• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Nanopartikel Perovskite Baru Dilapis ‘Rambut’ Plastik & Silika

Riset eksperimen dari Profesor Zhiqun Lin (2019) asal Georgia Tech School of Materials Science and Engineerin di Amerika Serikat (AS) dan koleganya berhasil membungkus perovskite di dalam sistem perlindungan dengan lapisan ganda ‘rambut’ plastik dan silika. Penemuan nanokristal perovskite (perovskite nanocrystals) baru itu mampu bertahan lebih lama, jika dibandingkan dengan nanokristal perovskite lainnya selama ini. (Yanjie He, et al., 2019).

Karya Profesor Zhiqun Lin dkk (2019) juga berhasil mengatasi masalah daya-tahan perangkat nanokristal perovskite selama ini. Di satu sisi, nanokristal perovskite menjanjikan untuk meningkatkan berbagai perangkat optoelektronik, dari laser ke light emitting diode (LEDs); namun, masalah daya tahannya masih membatasi penggunaan komersial material secara luas.

“Perovskite nanocrystals are highly susceptible to degradation, particularly when they come into contact with water. This dual-shelled system offers two layers of protection while allowing each nanocrystal to remain a distinct and separate unit, achieving the maximum amount of surface area and other physical characteristics of the perovskite needed for optimizing optoelectronic applications,”

ungkap Profesor Zhiqun Lin.

Profesor Zhiqun Lin. (Georgia Institute of Technology, 29/11/2019). Perovskite mengacu pada struktur kristal material, yang umumnya terdiri dari tiga bagian: dua kation dengan ukuran berbeda dan anion di antaranya. Selama beberapa dekade, para peneliti telah menguji penggantian berbagai bahan kimia ke dalam struktur untuk mencapai karakteristik yang unik. Secara khusus, perovskit mengandung senyawa halida seperti bromida dan yodium menjadi peredam cahaya dan penghasil emisi. (Science Daily, 29/11/2019).

Proyek riset itu didukung oleh Air Force Office of Scientific Research, The National Science Foundation, The Defense Threat Reduction Agency, dan The Department of Energy di Amerika Serikat. Profesor Zhiqun Lin dan koleganya melakukan eksperimen dengan satu konfigurasi halida paling umum yang terbentuk dari metilammonium, timah dan bromida.

Hasil riset itu dirilis oleh jurnal Science Advances edisi November 2019. (Yanjie He, Young Jun Yoon, Yeu Wei Harn, Gill V. Biesold-McGee, Shuang Liang, Chun Hao Lin, Vladimir V. Tsukruk, Naresh Thadhani, Zhitao Kang, and Zhiqun Lin, “Unconventional route to dual-shelled organolead halide perovskite nanocrystals with controlled dimensions, surface chemistry, and stabilities” (Science Advances, November 2019).

Tim ahli yang terlibat dalam riset itu ialah (1) Yanjie He asal School of Materials Science and Engineering, Georgia Institute of Technology,  Atlanta, GA 30332 di Amerika Serikat;  (2) Young Jun Yoon asal School of Materials Science and Engineering, Georgia Institute of Technology,  Atlanta, GA 30332 di Amerika Serikat;

(3) Yeu Wei Harn asal School of Materials Science and Engineering, Georgia Institute of Technology,  Atlanta, GA 30332 di Amerika Serikat;  (4) Gill V. Biesold-McGee asal School of Materials Science and Engineering, Georgia Institute of Technology,  Atlanta, GA 30332 di Amerika Serikat;  (5) Shuang Liang asal School of Materials Science and Engineering, Georgia Institute of Technology,  Atlanta, GA 30332 di Amerika Serikat;

(6) Chun Hao Lin asal School of Materials Science and Engineering, Georgia Institute of Technology,  Atlanta, GA 30332 di Amerika Serikat;  (7) Vladimir V. Tsukruk asal School of Materials Science and Engineering, Georgia Institute of Technology,  Atlanta, GA 30332 di Amerika Serikat;  (8) Naresh Thadhani asal School of Materials Science and Engineering, Georgia Institute of Technology,  Atlanta, GA 30332 di Amerika Serikat;  

(9) Zhitao Kang asal School of Materials Science and Engineering, Georgia Institute of Technology,  Atlanta, GA 30332 di Amerika Serikat dan asal Electro-Optical Systems Laboratory, Georgia Tech Research Institute, Atlanta, GA 30332 di Amerika Serikat; (10) Zhiqun Lin asal School of Materials Science and Engineering, Georgia Institute of Technology,  Atlanta, GA 30332 di Amerika Serikat.

 

 

Oleh: Servas Pandur