• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Data LiDAR untuk Analisis Struktur Kota Bersejarah

Untuk pertama kalinya, Antonio Monterroso (2019), peneliti asal Department of Archaeology, University of Cordoba (Spanyol), menggunakan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging) laser angkasa (aerial laser) untuk menggambarkan digital-grafis geo-morfologi kota kuno Cordoba di selatan Spanyol. National Geographic Institute of Spain (IGN) melakukan penerbangan LiDAR seluruh wilayah Andalusia tahun 2013-2014. Penerbangan LiDAR ini menyelesaikan akuisisi-akuisisi LiDAR seluruh Spanyol sejak tahun 2010. Dokumentasi geografis ini memungkinkan beberapa aplikasi deteksi dari angkasa (aerial detection) terhadap situs arkeologis di Spanyol.

Hasil riset dan kajian Antonio Monterroso itu dirilis oleh jurnal Geosciences, edisi online 8 Mei 2019 (Monterroso, Antonio. Geoarchaeological Characterisation of Sites of Iberian and Roman Cordoba Using LiDAR Data Acquisitions. Geosciences, 2019). Penerbangan LiDAR dari National Geographic Institute (IGN) tahun 2016 dan mencakup seluruh Spanyol. Data-data LiDAR  dapat diakses oleh publik dan menghasilkan deteksi udara beberapa situs arkeologi di luar kantong-kantong perkotaan di Spanyol; namun potensi alat ini pernah diremehkan untuk menganalisis kota-kota bersejarah di Spanyol. Beberapa tahun belakangan, manfaat informasi geografis itu untuk kota-kota bersejarah, kurang diperhatikan karena informasi geografisnya tidak preserve their historical micro relief.

Antonio Monterroso (2019) menganalisis kota Cordoba (Spanyol selatan) dengan mengolah data LiDAR dari The Plan Nacional de Ortofotografía Aérea (PNOA-LiDAR). Model Permukaan Digital (Digital Surface Models / DSM) seluruh kota dengan catatan geologis dan arkeologis, memberikan bukti rekonstruksi geomorfologis kota zaman kuno. Antonio Monterroso (2019) menggunakan kota kuno Cordoba sebagai contoh bahwa data LiDAR berguna untuk analisis diakronis struktur perkotaan kuno yang terkubur beberapa meter di kota-kota bersejarah saat ini.

Di tanah Cordoba abad ke-21, terletak dua kota berdampingan masing-masing di bukit pada masa silam. Yaitu sebuah kota Iberia terletak di zona Cruz Conde Park berada hari ini abad 21, dan sebuah kota Romawi di kemudian hari, terletak sekitar 500 meter jauhnya. Arkeolog harus bergantung pada studi geologi sampai sekarang untuk menentukan perkembangan kota sepanjang sejarah; tetapi sekarang, teknologi LiDAR dengan hasil gambar 3D, dapat menunjukkan letak dan seperti apa tanah Cordoba sebelum manusia tiba di sana (University of Córdoba, 11/6/2019).

Teknologi laser udara LiDAR melibatkan pesawat kecil terbang di atas suatu wilayah dan meng-casts jutaan titik cahaya untuk menghitung ketinggian tempat obyek-obyek berada. Obyek-obyek ini dapat berupa pohon, gunung dan bangunan yang memberi gambar tiga dimensi wilayahnya. Cordoba merupakan kota yang dibangun oleh manusia. Sehingga dapat ini tampaknya tidak memberi informasi arkeologis. Karena sebagian besar reruntuhan terkubur di bawah bangunan baru.

Namun, Antonio Monterroso Checa dapat menciptakan geo-morfologi kota Cordoba secara digital, sebelum kota itu ditutup oleh bangunan-bangunan. Caranya ialah datanya disaring : (1) hanya memilih data berkaitan dengan tanah (hit the ground); (2) mengabaikan titik-titik yang bertabrakan dengan fitur perkotaan; sehingga dari data tersebut, Antonio Monterroso Checa membuat gambar 3D tentang tanah aktual kota Cordoba berada.

Dari hasil karya Antonio Monterroso Checa (2019), seseorang dapat melihat jelas, letak dan bentuk tanah (shape of the land) untuk membangun pemukiman pada kota Cordoba era Iberia pertamakali dan kemudian kota Cordoba era Romawi. Kota Cordoba era Iberia terletak di sebuah bukit dengan nama Los Quemados Hill saat ini abad 21; sedangkan kota Cordoba era Romawi terletak di bukit tidak terlalu curam ke arah timur-laut.

Gambar 3D hasil karya Antonio Monterroso Checa (2019) juga memperlihatkan kedua pemukiman di sebelah dasar sungai Guadalquivir, yang lebih ke utara daripada sekarang. Pada era Romawi dan abad pertengahan, ketika sungai sudah berbentuk, kota berkembang di atas bekas dasar sungai lama dan benteng dibangun untuk menahan atau mencegah aliran banjir. Selama ini, jejak historis sungai Guadalquivir dan kota Cordoba hanya terungkap dari studi arkologis, misalnya, tanda banjir dan pasir bawah tanah. Kini hasil riset dan kajian Antonio Monterroso Checa (2019) menyingkap datanya secara digital, lebih jelas dan lebih grafis. 

Oleh: Servas Pandur