• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Perubahan Tata-Guna Lahan Picu Risiko Kebakaran Hutan

Tata-kelola lahan secara sehat-lestari—sustainable land management—adalah solusi kebakaran hutan yang liar di zona Amazon Brasil. Begitu hasil riset kolaborasi tim ahli dari berbagai negara yang dirilis oleh jurnal Global Change Biology, edisi Juli 2019 (Marisa Gesteira Fonseca, et al, “Effects of climate and land-use change scenarios on fire probability during the 21st century in the Brazilian Amazon” oleh jurnal Global Change Biology, July 15, 2019).

Riset kolaborasi itu melibatkan banyak ahli yang dipimpin oleh National Institute of Space Research (INPE) dan Centre for Disaster Research and Monitoring (CEMADEN) di Brazil dan ahli asal Stockholm University di Swedia, serta University of Exeter di Inggris, yang menggunakan teknik-teknik pemodelan canggih guna melaksanakan riset itu.

Ahli-ahli yang terlibat dalam proyek riset itu ialah (1) Marisa Gesteira Fonseca asal National Institute for Space Research (INPE), São José dos Campos/SP, Brazil; korespondensi Marisa Gesteira Fonseca, National Institute for Space Research (INPE), Av. dos Astronautas 1758, São José dos Campos/SP 12227?010, Brazil; (2) Lincoln Muniz Alves asal Earth System Science Center (CCST), INPE, São José dos Campos/SP, Brazil;

(3) Ana Paula Dutra Aguiar asal Earth System Science Center (CCST), INPE, São José dos Campos/SP, Brazil; (4) Egidio Arai asal National Institute for Space Research (INPE), São José dos Campos/SP, Brazil; (5) Liana Oighenstein Anderson, PhD, asal National Center for Monitoring and Early Warning of Natural Disasters (CEMADEN), Parque Tecnológico de São José dos Campos, São José dos Campos/SP, Brazil;

(6) Thais Michele Rosan asal National Institute for Space Research (INPE), São José dos Campos/SP, Brazil; (7) Yosio Edemir Shimabukuro asal National Institute for Space Research (INPE), São José dos Campos/SP, Brazil; (8) Dr.  Luiz Eduardo Oliveira e Cruz de Aragão asal National Institute for Space Research (INPE), São José dos Campos/SP, Brazil dan College of Life and Environmental Sciences, University of Exeter, Exeter, Inggris.

Hasil riset tim ahli itu menemukan bahwa meskin iklim sedang berubah akhir-akhir ini, pemanasan global dan perubahan iklim, namun risiko terbesar bagi kebakaran atau pembakaran hutan terbesar di dunia, hutan Amazon di Brazil, ialah penggunaan lahan tidak tepat, tidak terencana, dan tidak sehat-lestari di kawasan ini (Science Daily, 19/7/2019).

Misalnya, hasil riset itu menunjukkan bahwa lebih dari 1 (satu) juta km2 tanah adat atau hutan dan kawasan lingdung di Amazon, bakal sangat berisiko kebakaran, mengancam ekosistem, dan populasi di wilayah Amazon. Faktor penyebabnya ialah penggunaan dan pengelolaan lahan tidak terencana, tidak tepat, dan tidak berkelanjutan Science Daily, 19/7/2019).

“The study identifies a very serious problem and we have to use this result for the benefit of Brazil's sustainable development. For the first time, we have been able to demonstrate that although the climate is changing, with the possibility of negative consequences for the Amazon, the biggest villain on the burning issue is the poorly planned use of land in this region. The bottom line is that unlike the climate, land use issues can be addressed through control measures that can be implemented quickly, solving a significant fraction of the problem,” ungkap Dr Aragão, ketua divisi pengienderaan jauh Remote Sensing Division pada INPE (University of Exeter, 19/7/219).

Secara umum, satu dari kesimpulan studi dan riset tim ahli itu ialah deforestasi tidak terkendali, yang mengubah hutan hujan menjadi lahan pertanian, dapat memperluas wilayah berisiko kebakaran hutan lebih dari 70% pada akhir abad 21 ini. Menurut siaga deforestasi DETER / INPE, periode Juli 2018-2019, seluas 5.364 km2 hutan, atau seluas wilayah pulau Trinidad, telah gundul, dan sekitar 4.405 km2 berisiko kebakaran hutan.

“This means that if we continue removing forest cover in Amazonia, we will be potentializing wildfire degradation of the remaining forests, with consequences for the stability of carbon stocks and environmental services,” papar Dr Marisa Fonseca, peneliti post-doktoral pada INPE dan lead-author karya ilmiah ini (University of Exeter, 19/7/219).

 

Oleh: Servas Pandur