• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Larang Jual Rokok Ke Remaja, Tingkat Merokok Turun Di AS

Awal abad 21, negara-negara bagian dan kotamadya di Amerika Serikat, merilis peraturan larangan atau pembatasan khusus penjualan rokok kepada anak-anak remaja di bawah usia 21 tahun (tobacco-21 laws). Larangan penjualan rokok kepada anak-anak usia di bawah 21 tahun di kabupaten dan kota (AS) ini mengurangi tingkat merokok remaja usia 18- 20 tahun. Begitu hasil riset Abigail S. Friedman, PhD, asisten Profesor Department of Health Policy and Management dan  Rachel J. Wu, Undergraduate Student, Yale School of Public Health di Amerika Serikat (AS)  (Abigail S. Friedman, et al, 2019).

A.S. Friedman dan Rachel J. Wu menggunakan data set Behavioral Risk Factor Surveillance System’s Selected Metropolitan/Micropolitan Area (MMSA) Risk Trends tahun 2011-2016. Hasilnya, larangan penjualan rokok kepada remaja usia di bawah 21 tahun (tobacco-21) cukup substantif mengurangi jumlah merokok (smoking) pada remaja 18-20 tahun yang hidup di zona metropolitan dan mikropolitan (MMSA), AS. Hasil riset itu dirilis oleh jurnal Nicotine and Tobacco Research (Abigail S. Friedman and Rachel J. Wu, “Do Local Tobacco-21 Laws Reduce Smoking among 18 to 20 Year-Olds?”, (Nicotine and Tobacco Research, 2019).

“Smoking is responsible for over 400,000 deaths in the United States alone every year, with the vast majority of smokers initiating use before age 21. Our analysis indicates that tobacco-21 laws are an effective way to reduce such take-up, even when they are implemented at the local level,” papar Abigail S. Friedman (Michael Greenwood/YaleNews, 26/7/2019). Proyek riset ini didanai oleh Evidence for Action program dari Robert Wood Johnson Foundation di Amerika Serikat.

Tahun 2011 dan 2016 di ‘tobacco-21’ MMSA , menurut riset Friedman dkk, tingkat merokok remaja 18-20 tahun turun sekitar 1,2% jika dibanding tingkat merokok remaja 18-20 di zona tanpa larangan atau pembatasan penjualan rokok. Prosentase ini setara dengan penurunan tingkat merokok sekitar 10%. Karena itu, riset ini menyimpulkan bahwa efektivitas ‘tobacco-21’ akan lebih besar, jika diterapkan pada level federal (negara) di Amerika Serikat (Nicotine and Tobacco Research, 26/7/2019).

Oleh: Servas Pandur