• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Infrastruktur Sains-Tek & Pembentukan Karakter (II)

Jumat (5/12/1958) di Jakarta, Presiden RI Soekarno dan Perdana Menteri Djuanda menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia (RI) Nomor 65 Tahun 1958 tentang Dewan Tenaga Atom dan Lembaga Tenaga. Menteri Kehakiman G.A. Maengkom mengundangkan PP No. 65/1958 dalam Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 151.

PP No. 65/1958 melihat potensi tenaga atom untuk kemajuan Negara dan Bangsa. Usaha di lapangan tenaga atom hendak diarahkan untuk mensejahterakan Rakyat Negara RI. Maka Pemerintah RI membentuk Lembaga Tenaga Atom guna “melaksanakan, mengatur dan mengawasi penyelidikan dan penggunaan tenaga atom di Indonesia demi keselamatan dan kepentingan umum.”

Dari era pra-Masehi, para filsuf di Yunani kuno, sudah melihat manfaat riset atom. Hasil riilnya bagi pembentukan karakter ialah penemuan kebenaran melalui nilai alam. “Eureka (??????)!” Begitu teriakan ahli matematika Archimedes--peletak dasar penemuan kebenaran dan invension berbasis alam—merayakan penemuan hasil kontak manusia dengan alam. Teriakan “heúr?ka” (??????) itu hingga hari ini tidak hanya melahirkan tradisi heuristik bidang sains dan teknologi, tetapi juga perayaan atas penemuan kebenaran berbasis nilai alam.

Abad 20 M, ahli fisika Albert Einstein (1879-1955) asal kelahiran Jerman dan migrasi ke Amerika Serikat (AS) membenarkan visi Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Djuanda serta teriakan eureka dari Archimedes: “Look deep into nature, and then you will understand everything better!” (Suvarna Buldeo et al, 2012). Lihat jauh ke dalam alam, maka Anda bakal memahami segala hal. Einstein menerima anugerah Nobel tahun 1921 atas jasanya mengembangkan teori fisika khususnya penemuan hukum efek foton-listrik sebagai tahap pivotal dari pengembangan teori quantum. (Pais, 1982:301; E. Whittaker, 1955).

Tetapi, Presiden Soekarno tidak menciptakan bom atom atau fusi nuklir sebagai sistem senjata perang. Presiden Soekarno hendak membangun tenaga atom perdamaian—khususnya “kegiatan-kegiatan keamanan, keselamatan dan kesehatan yang bersifat khas” (PP Presiden RI No. 35/1965) antara lain bidang industri, obat-obatan, pertanian, dan lain-lain. Ini antara lain strategi politik tenaga atom Bangsa Indonesia. (PP RI No. 65/1958).

***

Jumat (27/7/2019), Stephen Wright dan Karin Laub dari Associated Press, kantor berita Amerika Serikat (AS), merilis hasil wawancara dengan Presiden RI Joko Widodo. Kedua jurnalis ini mengutip Presiden RI Joko Widodo bahwa prioritas strategi kebijakan Pemerintah RI 2019-2024 antara lain melanjutkan proyek-proyek pembangunan infrastruktur skala besar dan efisiensi atau penyederhanaan proses birokrasi.

Periode tahun 2015-2019, total anggaran infrastruktur di Kementerian PUPR mencapai Rp 548,4 triliun dengan rincian tahun 2015 sebesar Rp 119,6 triliun, tahun 2016 sebesar Rp 98,1 triliun, tahun 2017 sebesar Rp 106,3 triliun, tahun 2018 sebesar Rp 113,7 triliun dan tahun 2019 sebesar Rp110,7 triliun (Humas Setkab RI, 31/5/2019).

Arah program infrastruktur ini antara lain mempersatukan Bangsa Indonesia. Begitu cuplikan pidato Presiden RI Joko Widodo, Kamis pagi (16/8/2018) pada HUT Ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI di Depan Sidang Bersama DPR RI dan DPD di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara (Jakarta Pusat): “Konektivitas yang makin tersambung akibat pembangunan infrastruktur bukan hanya akan membuat ekonomi kita lebih efisien dan berdaya saing, tapi juga mempersatukan kita sebagai Bangsa.” (Humas Setkab RI, 16/8/2018).

