• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Infrastruktur Sains-Tek & Pembentukan Karakter

Senin 9 April 1962 di Jakarta, Presiden RI Ir. Soekarno merilis strategi membangun MANUSIA INDONESIA BARU. Inti strategi selalu hanya dua hal yakni menentukan titik (patokan dan dasar serta arahnya) dan skala waktu. Menurut Presiden RI Soekarno arah Manusia Indonesia Baru yakni “Manusia Indonesia jang tegak dan kuat fisik, mental, rochani dan djasmani, berdjiwa Pantja-sila dan pelaksanaan Amanat Penderitaan rakjat jang ulet.” Ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) RI Soekarno No. 131 Tahun 1962 di Jakarta.

Hal pokok lain dari Keppres No. 131 Tahun 1962 yakni pertimbangan Presiden RI Soekarno membentuk Departemen Olahraga yakni olahraga mempunyai fungsi amat penting membangun ‘Manusia Baru Indonesia’ dalam rangka pembentukan karakter Bangsa (national-character building) Indonesia.

Visi dan misi Presiden RI Soekarno itu ternyata sangat valid bahkan hingga awal abad 21. Misalnya, tahun 2011, Dr. Gregory D. Myer pada The Division of Sports Medicine, Cincinnati Children’s Hospital Medical Center, di Inggris menciptakan jenis pendidikan dan pelatihan fisik guna memacu perkembangan kinerja otak dan kebugaran fisik anak-anak. Dr. Myer dan koleganya berhasil menciptakan olahraga Integrative Neuromuscular Training (INT) merangsang dan menguji pikiran dan tubuh anak.

Karya cipta Dr. Myer dkk itu diulas sangat bagus oleh Fox News edisi 4 Februari 2015 dan British Journal of Sports Medicine, 23 Januari 2011. Bahwa panduan pelatihan fisik anak-anak perlu lebih fokus pada pengembangan kinerja otaknya. Misalnya, metode INT fokus pada latihan daya-tahan, kestabilan fisik, kekuatan fisik, lompat (plyometrik) dan kelincahan gerak-fisik anak-anak sesuai usia dan fisiknya—pra usia 10-12 tahun anak perempuan dan pra-usia 12-14 tahun anak pria. Pelatihan dan pendidikan olah-fisik ini berlangsung 15 menit dan dua kali sepekan—latihan beban, olahraga balon, gerak-dasar fisik dan kekuatan perut. (Kathryn Doyle/Reuters , 4/2/2015). Jadi, skala waktunya ialah masa anak-anak di bawah 14 tahun.

Jadi, infrastruktur sains, teknologi dan olahraga melalui pendidikan dan pelatihan fisik dapat membentuk karakter positif anak-anak. Tentu saja, program semacam ini sangat strategis dan bermanfaat guna menjabarkan program Pemerintah RI saat ini yang hendak fokus antara lain pada kelanjutan pembangunan infrastruktur dan SDM periode 2019-2024.

Jumat (27/7/2019), Stephen Wright dan Karin Laub dari Associated Press, kantor berita Amerika Serikat (AS), merilis hasil wawancara dengan Presiden RI Joko Widodo. Kedua jurnalis ini mengutip Presiden RI Joko Widodo bahwa prioritas strategi kebijakan Pemerintah RI 2019-2024 antara lain melanjurkan proyek-proyek pembangunan infrastruktur skala besar dan efisiensi atau penyederhanaan proses birokrasi.

Maka kini tiba saatnya, Pemerintah dan Rakyat RI membangun sinergi pembangunan infrastruktur berbasis sains, teknologi, dan olahraga atau lainnya, dalam rangka nation-building, membangun ‘Manusia Indonesia Baru’. Kita melihat misalnya kajian Dr. Urs Eiholzer, Ketua PEZZ Center for Pediatric Endocrinology di Zurich, Swiss, tentang metode olahraga INT. Ini satu contoh saja. Bahwa metode sejenis INT sudah sangat tepat memadukan olah-fisik dan olah-otak anak-anak sejak usia dini dalam rangka pembentukan karakter.

Begitu pula, Dr. Lisa Barnett dari Barnett of the School of Health and Social Development pada  Deakin University Australia di Melbourne, Australia. Dr. Barnett mendukung metode INT. Karena jenis olahraga ini menekankan kualitas olahraga yang memadukan olah-fisik, latihan motoris dan kognitif anak. (Kathryn Doyle/Reuters , 4/2/2015). Atau dalam visi strategis Presiden RI Soekarno (1962) yakni “olahraga dalam arti seluas-luasnya, meliputi segala kegiatan atau usaha untuk mendorong, membangkitkan dan membina kekuatan jasmaniah maupun rohaniah pada tiap manusia.” 

 

 

Oleh: Komarudin Watubun