• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Emas Hitam ‘Pohon Buatan’ Mengatasi Pemanasan Global

Dengan teknik nanoteknologi-- mengubah ukuran dan celah antara partikel nano-emas--, riset kolaborasi ilmuwan asal India dan Korea Selatan, mengubah emas menjadi emas hitam, ‘Pohon Buatan’ (Artificial Trees) yang menggunakan CO2 (karbon-dioksida), sinar matahari dan air untuk menghasilkan bahan bakar (Mahak Dhiman et al, 2019).

Emas hitam ‘Pohon Buatan’ itu dapat mengubah air laut menjadi air minum dengan menggunakan panas emas hitam usai disinari cahaya matahari. Hasil riset itu dirilis oleh jurnal Chemical Science, edisi 2019 (Mahak Dhiman et al, “Plasmonic colloidosomes of black gold for solar energy harvesting and hotspots directed catalysis for CO2 to fuel conversion”, Chemical Science, 2019).

Hasil riset dan penemuan itu juga merupakan langkah maju lebih dekat untuk mengatasi dan melawan pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change) akhir-akhir ini. Karena emas hitam ‘Pohon Buatan’ dapat menangkap dan mengubah CO2 menjadi bahan bakar dan bahan kimia bemanfaat. Meskipun pada tahap riset dan uji-coba saat ini baru mampu memproduksi sedikit bahan bakar; namun tantangan ini dapat diatasi pada masa-masa datang  (Tata Institute of Fundamental Research, 3/7/2019).

Proyek riset itu didanai oleh Department of Atomic Energy (DAE), Government of India and Department of Science and Technology (DST), dan Government of India asal India. Sejumlah ilmuwan terlibat dalam riset dan studi ilmiah itu ialah (1) Mahak Dhiman asal Department of Chemical Sciences, Tata Institute of Fundamental Research (TIFR), Mumbai, India;  (2) Ayan Maity asal Department of Chemical Sciences, Tata Institute of Fundamental Research (TIFR), Mumbai, India; 

(3) Anirban Das asal Department of Chemical Sciences, Tata Institute of Fundamental Research (TIFR), Mumbai, India;  (4) Rajesh Belgamwar asal Department of Chemical Sciences, Tata Institute of Fundamental Research (TIFR), Mumbai, India; (5) Bhagyashree Chalke asal Department of Condensed Matter Physics and Materials Science, Tata Institute of Fundamental Research (TIFR), Mumbai, India;   (6) Yeonhee Lee asal Department of Chemistry, Seoul National University, Seoul, Korea Selatan;  (7) Kyunjong Sim asal Department of Chemistry, Seoul National University, Seoul, Korea Selatan;  (8) Jwa-Min Namc, corresponding author; dan (9) Vivek Polshettiwar, corresponding author.

Hasil riset dan penemuan tim ahli itu dapat mengatasi dan melawan pemanasan global (global warming) atau perubahan iklim (climate change). Karena, pemicu utama pemanasan global ialah loncatan level CO2  atmosferik yang berasal dari sumber utama pembakaran bahan bakar fosil tiap hari untuk pembangkit listrik, kendaraan, industri, dan lain-lain. Tim ahli itu yakin bahwa risetnya dapat mengkonversi CO2  menjadi bahan bakar dengan menggunakan cahaya-matahari (sunlight) pada kondisi atmosferik, skala layak secara komersial dan CO2  nanti dapat menjadi sumber utama energi bersih (clean energy) (Tata Institute of Fundamental Research, 3/7/2019).

Teknik nanoteknologi dari tim ahli itu dimulai dari pengaturan perilaku katalitik dari koloidosome plasmonik dendritik (dendritic plasmonic colloidosomes/DPC) melalui hotspot plasmonik (plasmonic hotspots). Protokol sintesis fase solusi-siklus-per-siklus menghasilkan area-permukaan-tinggi DPC melalui kendali  nukleasi --pertumbuhan nanopartikel emas (NP). DPC-DPC ini memvariasikan jarak-jarak antar-partikel dan distribusi ukuran-partikel; DPC-DPC ini juga menyerap seluruh wilayah sinar matahari (solar light) yang terlihat (visible region) dan wilayah dekat inframerah-inframerah spektrum surya (solar spectrum), yang mengubah emas menjadi emas hitam (Mahak Dhiman et al, 2019).

Emas hitam (nano) dapat mengkatalisasi CO2 menjadi konversi methana (bahan bakar) pada suhu dan tekanan atmosferik dengan menggunakan energi surya. Tim peneliti itu juga mengamati pengaruh atau efek signifikan dari hotspot plasmonik terhadap kinerja DPCs untuk memurnikan air laut menjadi air minum melalui pembangkit uap (Mahak Dhiman et al, 2019). 

 

Oleh Servas Pandur