• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Pengaruh Polusi Bising Terhadap Nyanyian Burung

Akhir-akhir ini, banyak spesies hayati pada sistem kehidupan di berbagai zona planet Bumi, terpengaruh oleh polusi kebisingan antropogenik (Anthropogenic noise pollution/ANP). Selama ini, sebagian besar studi ilmiah perihal dampak ANP terhadap sistem kehidupan di planet bumi, hanya berskala per daerah dan beberapa spesies hayati kehidupan di planet bumi. (Brian T. Klingbeil, et al., 2019:1).

Baru-baru ini, Brian T. Klingbeil, PhD, asal School of Forestry and Wildlife Sciences, Auburn University, Alabama dan koleganya di Amerika Serikat (AS), meneliti ANP pada 322 spesies burung, khususnya dampak polusi kebisingan yang diciptakan oleh manusia terhadap burung-burung di rentangan wilayah luas kontinen Amerika Utara pada Amerika Serikat (AS). Proyek riset itu didanai oleh Auburn University, USDA Forest Service, Rocky Mountain Research Station di Colorado, Amerika Serikat (Cornell University, 11/10/2019).

Brian T. Klingbeil et al. (2019) meneliti pola hubungan musim kawin skala wilayah dengan ANP terhadap 322 spesies burung, khususnya perilaku migrasi, massa tubuh, habitat dan musim kawin, dan ciri-ciri vokal burung di Amerika Utara dan Amerika Serikat. Tim peneliti menghitung pola hubungan antara peristiwa musim kawin burung dan ANP pada National Park Service dan perkiraan kejadian musim kawin berdasarkan pengamatan pada data-base sains eBird tahun 2004-2011. Tim peneliti menguji apakah perkiraan-perkiraan skala lokal konsisten pada wilayah lebih luas pada kelompok spesies burung lebih di Amerika Utara pada negara Amerika Serikat. (Science Daily, 11/10/2019).

Spesies-spesies burung yang mengalami musim kawin pada habitat-habitan ciptaan manusia, mengalami dua kali level ANP yang dialami oleh spesies-spesies pada musim kawin (breeding) di habitat-habitat hutan. Spesies-spesies burung menetap dan berpindah-pindah tidak memiliki perbedaan pada asosiasi dengan ANP; namun, nyanyian-nyanyiannya kurang rumit di antara spesies-spesies forest-breeding serta kompleksitasnya meningkat seiring dengan lonjakan ANP. (Science Daily, 11/10/2019).

Kesimpulan riset Brian T. Klingbeil et al. (2019) antara lain bahwa observasi-observasi ANP skala lokal belum tentu sama pada skala kontinental; ciri-ciri vokal burung, seperti kerumitan-kerumitan lagu burung-burung, sangat bermanfaat untuk memahami bagaimana ANP mempengaruhi spesies-spesies burung di sepanjang lintas wilayah.

Hasil riset ini dirilis oleh jurnal Global Ecology and Biogeography edisi Oktober 2019 (Brian T. Klingbeil, Frank A. La Sorte, Christopher A. Lepczyk, Daniel Fink, Curtis H. Flather, “Geographical associations with anthropogenic noise pollution for North American breeding birds”, Global Ecology and Biogeography, 2019).

Riset kolaborasi Brian T. Klingbeil et al. (2019) melibatkan  (1) Brian T. Klingbeil, PhD, asal School of Forestry and Wildlife Sciences, Auburn University, Auburn, Amerika Serikat; (2) Frank A. La Sorte asal School of Forestry and Wildlife Sciences, Auburn University, Auburn, Amerika Serikat; (3) Christopher A. Lepczyk asal asal School of Forestry and Wildlife Sciences, Auburn University, Auburn, Amerika Serikat; (4) Daniel Fink asal Cornell Lab of Ornithology, Cornell University, Ithaca, New York, Amerika Serikat; (5) Curtis H. Flather asal U.S. Forest Sevice, Rocky Mountains Research Station, Fort Collins, Colorado, Amerika Serikat.  

Oleh: Servas Pandur