• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Sirkuit Syaraf Kendali Motivasi Dan Ketekunan Lalat Buah

Sirkuit syaraf otak lalat buah memacu lalat buah (fruit flies) berupaya mencari makan. Sirkuit syaraf otak juga membantu dan mengontrol upaya, ketekunan dan kinerja lalat buah ketika mencari makanan. Begitu hasil riset dan kajian Profesor Ilona C. Grunwald Kadow, ahli biologi syaraf dan koleganya pada Technical University of Munich (TUM) di Jerman, yang dirilis oleh jurnal Neuron edisi September 2019.

“Our experiments show that hungry individuals keep increasing their performance -- they run up to nine meters per minute. Fruit flies which are full give up much faster. This proves that even simple organisms show stamina and perseverance -- up to now, these qualities were thought to be reserved for humans and other higher organisms,” papar Profesor Ilona C. Grunwald Kadow yang khusus meneliti seberapa upaya lalat buah menemukan makanan. (Technical University of Munich, 26/9/2019).

Kolaborasi riset itu melibatkan pula Profesor Julijana Gjorgjieva, ahli Computational Neuroscience pada TUM dan pimpinan grup riset pada Max Planck Institute for Brain Research di Frankfurt, Jerman, serta tim peneliti internasional dan lintas-disiplin. Tim ahli dan peneliti itu berhasil mengidentifikasi satu sirkuit syaraf otak lalat buah yang mengendalikan upaya, kinerja, dan ketekunan mencari makan. (Science Daily, 26/9/2019).

Para ahli itu khusus meneliti motivasi dan ketekunan lalat buah. Alasannya, menurut Profesor Julijana Gjorgjieva, jika prinsip kerja sirkuit syaraf lebih sederhana dan jauh lebih kecil dari sirkuit syaraf manusia dapat dipahami, maka fungsi sirkuit syaraf lebih rumit dapat dipahami. “The brains of these flies have a million times fewer nerve cells than human brains. This makes it a lot easier to find out what an individual neuron does and how. In this way, we are able to understand the principles of neural circuits which also form the basis for the function of complex brains,” papar Profesor Julijana Gjorgjieva (Technical University of Munich, 26/9/2019).

Kolaborasi riset lintas disiplin dan internasional itu dipimpin oleh ilmuwan-ilmuwan pada Technical University of Munich. Hasilnya, tim ahli itu mengidentifikasi sirkuit syaraf pada otak lalat buah (fruit flies) yang memacu, mengendalikan, dan memotivasi dengan kekuatan maksimum selama mencari makanan. Proyek riset itu melibatkan para ahli yaitu Sercan Sayin, Jean-Francois De Backer, K.P. Siju, Marina E. Wosniack, Laurence P. Lewis, Lisa-Marie Frisch, Benedikt Gansen, Philipp Schlegel, Amelia Edmondson-Stait, Nadiya Sharifi, Corey B. Fisher, Steven A. Calle-Schuler, J. Scott Lauritzen, Davi D. Bock, Marta Costa, Gregory S.X.E. Jefferis, Julijana Gjorgjieva, Ilona C. Grunwald Kadow. (Sercan Sayin, et al, “A Neural Circuit Arbitrates between Persistence and Withdrawal in Hungry Drosophila”, Neuron, 2019).

Tim peneliti dan ahli itu menggunakan model matematik guna mengidentifikasi sirkuit syaraf pemicu dan pengendali motivasi. Model matematika itu mensimulasi interaksi antara rangsangan eksternal dan internal misalnya bau cuka dan kelaparan. Kemudian tim ahli asal TUM , ahli-ahli asal Amerika Serikat dan Inggris menggunakan mikroskop elektron dan pencitraan in-vivo serta eksperimen perilaku untuk mengidentifikasi jaringan otak lalat buah. Hasilnya, sirkuit syaraf pengendali motivasi terletak pada pusat syaraf memori dan belajar lalat buah. Sirkuit syaraf itu dikendalikan oleh dua neurotransmiter dopamin dan octopamine, yang berkaitan dengan noradrenalin manusia. Dopamin meningkatkan aktivitas sirkuit, misalnya meningkatkan motivasi; octopamine mengurangi kemauan berusaha. (Science Daily, 26/9/2019).

“Since these neurotransmitters and the corresponding circuits also exist in the brains of mammals, we assume that similar mechanisms decide whether to continue or to stop”, ungkap Profesor Ilona C. Grunwald Kadow (Technical University of Munich, 26/9/2019).

Sirkuit syaraf lalat buah itu diidentifikasi oleh para peneliti pada TUM School of Life Sciences, Max-Planck Institute of Neurobiology, Max-Planck-Institute for Brain Research, University of Cambridge di Inggris, Janelia Research Campus di Amerika Serikat dan MRC Laboratory of Molecular Biology di Inggris. Proyek riset itu didanai oleh Max-Planck-Gesellschaft, European Research Council (ERC), Marie Curie Training Network, Deutsche Forschungsgemeinschaft (DFG), Howard Hughes Medical Institute di Amerika Serikat, dan Medical Research Council di Inggris. 

Oleh: Servas Pandur