• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Manfaat Kolaborasi Riset Intelijen-Akademia-Industri

Profesor Beverly Tyler, ahli manajemen, inovasi dan wirausaha pada North Carolina State University (NC State) di Amerika Serikat dan associate professor Kathleen Vogel, ahli kebijakan publik pada University of Maryland di Amerika Serikat, meneliti dan mengkaji lima prakarsa masa lalu dan masa kini bidang kolaborasi lintas-disiplin dan lintas-sektoral dari komunitas intelijen (Intelligence Community/IC) di Amerika Serikat (AS). Hasilnya, kolaborasi komunitas intelijen, akademia, dan industri sangat bermanfaat guna melayani kebutuhan intelijen abad 21. Sedangkan kendala kolaborasi ini antara lain kurangnya sharing informasi, kurang saling-percaya, dan kendala kelembagaan (Kathleen M. Vogel et al, 2019).

Hasil riset dan analisis kedua ilmuwan itu dirilis oleh jurnal Intelligence and National Security, edisi 11 Juni 2019 (Kathleen M. Vogel and Beverly B. Tyler, “Interdisciplinary, cross-sector collaboration in the US intelligence community: lessons learned from past and present efforts,” Intelligence and National Security, 2019). Ahli yang terlibat dalam studi ilmiah itu ialah (1) Associate Professor Kathleen M. Vogel, University of Maryland, College Park, Amerika Serikat; (2) Profesor Beverly B. Tyler, North Carolina State University di AS.

Profesor Beverly B. Tyler menggunakan teori behavioral-decision dengan sudut-pandang atau lensa kognitif, organisasional dan relasional untuk mempelajari pembuatan keputusan eksekutif dan organisasi, tata-kelola antar-organisasi dan koperasi, serta fokus lintas-disiplin lintas sektor dan multilevel untuk mengembangkan teknologi inovatif. Sedangkan riset associate professor Kathleen M. Vogel fokus pada studi faktor teknis dan sosial pengetahuan untuk penilaian intelijen (intelligence assessments) (Kathleen M. Vogel et al, 2019).

Kedua ilmuwan itu menyebut Laboratory for Analytic Sciences (LAS) di Amerika Serikat (AS) sebagai satu contoh upaya kolaborasi jangka-panjang antara komunitas intelijen, akademia, dan industri. LAS merupakan kemitraan antara North Carolina State University dan National Security Agency (N.S.A) di Amerika Serikat. Lab LAS dapat digunakan oleh komunitas intelijen dan mitranya di AS guna mengembangkan pendekatan-pendekatan kerjasama dan kolaborasi efektif (Kathleen M. Vogel et al, 2019).

“We looked at five collaborative intelligence programs. Do any of the five provide an ideal model for how cross-sector, interdisciplinary collaborations on intelligence should work? No. But they do offer useful lessons about what can and should be considered to develop successful collaborations: time, effort, leadership, strong communication and dedicated resources. And the payoff for such collaborations can be invaluable. For example, the LAS was created in 2013, and it has received a number of awards for its work - including two National Intelligence Awards for mission contributions,” papar Profesor Beverly Tyler, co-author satu naskah pada karya ilmiah itu (North Carolina State University, 12/6/2019).

Dalam laporan ilmiahnya, kedua ahli itu membahas sisi-sisi penting dari tiap upaya kolaborasi komunitas intelijen, akademia, dan industri. Misalnya, keberhasilan, tantangan, tema-tema umum, dan tujuan atau sasaran kolaborasi. Kedua ahli mengajukan model kolaborasi saling-menguntungkan untuk jenis proyek tertentu. Sehingga IC dapat merancang kemitraan jangka panjang akademia-industri-intelijen yang didanai oleh intelijen (Kathleen M. Vogel et al, 2019).

Peneliti studi ilmiah itu mewawancara anggota komunitas akademia dan intelijen serta meriset artikel dan laporan jurnal-jurnal tenang LAS dan 4 (empat) program kolaborasi lainnya. Dari hasil riset dan analisanya, kedua peneliti itu mengidentifikasi 4 (empat) faktor penentu keberhasilan program kolaborasi komunitas intelijen-akademia-industri yaitu (1) dukungan manajemen puncak dari organisasi yang bermitra; (2) komitmen jangka panjang guna meraih sasaran dan manfaat program; (3) mekanisme komunikasi internal guna mengevaluasi dasar dan arah upaya riset kolaborasi; dan (4) membuka komunikasi dengan organisasi-organisasi intelijen yang relevan guna menjamin bahwa riset kolaborasi itu fokus pada misi, relevan, dan berguna (North Carolina State University, 12/6/2019). 

Oleh: Servas Pandur