• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Untung-Rugi 30.000 Pembangkit Listrik Angin Turbin Di Jerman

Produksi energi terbarukan (renewable energy) bukan tanpa risiko. Misalnya, angin Turbin (wind turbin) berisiko membunuh sejumlah besar hewan seperti kelelawar di angkasa. Karena itu, lokasi dan operasi pembangkit energi angin (wind energy plants) sering memicu risiko pelanggaran terhadap hukumg perlindungan keragaman-hayati khususnya perlindungan spesies-spesies terancam punah.Begitu hasil survei dari Christian Voigt dkk (2019) asal Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research (Leibniz-IZW) di Jerman.

Hasil survei Christian Voigt terhadap para ahli dari lingkungan pemerintahan daerah dan pemerintah pusat di Jerman, aktivis lingkungan (NGOs) dan ahli-ahli lainnya, menemukan bahwa upaya dan mekanisme perlindungan kelelawar terhadap angin Turbin sangat belum memadai. Hasil survei itu dirilis oleh jurnal Journal of Renewable and Sustainable Energy edisi akhir November 2019.

Survei itu melibatkan sekitar 500 responden dari karyawan badan perlindungan lingkungan, pemerintah, wakil dan aktivis lingkungan, konsultan, karyawan perusahan pembangkit energi angin, dan ilmuwan peneliti bidang energi angin dan keragaman-hayati. Pertanyaan pokoknya ialah manfaat energi angin terhadap lingkungan dan manusia, perubahan iklim dan konservasi keragaman-hayati.

Para responden menjawab kuesioner online. Lebih dari 80% pemangku kepentingan mengakui konflik antara konservasi kelelawar dan produksi energi angin; namun, mayoritas responden yakin tentang solusinya dan semua menginginkan transisi energi yang berkelanjutan secara ekologis.

“We found both significant discrepancies and broad consensus among participants. The overwhelming majority of respondents confirmed that there is a direct conflict between green electricity and bat protection. Most importantly, they considered the protection of biodiversity to be just as important as the contribution to protect the global climate through renewable energy production,” ungkap Dr. Christian C. Voigt, ketua departemen pada Leibniz-IZW dan first author survei itu. (Forschungsverbund Berlin, 27/11/2019).

Semua kelompok responden survei itu, kecuali anggota sektor energi angin, tidak setuju dengan pernyataan bahwa produksi energi angin lebih diprioritaskan daripada perlindungan keanekaragaman hayati dan bahwa pemanasan global lebih penting daripada krisis keanekaragaman hayati.

Semua responden juga sepakat bahwa lebih banyak langkah harus diambil untuk membuat produksi energi angin berkelanjutan secara ekologis dan bahwa masyarakat harus dilibatkan untuk membayar pelaksanaan langkah-langkah ini. Semua pemangku kepentingan kecuali anggota sektor energi angin setuju bahwa kerugian pendapatan dari produksi energi angin dan keterlambatan dalam proses transisi harus dapat diterima untuk menyelesaikan dilema hijau-hijau.

“We will probably have to accept a higher price of green electricity for the purpose of the effective protection of bats in order to compensate for the shutdown times of wind turbines. This does not address the unsolved issue of how to deal with habitat loss, especially when wind turbines are placed in forests,” papar Dr. Christian C. Voigt. (Forschungsverbund Berlin, 27/11/2019).

Di antara pilihan solusi yang ditawarkan, sebagian besar pemangku kepentingan menyarankan untuk terlibat dalam penelitian lebih lanjut, meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan menerapkan kecepatan potong tergantung konteks selama operasi turbin angin. Saran untuk melemahkan perlindungan hukum spesies satwa liar ditolak oleh semua, menggarisbawahi konsensus untuk melindungi keanekaragaman hayati.

Saat ini, terdapat sekitar 30.000 angin Turbin di seluruh Jerman. Maka lahir risiko konflik antara penggunaan energi angin dan dampaknya terhadap keragaman-hayati.

“According to members of conservation authorities, only about 25 % of wind turbines are operated under mitigation schemes such as temporary halt of wind turbine operation during periods of high bat activity (for example during the migration season), at relatively low wind speeds and at high air temperatures even though the legal framework that protects bats would require the enforcemnt of such measures,” ungkap Marcus Fritze, author studi ilmiah itu, asal  Leibniz-IZW. (Forschungsverbund Berlin, 27/11/2019). 

Oleh: Servas Pandur