• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Sekuens Kromosom Y Singkap Penduduk Zaman Dulu Jepang

Associate Professor Jun Ohashi, ahli genetik evolusi manusia, dan koleganya pada University of Tokyo di Jepang, membuat pohon evolusi keluarga sejak 2.500 tahun silam dengan menggunakan sekuens kromosom Y pria di pulau-pulau utama Jepang. Jun Ohashi dan timnya menggunakan sampel DNA 345 pria pra-1990, yang keluarganya berasal dari tiga pulau utama Honshu, Shikoku, dan Kyushu di Jepang. Metode sekuens kromosom Y itu menyingkap lonjakan dan penurunan populasi zaman dulu di Jepang (Yusuke Watanabe, et al, 2019).

Hasil riset itu dirilis oleh jurnal Scientific Reports, edisi 17 Juni 2019 (Yusuke Watanabe, Izumi Naka, Seik-Soon Khor, Hiromi Sawai, Yuki Hitomi, Katsushi Tokunaga, Jun Ohashi, “Analysis of whole Y-chromosome sequences reveals the Japanese population history in the Jomon period”, Scientific Reports, 2019). Ilmuwan yang terlibat dalam proyek riset itu ialah (1) Yusuke Watanabe asal Department of Biological Sciences, Graduate School of Science, The University of Tokyo, Tokyo, 113-0033, Jepang;

(2) Izumi Naka asal Department of Biological Sciences, Graduate School of Science, The University of Tokyo, Tokyo, 113-0033, Jepang; (3) Seik-Soon Khor asal Department of Human Genetics, Graduate School of Medicine, The University of Tokyo, Tokyo, 113-0033, Jepang; (4) Hiromi Sawai asal Department of Human Genetics, Graduate School of Medicine, The University of Tokyo, Tokyo, 113-0033, Jepang;

(5) Yuki Hitomi asal Department of Human Genetics, Graduate School of Medicine, The University of Tokyo, Tokyo, 113-0033, Jepang;  (6) Katsushi Tokunaga asal Department of Human Genetics, Graduate School of Medicine, The University of Tokyo, Tokyo, 113-0033, Jepang; (7) Associate Professor Jun Ohashi asal Department of Biological Sciences, Graduate School of Science, The University of Tokyo, Tokyo, 113-0033, Jepang.

Tim peneliti itu berupaya menguji perkiraan dan teori selama ini tentang migrasi manusia ke Jepang, bahwa sekitar 2.500 tahun silam, penduduk asli Jepang, orang-orang Jomon, ditemui oleh orang-orang Yayoi, kelompok terpisah yang terutama berasal dari Semenanjung Korea. Para arkeolog telah mengidentifikasi lebih sedikit situs Jomon dari Zaman Akhir Jomon, era sebelum kedatangan Yayoi. Suhu global dan permukaan laut turun selama periode itu, membuat kehidupan orang Jomon – pemburu dan pengumpul hasil hutan--lebih sulit.

Orang-orang Yayoi membawa pertanian padi basah ke Jepang; sehingga persiapan pangan lebih stabil bagi sisa orang Jomon yang tinggal dengan migran Yayoi. Namun, jumlah sisa-sisa arkeologis dari Zaman Akhir Jomon, lebih sedikit sebagai bukti penurunan populasi atau belum ada situs penggalian arkeologis baru.

“Evidence at archaeological dig sites has been used to estimate the size of ancient human populations, but the difficulty and unpredictability of finding those sites is a big limitation. Now we have a method that uses a large amount of modern data. We hope this method might be useful to confirm other ancient human dynamics not fully explained by archaeology,” ungkap Associate Professor Jun Ohashi (University of Tokyo, 20/6/2019).

Tahap awal, Jun Ohashi dan koleganya membandingkan urutan kromosom Y pria Jepang modern dengan pria Korea dan pria Asia Timur lainnya. Kromosom Y ditularkan dari ayah ke anak dengan sedikit perubahan dari generasi ke generasi, sehingga sekuens kromosom Y modern memperkirakan kromosom Y pria ribuan tahun silam (University of Tokyo, 20/6/2019).

Tim peneliti itu mengidentifikasi satu kelompok urutan DNA yang hanya dimilik pria Jepang. Kelompok urutan DNA unik itu mungkin berasal dari orang-orang Jomon. Tim peneliti itu mengidentifikasi juga enam kelompok urutan yang sama untuk pria Jepang dan pria asal Asia Timur lainnya (Korea, Vietnam, Cina), yang mungkin berasal dari orang Yayoi atau leluhur lain yang umum bagi orang Jepang dan orang Asia Timur.

Hasil riset dan kajian itu menemukan petunjuk tentang lonjakan dan penurunan populasi secara mendadak dalam jumlah sekuens kromosom Y leluhur sekitar 2.500 tahun silam di Jepang. Sedangkan pria Jepang modern tampaknya memiliki lebih besar persentase DNA leluhur Jomon dalam kromosom Y daripada genom lainnya. Sedangkan analisis genetik sebelumnya menyimpulkan bahwa orang Jepang etnis modern mendapat sekitar 12% seluruh genomnya dari leluhur Jomon dan sisanya dari leluhur Yayoi (Science Daily, 20/6/2019).

Jun Ohashi dan koleganya menghitung bahwa satu kelompok urutan DNA Jomon menyumbang 35,4% dari seluruh kromosom Y. Ini petunjuk bahwa urutan spesifik sangat umum pada pria Jomon. Karena urutan DNA lebih mudah menjadi umum dalam populasi kecil dan ukuran populasi Jomon menurun selama Periode Jomon Akhir sebelum kedatangan orang Yayoi di Jepang (Science Daily, 20/6/2019). 

Oleh: Servas Pandur