• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Kerusakan Pembuluh Darah Cedera Otak Trauma (TBI)

Secara digital melalui resolusi mikron (resolusi tinggi) dan pemindaian magnetic resonance imaging (MRI), tim ahli-peneliti pada Cold Spring Harbor Laboratory dan koleganya di Amerika Serikat (AS), dapat melihat jelas dan menganalisis pembuluh darah dan jaringan post-mortem pasien cedera otak traumatis (traumatic brain injuries/TBI). Hasilnya, tanda-tanda kerusakan pembuluh darah lebih besar daripada kerusakan syaraf usai pemindaian post-mortem (post-mortem scan) terhadap cedera otak trauma (pasien) TBI. Penemuan ini dapat mempengaruhi cara pengobatan dan pengembangan obat baru pasien TBI atau pasien gegar otak. Hasil riset dan penemuan itu dirilis oleh jurnal Brain edisi Oktober 2019.

“Nerve damage following traumatic brain injuries has been a majority point of view, and therapy as well as drug development has been targeted towards that. The idea is that if the mechanism is actually different, therapeutic intervention may also be different. With MRI, the resolution is limited to several hundred microns, which makes it hard to discern whether nerve fiber (axonal) or blood vessel (vascular) injuries had occurred,” ungkap Profesor Partha P. Mitra, PhD, ahli syaraf asal Cold Spring Harbor Laboratory (CSHL), yang terlibat dalam riset itu (Cold Spring Harbor Laboratory, 13/10/2019).

Penyebab cedera otak trauma (TBI), termasuk gegar otak, sangat beragam, misalnya cedera olahraga hingga trauma di medan perang. Risiko gegar otak serius antara lain gangguan pemikiran, ingatan, gerakan, dan emosi pasien.

Tim ahli CSHL menganalisis jaringan otak postmortem dengan menggunakan teknik high-throughput neurohistological pipeline--teknik pelabelan dan visualisasi irisan otak--yang dikembangkan untuk mempelajari jaringan otak tikus. Profesor Mitra lebih fokus pada area di sekitar lesi, atau tempat trauma meninggalkan jejak fisik pada otak pasien TBI yang muncul pada scan MRI sebagai ‘black blobs’ (gumpalan hitam).

Tim peneliti menggunakan suatu ‘iron stain’ (noda besi), penanda adanya darah dan satu ‘myelin stain’ (noda myelin) untuk keberadaan fragmen serat syaraf pada sampel-sampel otak post-mortem pasien TBI. Tim ahli menemukan sejumlah sel-sel darah bertanda noda-besi sepanjang area lesi sampel otak, yang menunjukkan microbleeds traumatis, akibat pecahnya pembuluh darah sepanjang otak.

Tim ahli itu tidak mengabaikan kemungkinan bahwa pasien TMB juga mengalami cedera aksonal; Kesimpulannya, bahwa cedera pembuluh darah traumatis merupakan karakteristik berbeda dari microbleeds traumatis dan bisa menjadi target terapi baru dan TMB hanya  menjadi tanda cedera yang lebih parah, atau berisiko buruk. Karena itu, riset lanjutan diperlukan untuk mengetahui penyebab utama dan efek TBI untuk diagnosis, prognosis yang lebih baik, mengidentifikasi target terapi dan perawatan pasien.

Proyek riset itu didanai oleh Department of Defense, The Center for Neuroscience and Regenerative Medicine; NIH Clinical Center; NIH/National Institute of Neurological Disorders and Stroke; Crick-Clay Professorship, dan Mather Foundation di Amerika Serikat.

Riset itu melibatkan sejumlah ahli yakni (1) Allison D Griffin asal Center for Neuroscience and Regenerative Medicine, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat; Acute Cerebrovasular Diagnostics Unit of the National Institute of Neurologic Disorders and Stroke Bethesda, Maryland, Amerika Serikat; (2) L Christine Turtzo asal Acute Cerebrovasular Diagnostics Unit of the National Institute of Neurologic Disorders and Stroke, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat;

(3) Gunjan Y Parikh asal R. Adams Cowley Shock Trauma Center, Program in Trauma, University of Maryland School of Medicine, Baltimore, Amerika Serikat; Division of Neurocritical Care and Emergency Neurology, Department of Neurology, University of Maryland School of Medicine, Baltimore, Amerika Serikat; (4) Alexander Tolpygo Cold Spring Harbor Laboratory, Cold Spring Harbor, New York, Amerika Serikat; 

(5)  Zachary Lodato asal Center for Neuroscience and Regenerative Medicine, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat; Cold Spring Harbor Laboratory, Cold Spring Harbor, New York, Amerika Serikat.; (6) Anita D Moses asal Center for Neuroscience and Regenerative Medicine, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat; Acute Cerebrovasular Diagnostics Unit of the National Institute of Neurologic Disorders and Stroke, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat.

(6) Govind Nair asal National Institute of Neurological Disorders and Stroke, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat; (7) Daniel P Perl asal Center for Neuroscience and Regenerative Medicine, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat; Uniformed Services University of the Health Sciences, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat; (7) Nancy A Edwards asal Surgical Neurology Branch of the National Institute of Neurological Disorders and Stroke, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat;

(8) Bernard J Dardzinski Center for Neuroscience and Regenerative Medicine, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat; Uniformed Services University of the Health Sciences, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat; (9) Regina C Armstrong asal Center for Neuroscience and Regenerative Medicine, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat; Uniformed Services University of the Health Sciences, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat; (10) Abhik Ray-Chaudhury asal Surgical Neurology Branch of the National Institute of Neurological Disorders and Stroke, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat.

(11) Partha P Mitra asal Cold Spring Harbor Laboratory, Cold Spring Harbor, New York, Amerika Serikat; dan (12) Lawrence L Latour asal Center for Neuroscience and Regenerative Medicine, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat; Acute Cerebrovasular Diagnostics Unit of the National Institute of Neurologic Disorders and Stroke, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat. 

 

 

 

 

 

Oleh: Servas Pandur