• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Energi Surya & Angin: Merawat Air-Pangan-Energi dan Mengurangi Emisi CO2

Untuk jangka panjang, penggunaan dan pengembangan tenaga surya (energi matahari) dan angin (solar and wind energy/SWE) sangat bermanfaat bagi mata rantai air-pangan-energi (water-food-energy / WFE) khususnya (1) daya tahan mata rantai WFE terhadap risiko kekeringan; (2) pelestarian air tanah; (3) merawat keberlanjutan air tanah guna menjaga dan meningkatkan daya-tahan dan keberlanjutan mata rantai WFE; dan mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) (Xiaogang He, et al., November 2019).

Begitu hasil riset Xiaogang He, PhD bidang Civil and Environmental Engineering dan  kandidat doktor (PhD) pada Princeton University, Amerika Serikat (AS), dan koleganya terhadap studi kasus SWE dan WFE negara bagian California di AS, yang selama ini rawan kekeringan (drought-prone). Hasil riset itu dirilis oleh jurnal Nature Communications edisi November 2019.

“Traditionally, the social value of solar and wind energy has mostly been focused on air pollution mitigation and carbon emission reductions. However, if we look at the problem from a different angle--like the water-food-energy nexus -- then our paper identifies some unrecognized and under-appreciated effects that have been overlooked in past studies,” papar Xiaogang He, lead-author karya ilmiah itu dan mahasiswa post-doctoral, Water in the West pada Stanford University dan asisten profesor bidang Civil and Environmental Engineering di National University of Singapore. (Princeton University, Woodrow Wilson School of Public and International Affairs, 6/11/2019).

Dari riset terhadap kasus SWE dan WFE California, tim peneliti itu menemukan bahwa lonjakan penggunaan energi surya (matahari) dan air dapat mengurangi ketergantungan pada energi air (hydropower), khususnya selama musim kemarau atau kekeringan; sehingga air permukaan tanah untuk hydropower dapat dialihkan ke irigasi yang dapat mengurangi seluruh abstraksi air dalam tanah. Sektor pertanian California sangat mengandalkan pasokan air guna mengelola nilai produksinya per tahun sekitar 47 miliar dollar AS.

Di sisi lain, lonjakan penggunaan energi tenaga surya dan angin (energi terbarukan) dapat mengurangi emisi karbon dioksida (CO2); mencegah kekurangan pasokan air untuk sektor pertanian; energi terbarukan (angin dan surya) juga menjaga lestarinya air dalam tanah. (Science Daily, 6/11/2019).

Secara umum, meskipun lingkup studi ini di California, namun dapat diterapkan sebagai kerangka kebijakan skala global dalam rangka mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Kesepakatan Paris (paris Agreement) tahun 2016 untuk pengurangan emisi CO2 tiap negara.

“Our results also suggest that policymakers need to take the long-term outlook of groundwater depletion into consideration when planning further deployment of solar and wind energy. If groundwater aquifers keep getting depleted in the future, then the added value of penetrating solar and wind energy will largely decrease,” ungkap Xiaogang He, PhD. (Princeton University, Woodrow Wilson School of Public and International Affairs, 6/11/2019).

Proyek riset itu melibatkan peneliti dan ahli yakni (1) Xiaogang He, PhD, asal Department of Civil and Environmental Engineering, Princeton University, Princeton, NJ, Amerika Serikat; Water in the West, Woods Institute for the Environment, Stanford University, Stanford, CA, Amerika Serikat; dan International Institute for Applied Systems Analysis, Laxenburg di Austria;

(2) Kairui Feng asal Department of Civil and Environmental Engineering, Princeton University, Princeton, NJ, Amerika Serikat;

(3) Xiaoyuan Li asal Department of Civil and Environmental Engineering, Princeton University, Princeton, NJ, Amerika Serikat;

(4) Amy B. Craft asal Woodrow Wilson School of Public and International Affairs, Princeton University, Princeton, NJ, Amerika Serikat;

(5) Yoshihide Wada asal International Institute for Applied Systems Analysis, Laxenburg di Austria;Department of Physical Geography, Utrecht University, Utrecht di Belanda;

(6) Peter Burek asal International Institute for Applied Systems Analysis, Laxenburg di Austria;

(7) Eric F. Wood asal Department of Civil and Environmental Engineering, Princeton University, Princeton, NJ di Amerika Serikat; dan (8) Justin Sheffield asal Department of Civil and Environmental Engineering, Princeton University, Princeton, NJ di Amerika Serikat dan Geography and Environment, University of Southampton, Southampton di Inggris.

Xiaogang He melakukan riset ini sebagai suatu studi PEI-STEP Graduate Fellow di Princeton University di Amerika Serikat; He diarahkan oleh Michael Oppenheimer, The Albert G. Milbank Professor of Geosciences and International Affairs dan The Princeton Environmental Institute (PEI) pada Princeton serta diektur Center for Policy Research on Energy and the Environment pada The Woodrow Wilson School of Public and International Affairs. Sedangkan Amy Craft, dosen ekonomi dan masalah internasional pada Wilson School, membimbing Xiaogang He dalam bidang analisa ekonomi dari karya ilmiah itu.

Para pembimbing Xiaogang He ialah Profesor Justin Sheffield, ahli hydrology dan penginderaan jarak-jauh pada University of Southampton di Inggris, dan Profesor Eric Wood, ahli arsitektur / rekayasa lingkungan dan teknik sipil, emeritus, dan ilmuwan senior pada Department of Civil and Environmental Engineering pada Princeton University; kedua ahli ini adalah co-authors studi ilmiah ini.

Sebagian dari riset itu dikembangkan di The Young Scientists Summer Program pada The International Institute for Applied Systems Analysis di Laxenburg, Austria; Proyek riset didanai oleh USA National Member Organization. Karya ilmiah itu juga didukung oleh hibah dari The National Oceanic and Atmospheric Administration, dan STEP-PEI Fellowship pada Princeton University. Sedangkan Sheffield didukung melalui hibah dari proyek U.K. Research dan Innovation Global Challenges Research Fund (grant no. NE/P021093/1 and grant no. ES/P011373/1).

Hasil riset dan karya ilmiah itu dirilis oleh jurnal Nature Communications, November 2019) (Xiaogang He, Kairui Feng, Xiaoyuan Li, Amy B. Craft, Yoshihide Wada, Peter Burek, Eric F. Wood, Justin Sheffield, “Solar and wind energy enhances drought resilience and groundwater sustainability”, Nature Communications, 2019).

 

 

 

 

Oleh: Servas Pandur