorieul, P. Antici, “Pigment darkening as case study of In-Air Plasma-Induced Luminescence”, Science Advances, 2019).

Profesor Patrizio Antici dan koleganya (2019) menggunakan spektroskopi In-Air Plasma-Induced Luminescence (In-Air-PIL) sebagai alternatif bagi metode kimia dan kristalografi klasik ilmu material. In-Air-PIL dievaluasi melalui satu studi kasus yang meneliti dan mengkaji efek light aging terhadap penggelapan (darkening) 5 (lima) pigmen kuning murni yang lazim digunakan dalam karya-karya seni (M. Barberio, et al, 2019).

Hasilnya, penggelapan atau kekaburan (darkening) itu tidak berkaitan dengan perubahan-perubahan komposisi kimia, tetapi berhubungan dengan kehilangan kristalinitas (crystallinity) yang menunjukkan suatu proses amorfisasi pigmen-pigmen yang telah diinduksi dan dikatalis oleh iradiasi cahaya. Proses ini mendukung interaksi molekul-molekul pigmen dengan oksigen dan karbon yang diadsorpsi dari lingkungan atau dipecahkan dalam zat pengikat, yang membentuk oksalat-oksalat dan karbonat-karbonat seperti yang terobservasi dalam karya-karya seni lainnya (M. Barberio, et al, 2019).

Studi kasus dari Profesor Patrizio Antici dan koleganya (2019) itu juga menunjukkan bahwa hasil-hasil In-Air-PIL sangat sesuai dengan metode analisis sains material-material klasik yang lebih rumit, sehingga metode yang digerakan oleh plasma ini berpotensi menjadi teknik diagnostik dan analitik baru dalam konservasi budaya, yang lebih mudah dan lebih cepat (M. Barberio, et al, 2019).

Warna kuning cerah dari lukisan Vincent van Gogh, semakin gelap seiring waktu. Peter Paul Rubens memiliki jenis cat sama pada paletnya dan lukisannya menampilkan hilangnya kecerahan. Untuk menyingkap misteri “kegelapan” ini, warna kuningnya dianalisis oleh Profesor Patrizio Antici dan koleganya (2019) dengan menggunakan In Air Plasma-Induced Luminescence (In-Air PIL). Hasilnya, cahaya menyebabkan perubahan kualitas kristal cat, yang menjelaskan penggelapan (darkening) merupakan karakteristik karya-karya tertentu.

Teknik In-Air Plasma-Induced Luminescence (In-Air-PIL) dikembangkan oleh Profesor Patrizio Antici dan koleganya (2019) dengan menggunakan akselerator partikel kecil dan sumber foto dari laser. Metode ini cepat membaca komposisi kimia dan karakteristik kristal pada permukaan lebih besar daripada metode-metode lainnya saat ini. Hasil analisis pendaran secara bersamaan menyimpulkan bahwa In-Air PIL mengurangi jumlah perangkat diagnosa. Teknik PIL In-Air mudah diterapkan dan menyediakan informasi guna menyimpulkan kondisi, konservasi, keaslian, komposisi, dan asal-usul suatu karya seni. “In many cases that kind of extreme precision isn't essential, making In-Air PIL a highly viable alternative,” papar Profesor Antici (Institut national de la recherche scientifique – INRS, 10/6/2019).

Proyek riset, kajian dan penemuan itu melibatkan kolaborasi sejumlah ahli yaitu (1) Marianna Barberio, PhD, asal Institut National de la Recherche Scientifique (INRS), EMT Research Center, 1650 Boul. Lionel-Boulet, Varennes, QC, J3X 1S2 (Kanada) dan Università della Calabria, Dip. DIBEST, Via Bucci 33c, 87036 Rende (Italia);  (2) Emmanouil Skantzakis, PhD, asal Foundation for Research and Technology-Hellas, Institute of Electronics Structure and Laser, PO Box 1527, GR-71110 Heraklion, Crete (Yunani); (3) Stephanie Sorieul, PhD, asal CENBG, Université de Bordeaux, CNRS/IN2P3, 19 Chemin du Solarium, CS 10-120, 33175 Gradignan (Perancis);  dan (4) Profesor Patrizio Antici asal Institut National de la Recherche Scientifique (INRS), EMT Research Center, 1650 Boul. Lionel-Boulet, Varennes, QC, J3X 1S2 (Kanada) (M. Barberio, et al, 2019).

Proyek riset itu didanai oleh Natural Sciences and Engineering Research Council dari Kanada, Fonds de recherche du Québec - Nature et Technologies, Compute Canada, Laserlab Europe, HELLAS-CH, dan Ministère des Relations internationales et de la Francophonie du Québec (Institut national de la recherche scientifique – INRS, 10/6/2019).

Oleh: Servas Pandur