Kini tiba saatnya, Rakyat dan Pemerintah RI membangun infrastruktur sains (scientific infrastructure) dan infrastruktur teknologi (technological infrstructure). Kini era industri 4.0 dan 5.0. Ada perangkat mobile, algoritma, drone, Internet, Big Data, cloud computing, dan sejenisnya. Tetapi, Bangsa Indonesia masih menjadi konsumen atau pengguna setia produk-produk industri 4.0.

Tahun 2018, Associate Professor Julie Shah dan Przemyslaw “Pem” Lasota terlibat dalam tim riset kolaborasi ahli asal Institute of Technology (MTI) dan produsen mobil BMW. Ahli-ahli ini berupaya menggunakan algoritma guna sinergi manusia-robot di bidang industri poduksi. (Massachusetts Institute of Technology, 12/6/2019).

Berikutnya, biolog Derek E. Lee pada Penn State University dan ilmuwan dari Wild Nature Institute bekerjasama dengan ahli cloud computing asal Microsoft Azure di Amerika Serikat, membuat teknologi algoritma komputer (machine-learning) untuk otomatisasi identifikasi obyek pada riset-riset satwa-satwa liar. Metode ini berguna bagi peneliti untuk mempelajari pola-pola unik identifikasi fauna seperti kucing liar, gajah, salamander, ikan, pinguin, dan mamalia laut (Science Daily, 11/2/2019).

 Ahli keuangan dan adminsitrasi negara, Félix J. López-Iturriaga, dan Iván Pastor Sanz, Phd, ahli risiko investasi dan perbankan pada Universidad de Valladolid (Spanyol) dan Higher School of Economics (HSE), mengembangkan suatu model jaringan syaraf artifisial untuk melacak dini dan memprediksi kasus dan risiko korupsi, berbasis faktor-faktor politik dan ekonomi. Tahun 2010-2017, Iván Pastor Sanz mengembangkan model baru deteksi risiko sistemik dan kegagalan perbankan berbasis jaringan syaraf artifisial (artificial intelligence), self-organizing maps (SOMs) dan algoritma genetik (Social Indicators Research, 22/11/2017).

Uji-silang melalui Algoritma Bayesian dapat menyingkap identitas orang dan selnya dengan cepat dan tepat berbasis DNA per menit. Begitu hasil riset Yaniv Erlich, profesor ilmu komputer Columbia Engineering, dan koleganya pada Columbia University School of Engineering and Applied Science, Amerika Serikat, November 2017. Manfaatnya ialah identifikasi korban bencana, analisa TKP hingga penanda label atau jalur sel terkontaminasi pada penelitian kanker (Kim Martineau/Columbia News, 2017).

Hasil-hasil riset dan penemuan tersebut di atas terjadi karena Pemerintah (Negara) memiliki POLITIK SAINS-TEKNOLOGI sebagai strategi Negara. Misalnya, alokasi dana bidang riset dan teknologi ditingkatkan. Bagi Bangsa Indonesia, sains dan teknologi harus tetap mematuhi dasar dan arah Negara; khususnya bagi Bangsa Indonesia ialah alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945. Maka revolusi sains dan teknologi tidak perlu melahirkan generasi ateis atau tidak beragama dan tidak percaya Tuhan Yang Maha Esa.

Kini arah strategi infrastruktur sains dan teknologi perlu difokuskan pada bidang sains strategis (strategic sciences) dan sains keberlanjutan nilai sosial-ekonomi-lingkungan (sciences of sustainability). Lab-lab riset Rakyat perlu dibangun di berbagai daerah berbasis konten lokal, keunggulan konten lokal, dan kearifan-kearifan lokal. Misalnya, di Maluku, lab-lab riset rempah, ikan, dan lain-lain. Di Timor, NTT, lab-lab riset kayu dan pohon cendana. Di Kalimantan Selatan, riset tanaman turut dikembangkan.

Sasarannya ialah merawat Bhinneka Tunggal Ika, nilai-nilai alam atau ekosistem Negara, dan mendukung upaya meraih cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia berdasar Pancasila dan UUD 1945. Sehingga revolusi sains dan teknologi benar-benar sekaligus merawat ekosistem sehat-lestari dan membentuk karakter Bangsa sejak awal abad 21. “Perjuangan dan Bangsa patah, jika pemimpinnya tidak bekarakter!”, pesan Drs. Moh Hatta tahun 1950-an.

 

 

Oleh: Komarudin Watubun