• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Pengurangan & Pakai-Ulang 2,5 Juta Ton Plastik Di Eropa Per Tahun

Ahli limbah plastik elektronik (e-waste) asal United Nations University (UNU), Baldé, C. P., Forti, V., Gray, V., Kuehr, R., dan Stegmann, P. (2016) merilis data bahwa pada tahun 2016, seluruh dunia menghasilkan sekitar 44,7 juta metrik ton sampah elektronik (e-waste). Jumlah itu kurang lebih sama dengan 4.500 menara Eiffel di Perancis; Asia menghasilkan sekitar 18,2 metrik-ton limbah elektronik; Eropa menghasilkan 12,3 metrik ton limbah elektronik; Amerika menghasilkan 11,3 metrik ton limbah elektronik; dan Oceania menghasilkan 0,7 metrik ton limbah elektronik (Baldé, et al., 2017:4-5).

Akhir-akhir ini, sampah elektronik-plastik (e-waste), memicu berbagai risiko lingkungan di berbagai zona dunia. Plastik merupakan bahan pokok pembuatan komponen produk elektronik dan listrik, termasuk telepon, HP, komputer, TV, pengering sambut, vacuum cleaner, dan lain-lain. Bahan-bahan ini sulit didaur ulang oleh alam.

Karena itu, Komisi Eropa (European Commission) mendanai suatu proyek pengurangan dan pemakaian-ulang (re-use) sampah atau limbah elektronik dari konsorsium PolyCE di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Proyek ini didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Targetnya ialah konsumen dan produsen sadar risiko limbah elektronik dan program-program pengurangan dan penggunaan ulang limbah elektronik (e-waste) di Eropa Barat.

“Plastics are a valuable resource with a great potential for circularity. Plastics themselves aren't the problem; our so-called plastics problems relate to attitudes and waste management,” ungkap project partner Kim Ragaret asal University of Gent. (PolyCE, 10/10/2019).

Konsorsium multi-nasional PolyCE (Post-Consumer High-tech Recycled Polymers for a Circular Economy) merilis proyek khusus kampanye sadar risiko plastik bagi konsumen dan podusen di zona Eropa; konsumen diharapkan menggunakan produk-produk yang mengandung plastik-plastik mudah daur-ulang; perusahan membangun plastik daur-ulang (recycle) dan memudahkan pemulihan plastik digunakan lagi (reuse).

“The consumer has absolutely vital roles in a sustainable, circular economy and manufacturing system. The first is to postpone replacing electronic and electrical products by repairing old ones. And when these products are discarded, recycle them properly -- help turn refuse into resources for the sake of the planet's health and our own. Finally, consumers should favour products made with recycled plastic and use their individual purchasing power to support products that have designed out waste and designed in reused materials,” papar Ruediger Kuehr, PhD, ahli e-waste dari UN University (PolyCE, 10/10/2019).

Target proyek PolyCE ialah pengurangan dan penggunaan lagi sekitar 2,5 juta ton plastik limbah elektronik tiap tahun di Eropa sejak satu atau dua tahun ke depan; setiap ton daur-ulang limbah plastik-elektronik dapat mencegah hingga 3 ton emisi CO2 dari pembuatan plastik baru. (PolyCE, 10/10/2019).

Konsorsium PolyCE dipimpin oleh Fraunhofer IZM dan melibatkan kemitraan dengan UN University di Bonn (Jerman); University of Ghent di Belgia; Technical University Berlin di Jeman; dan University of Northampton di Inggris. Proyek PolyCE ini juga melibatkan organisasi masyarakat sipil di Eropa (European Environmental Bureau) dan sejumlah perusahan seperti Philips dan Whirlpool. Proyek 20 mitra ini merilis program kampanye selama 2 (dua) tahun ke depan tentang risiko limbah elektronik dan solusinya di Belgia, Belanda, Italia, Jerman, Austria, Spanyol, Finlandia, Amerika Serikat dan Inggris.

"Major environmental and financial savings could be achieved simply through better design. For some products, such as tablet computers and smartphones, a majority of their manufacturing costs and environmental consequences are the results of decisions made at the product design stage. In the end, realization of a circular economy will be a joint effort between product designers, manufacturers and material recyclers, as well as consumers,” ungkap Ruediger Kuehr, PhD, ahli e-waste dari UN University (PolyCE, 10/10/2019).

Oleh: Servas Pandur