• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Kunyit Menghentikan Pertumbuhan Sel Kanker

Senyawa utama kunyit rempah-rempah untuk masakan dan obat selama berabad-abad di Asia, memiliki ingredien aktif  curcumin yang mengandung anti-oksidan, anti-inflamasi, anti-kanker dan osteogenik, serta dapat memulihkan kesehatan tulang manusia. Curcumin-- senyawa aktif kunyit—dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker tulang dan membantu pertumbuhan sel-sel sehat tulang manusia. Begitu hasil riset eksperimen Naboneeta Sarkar dan koleganya asal Washington State University di Amerika Serikat (AS). Naboneeta Sarkar dan koleganya berhasil mengembangkan satu sistem deliveri obat yang mengandung unsur utama curcumin dari kunyit (turmeric) rempah-rempah (Naboneeta Sarkar et al, 2019).

“I want people to know the beneficial effects of these natural compounds. Natural biomolecules derived from these plant-based products are inexpensive and a safer alternative to synthetic drugs... This study introduces a new era of integration - where modern 3d printing technology is coupled with the safe and effective use of alternative medicine, which may provide a better tool for bone tissue engineering,” ungkap Susmita Bose (Washington State University, 20/6/2019).

Proyek riset itu didanai oleh National Institutes of Health di AS dan melibatkan ilmuwan yaitu (1) Profesor Susmita Bose asal Herman and Brita Lindholm Endowed Chair Professor, School of Mechanical and Materials Engineering  dan (2) mahasiswa pasca-sarjana Naboneeta Sarkar di Washington State University, AS. Hasil riset dan penemuan itu dirilis oleh jurnal ACS Applied Materials & Interfaces, 2019 (Naboneeta Sarkar, Susmita Bose, “Liposome-Encapsulated Curcumin-Loaded 3D Printed Scaffold for Bone Tissue Engineering”, ACS Applied Materials & Interfaces, 2019).

Karya ilmiah dan penemuan itu bakal sangat bermanfaat bagi perawatan pasien pasca-operasi, khususnya lebih baik bagi pasien kanker osteosarkoma. Naboneeta Sarkar dan Susmita Bose berupaya menciptakan pilihan pengobatan untuk memulihkan sel-sel tulang pasien pasca operasi atau penggunaan obat-obat keras untuk menekan pertumbuhan tumor.

Pilihan kedua ilmuwan ialah obat yang mengandung curcumin yang selama berabad-abad digunakan sebagai bahan rempah masakan dan obat-obat di Asia. Curcumin terbukti memiliki anti-oksidan, anti-inflamasi, dan membantu pertumbuhan sel-sel sehat tulang. Kedua ilmuwan itu berhasil membuat riset eksperimen bahwa curcumin juga mencegah berbagai bentuk kanker (Science Daily, 20/6/2019).

Namun, sebagai obat, curcumin sulit diserap baik di dalam tubuh karena metabolisme cepat dan tereliminasi terlalu cepat. Studi ilmiah kedua ilmuwan itu menggunakan pencetakan 3D untuk membangun perancah pendukung dari kalsium fosfat. Kedua ilmuwan memasukkan curcumin dalam kemasan vesikel molekul lemak ke dalam perancah, yang memungkinkan pelepasan bahan kimia secara bertahap. Hasilnya, sistem itu dapat menghambat pertumbuhan sel osteosarkoma sebesar 96% setelah 11 hari, jika dibanding sampel yang tidak diobati, dan mendorong pertumbuhan sel-sel sehat tulang pasien (Science Daily, 20/6/2019).

Naboneeta Sarkar, Susmita Bose (2019) meningkatkan ketersediaan-hayati curcumin dengan merangkumnya dalam liposom, yang digabung ke scaffold fosfat kalsium (calcium phosphate/CaP) cetakan 3D (3DP) dengan desain porositas. Perancah 3DP dan porositas yang saling berhubungan, memungkinkan pembuatan implan khusus pasien, memberikan pertumbuhan jaringan baru dengan cara saling-mengunci mekanis antara jaringan host di sekitarnya dan perancah (Naboneeta Sarkar et al, 2019).

Setelah merangkum curcumin ke dalam liposom, kedua ilmuwan itu meneliti efek rilis liposom curcumin dari perancah 3DP pada sel osteoblas janin manusia (uman fetal osteoblast cells / hFOB) dan sel osteosarkoma manusia (MG-63) manusia. Hasilnya, pelepasan liposomal curcumin dari scaffold 3DP menunjukkan sitotoksisitas yang signifikan terhadap sel-sel osteosarkoma (kanker tulang) in vitro, yang mempromosikan kelangsungan hidup dan proliferasi sel osteoblas (sel tulang sehat). Fungsi ganda perancah ini membasmi sel-sel osteosarkoma dan mendorong proliferasi osteoblas sebagai peluang baru pengobatan cacat tulang pasca-reseksi tumor (Naboneeta Sarkar et al, 2019). 

Oleh: Servas Pandur