• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Model Baru Produksi Gas Alam & “Kerangkeng” CO2

Riset ilmuwan mahasiswa doktoral K.N. Darnell, Profesor P.B. Flemings, dan Profesor D. DiCarlo asal University of Texas, Austin, di  Amerika Serikat (AS), berhasil menciptakan suatu model untuk menghasilkan gas alam (natural gas) dan sekaligus menyimpan karbon-dioksida (CO2) di bawah tanah. Caranya, ketiga ahli itu menginjeksi udara (air) dan karbon-dioksida ke dalam deposit-deposit es methana yang terdapat di bawah tanah Teluk Meksiko; hasilnya, membuka sumber-sumber energi gas alam banyak sekaligus melawan perubahan iklim dengan ‘menjerat’ atau ‘memerangkap’ karbondioksida di bawah tanah (K.N. Darnell, et al, 2019).

Hasil riset itu dirilis oleh jurnal Water Resources Research, edisi 2019. (K.N. Darnell et al, “Nitrogen-Driven Chromatographic Separation During Gas Injection into Hydrate-Bearing Sediments,” Water Resources Research, 2019). K.N. Darnell dan koleganya menciptakan suatu model yang memadukan termodinamika dengan aliran fluida ke dalam sistem-sistem pembentuk hidrat. CH4 habis atau menipis
dekat injeksinya dan tersapu atau bergerak cepat ke hilir karena disosiasi hidrat akibat penguapan N2. CO2 membentuk hidrat campuran dengan N2 dekat titik injeksi dalam zona CH4 menipis atau habis, tetapi tidak tercampur dengan CH4 (K.N. Darnell, et al, 2019).

“Our study shows that you can store carbon dioxide in hydrates and produce energy at the same time,” papar said Darnell, mahasiswa doktoral pada UT Jackson School of Geosciences. Riset Darnell ini didanai oleh University of Texas Institute for Geophysics (UTIG) di Amerika Serikat (AS).

Dalam proses model baru Darnell dkk itu, nitrogen dalam udara injeksi menyapu metana menuju suatu sumur produksi dan memungkinkan karbon dioksida untuk menggantikannya. Metode ini mengekstraksi gas alam dari deposit metana hidrat dan sekaligus menyimpan karbon dioksida—satu gas rumah kaca--di lingkungan dalam tanah sehingga sulit lepas ke atmosfer. Tahap berikutnya ialah uji-lab penemuan baru ini.

Saat ini Jackson School dan UT Hildebrand Department of Petroleum and Geosystems Engineering di Amerika Serikat, sedang menguji metode ini di fasilitas khusus di Jackson School, yang merupakan satu dari sedikit lab di dunia yang dapat menyimpan dan menguji hidrat methana. Uji-lab itu dipimpin oleh Profesor Peter Flemings, ilmuwan riset senior UTIG, dan Profesor David DiCarlo asal Departemen Hildebrand.

“Two things are really cool. First, we can produce natural gas to generate energy and sequester CO2. Second, by swapping the methane hydrate with CO2 hydrate, we disturb the (geologic) formation less, lowering the environmental impact, and we make the process energetically more efficient. We're now openly inviting the entire scientific community to go out and use what we're learning to move the ball forward,” ungkap Profesor Peter Flemings.

Proyek riset itu didukung oleh U.S. Department of Energy (DOE) di Amerika Serikat dan melibatkan ilmuwan : (1) K.N. Darnel asal Institute for Geophysics, Jackson School of Geosciences, The University of Texas at Austin, Austin, TX, 78712 di AS dan Department of Geological Sciences, Jackson School of Geosciences, The University of Texas at Austin, Austin, TX, 5 78712, di AS; (2) Profesor P.B. Flemings asal The University of Texas at Austin, Austin, TX, 78712 di AS dan Department of Geological Sciences, Jackson School of Geosciences, The University of Texas at Austin, Austin, TX, 5 78712, di AS; dan (3) Profesor D. DiCarlo asal Department of Petroleum and Geosystems Engineering, The University of Texas at Austin, Austin, TX, 78712 di AS. 

 

 

Oleh: Servas pandur