• LATEST
    • A PHP Error was encountered

      Severity: Notice

      Message: Undefined variable: latest

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48

      A PHP Error was encountered

      Severity: Warning

      Message: Invalid argument supplied for foreach()

      Filename: views/_header.php

      Line Number: 48


Pertama kali Pemetaan Sirkulasi Angin Atmosfer Atas Mars

Ahli antariksa Mehdi Benna Ph.D asal Badan Antariksa Amerika Serikat NASA dan koleganya asal sejumlah universitas dan pusat riset IPTEK di Amerika Serikat, berhasil memetakan pola sirkulasi angin atmosfer atas planet Mars. Mehdi Benna et al. (2019) menganalisa semua data berasal dari instrumen dan pesawat ruang angkasa yang awalnya tidak dirancang untuk mengumpulkan pengukuran angin.

“It's a clever reengineering in flight of how to operate the spacecraft and the instrument. And by doing both—the spacecraft doing something it was not designed to and the instrument doing something it was not designed to do—we made the wind measurements possible,” ungkap Mehdi Benna. (University of Maryland Baltimore County, 12/12/2019)

Hasil riset Mehdi Benna et al. (2019) dirilis oleh jurnal Science edisi 13 Desember 2019. (Benna et al., “Global circulation of Mars’ upper atmosphere”, Science  13 Dec 2019: Vol. 366, Issue 6471, pp. 1363-1366).

Proyek riset itu melibatkan sejumlah ahli yaitu (1) Mehdi Benna asal Solar System Exploration Division, NASA Goddard Space Flight Center, Greenbelt, MD, Amerika Serikat; dan Center for Space Sciences and Technology, University of Maryland Baltimore County, Baltimore, MD, Amerika Serikat;

(2) S. W. Bougher asal Department of Climate and Space Science and Engineering, University of Michigan, Ann Arbor, MI, Amerika Serikat; (3) Y. Lee asal Solar System Exploration Division, NASA Goddard Space Flight Center, Greenbelt, MD, Amerika Serikat; dan Center for Space Sciences and Technology, University of Maryland Baltimore County, Baltimore, MD, Amerika Serikat;

(4) K. J. Roeten asal Department of Climate and Space Science and Engineering, University of Michigan, Ann Arbor, MI, Amerika Serikat; (5) E. Yi-it asal Department of Physics and Astronomy, George Mason University, Fairfax, VA, Amerika Serikat; (6) P. R. Mahaffy asal Solar System Exploration Division, NASA Goddard Space Flight Center, Greenbelt, MD, Amerika Serikat; dan (7) B. M. Jakosky asal Laboratory for Atmospheric and Space Physics, University of Colorado, Boulder, CO, Amerika Serikat.

Riset dan kajian Mehdi Benna et al. (2019) merupakan pertamakalinya ahli memetakan sirkulasi angin atmosfer atas planet Mars dengan teknologi angkasa luar Mars Atmosphere and Volatile Evolution (MAVEN) pada Badan Antariksa Amerika Serikat NASA. (American Association for the Advancement of Science, 12/12/2019).

Proses kehilangan armosfer sebagian besar armosfer purba Mars selama ini belum diteliti dan dipahami oleh para ahli antariksa.  Mehdi Benna et al. (2019) menganalisis pengukuran-pengukuran atmosfer yang dikumpulkan oleh pesawat ruang angkasa MAVEN dari Amerika Serikat, ketika berulang-kali memasuki atmosfer atas (upper atmosphere) planet Mars.

Mehdi Benna et al. (2019) menggabungkan beberapa mode pengamatan, sehinga tim ahli itu dapat memperoleh (drive) kecepatan angin dan memetakan sirkulasi global atmosfer di ketinggian ?150 kilometer. Di beberapa lokasi, angin mengikuti kemiringan topografi permukaan jauh di bawah. Wawasan-wawasan tentang level-level atas atmosfer planet saat ini terbatas, bahkan untuk planet Bumi.

Termosfer Mars adalah antarmuka planet Mars ini terus-menerus kehilangan cadangan terhadap volatil atmosfernya ke ruang angkasa. Struktur dan dinamika termosfernya didorong oleh sirkulasi global yang mendistribusikan lagi energi insiden asal Matahari.

Hasil penelitian dan kajian Mehdi Benna et al. (2019) melaporkan pemetaan sirkulasi angin global di termosfer Mars dengan wahana antariksa Atmosphere and Volatile Evolution (MAVEN). Angin-angin netral yang diukur menunjukkan pola-pola sirkulasi yang lebih sederhana daripada angin di Bumi yang bertahan selama perubahan musim. Angin-angin itu menunjukkan pola hubungan nyata dengan topografi dasar karena gelombang-gelombang gravitasi orografi.

Upaya riset Mehdi Benna et al. (2019) memiliki jejak hampir 3 tahun. Mula-mula tahun 2016, Mehdi Benna dan koleganya mengusulkan ke tim proyek MAVEN agar mereka memprogram ulang pesawat ruang angkasa MAVEN dari jarak jauh dan instrumen Natural Gas and Ion Mass Spectrometer (NGIMS) untuk melakukan eksperimen unik. Yakni Mehdi Benna dkk hendak mengetahui, apakah bagian-bagian instrumen yang biasanya stasioner dapat “berayun bolak-balik seperti penghapus kaca depan dengan cukup cepat”, sehingga instrumen-instrumen NGIMS dapat mengumpulkan data jenis baru.

Awalnya, tim proyek MAVEN enggan menerapkan modifikasi sesuai usul Benna dan rekan-rekannya. MAVEN dan NGIMS mengorbit Mars sejak 2013, dan mereka telah menghimpun informasi komposisi atmosfer Mars. Usul Mehdi Benna dkk dikhawatirkan berisiko. Namun, Benna dkk berpandangan bahwa proyek riset semacam ini dapat menghasilkan jenis data baru tentang atmosfer atas di planet Mars, yang dapat menjadi data penelitian serupa di Bumi dan memahami iklim planet.

Mehdi Benna, ilmuwan antariksa yang mengoperasikan Goddard Space Flight Center dengan UMBC Center for Space Sciences Technology (CSST) pada NASA mengajukan gagasan tentang pembersih (wiper) kaca depan dan melakukan brainstorming cara membuat instrumen pengumpul informasi tentang pola sirkulasi global di Atmosfer atas bumi. Mehdi Benna yakin bahwa timnya, MAVEN dan NGIMS dapat melakukan hal serupa di Mars. Karena mereka sudah berada di angkasa luar.

Mehdi Benna dan koleganya melakukan analisis awal dan meyakinkan pimpinan MAVEN tentang gagasan eksperimennya. Celah uji-coba gagasan Benna dan koleganya mendapat dukungan dari Lockheed Martin – produsen pesawat ruang angkasa di Amerika Serikat—melakukan modifikasi tanpa merusak satelit.

Kegigihan Mehdi Benna dan koleganya—khususnya dengan Yuni Lee, juga dari CSST UMBC, dan rekan-rekannya asal University of Michigan, George Mason University, dan NASA—membuahkan hasil. Tim ahli itu berhasil menghimpun dana selama 2 (dua) tahun selama 2016-2018.

“The refreshing thing is that the patterns that we observed in the upper atmosphere match globally what one would predict from models. The physics works. On Mars, the average circulation is steady, but if you take a snapshot at any given time, the winds are highly variable. On Earth, we see the same kind of waves, but not at such high altitudes. That was the big surprise, that these can go up to 280 kilometers high,” ungkap Mehdi Benna. (University of Maryland Baltimore County, 12/12/2019).
 

Oleh: Servas Pandur