• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Antena Film Nanotube Karbon Komunikasi 5G & Dirgantara

Selama ini, riset-riset dan kajian tentang antena-antena carbon nanotube (carbon nanotube/CNT) menunjukkan bahwa kinerjanya sulit menyamai antena logam seperti tembaga. Namun, sejumlah ilmuwan peneliti E. Amram Bengio dan koleganya (E. Amram Bengio, et al, 2019) pada Rice University di Amerika Serikat, baru-baru ini berhasil mengembangkan antena bebas logam (metal-free) yang terbuat dari film nanotube karbon yang lebih tipis, kuat, fleksibel dan sama efisien dengan antena tembaga biasa untuk sektor elektronik komunikasi wireless atau 5G dan kedirgantaraan.

“There are limits because of the physics of how an electromagnetic wave propagates through space. We're not changing anything in that regard. What we are changing is the fact that the material from which all these antennas will be made is substantially lighter, stronger and more resistant to a wider variety of adverse environmental conditions than copper,” ungkap E. Amram Bengio (Rice University, 10/6/2019).

Hasil riset dan penemuan itu dirilis oleh Applied Physics Letters, edisi online 24 Mei 2019 (E. Amram Bengio, Damir Senic, Lauren W. Taylor, Robert J. Headrick, Michael King, Peiyu Chen, Charles A. Little, John Ladbury, Christian J. Long, Christopher L. Holloway, Aydin Babakhani, James C. Booth, Nathan D. Orloff, Matteo Pasquali, “Carbon nanotube thin film patch antennas for wireless communications”, Applied Physics Letters, 2019).

E. Amram Bengio, et al (2019) mengukur efisiensi radiasi antena-antena microstrip patch yang terbuat dari film-film shear-aligned CNT. Tim ilmuwan itu mengukur efisiensi radiasi 94% pada 10 GHz dan 14 GHz, cocok dan setara dengan antena tembaga. Penemuan ini berguna untuk aplikasi-aplikasi antena-antena aligned CNT patch di bidang industri dirgantara, yang sangat menbutuhkan kinerja bobot rendah, daya-tahan mekanik, dan suhu-independen. Sehingga penemuan antena-antena terbuat dari film nanotube karbon ini, bakal menjadi kompetitor antena tembaga untuk komunikasi wireless 5G dan aplikasi-aplikasi sejenis lainnya.

Matteo Pasquali, insinyur biomolekul dan kimia dan koleganya pada lab Rice University di Amerika Serikat, melakukan uji-coba antena-antena terbuat dari film-film nanotube ‘shear-aligned’. E. Amram Bengio memimpin uji-coba antena-antena itu pada fasilitas National Institute of Standards and Technology (NIST) di Boulder, Colorado (Amerika Serikat).

“This is a great example of how collaboration with national labs greatly expands the reach of university groups. We could never have done this work without the intellectual involvement and experimental capabilities of the NIST team,” papar Pasquali (Rice University, 10/6/2019).

E. Amram Bengio melakukan riset dan menulis karya ilmiahnya ketika meraih doktor dari riset pada lab Matteo Pasquali. Sejak itu, Bengio mendirikan perusahan guna mengembangkan bahan-bahan antena dari film-film nanotuve ‘shear-aligned’ (Science Daily, 10/6/2019). Pada frekuensi target 5, 10 dan 14 gigahertz, antena-antena terbuat dari film-film nanotube ‘shear-aligned’ sama efisiennya dengan antena serupa dari bahan logam. “We were going up to frequencies that aren't even used in Wi-Fi and Bluetooth networks today, but will be used in the upcoming 5G generation of antennas,” papar E. Amram Bengio (Rice University, 10/6/2019).

Ukuran film-film yang diuji oleh tim ahli itu, berkisar seperti ukuran kaca mikroskop (a glass slide), dan 1-7 mikron tebal. Nanotube disatukan oleh kekuatan van der Waals yang menghasilkan sifat mekanik material jauh lebih baik daripada tembaga. Sehingga antena-antena baru itu cocok untuk jaringan 5G dan pesawat, khususnya pesawat udara tanpa awak (unmanned aerial vehicles) yang sangat mensyaratkan bobot ringan,  portal telemetri nirkabel untuk eksplorasi minyak dan gas bawah-tanah (downhole), dan aplikasi “internet of things” masa depan (Science Daily, 10/6/2019).

Proyek riset itu didanai oleh  Air Force Office of Scientific Research, Department of Defense, dan National Defense Science and Engineering Graduate Fellowship di Amerika Serikat. Ilmuwan yang terlibat dalam proyek riset dan kajian ilmiah itu ialah (1) E. Amram Bengio, PhD, asal  Department of Chemical and Biomolecular Engineering, Rice University, Houston, Texas 77005, Amerika Serikat; (2) Damir Senic (co-author)  asal National Institute of Standards and Technology (NIST), Comuniations Technologu Laboratory, Boulder, Colorado 80305, Amerika Serikat;

(3) Lauren W. Taylor (co-author)  asal Department of Chemical and Biomolecular Engineering, Rice University, Houston, Texas 77005, Amerika Serikat; (4) Robert J. Headrick (co-author)  asal Department of Chemical and Biomolecular Engineering, Rice University, Houston, Texas 77005, Amerika Serikat; (5) Michael King (co-author)  asal Department of Chemical and Biomolecular Engineering, Rice University, Houston, Texas 77005, Amerika Serikat;

(6) Peiyu Chen (co-author)  asal Department of Electrical and Computer Engineering, Rice University, Houston, Texas 77005, Amerika Serikat;  (7) Charles A. Little (co-author)  asal National Institute of Standards and Technology (NIST), Comuniations Technologu Laboratory, Boulder, Colorado 80305, Amerika Serikat; (8) John Ladbury (co-author)  asal National Institute of Standards and Technology (NIST), Comuniations Technologu Laboratory, Boulder, Colorado 80305, Amerika Serikat;

(9) Christian J. Long (co-author)  asal National Institute of Standards and Technology (NIST), Comuniations Technologu Laboratory, Boulder, Colorado 80305, Amerika Serikat; (10) Christopher L. Holloway (co-author)  asal National Institute of Standards and Technology (NIST), Comuniations Technologu Laboratory, Boulder, Colorado 80305, Amerika Serikat; (11) Associate professor Aydin Babakhani (co-author)  asal Department of Electrical and Computer Engineering, Rice University, Houston, Texas 77005, Amerika Serikat;

(12) James C. Booth (co-author)   asal National Institute of Standards and Technology (NIST), Comuniations Technologu Laboratory, Boulder, Colorado 80305, Amerika Serikat; (13) Nathan D. Orloff (co-author)  asal National Institute of Standards and Technology (NIST), Comuniations Technologu Laboratory, Boulder, Colorado 80305, Amerika Serikat; dan (14) Profesor Matteo Pasquali asal Department of Chemical and Biomolecular Engineering, Rice University, Houston, Texas 77005, Amerika Serikat.

Oleh: Servas Pandur Oleh Servas Pandur